“Kami telah mengirimkan rudal anti-tank, Stinger dan alat-alat lain yang tidak pernah kami sampaikan ke publik sehingga pengiriman ini dapat dilakukan dengan cepat,” kata Baerbock dalam konferensi pers di Riga, Latvia, Rabu (20/4).
Dalam kesempatan itu ia ditanya apakah Jerman akan mengirimkan Panzerhaubitze 2000. Ia mengatakan Jerman akan melatih pasukan Kiev dalam menggunakannya dan memelihara sistem pertahanan yang lebih canggih yang mungkin dimiliki dari negara sekutu lain.
“Bila mitra-mitra mengirimkan artileri yang tidak bisa lagi kami kirimkan, kami akan membantu dengan pelatihan dan pemeliharaan,” katanya.
Para pakar menilai Ukraina membutuhkan sistem artileri Panzerhaubitze 2000 untuk melawan balik pasukan Rusia di wilayah Donbas. Rusia sudah menyampaikan ultimatum ke pasukan Ukraina di Mariupol untuk segera menyerah atau mati pada Rabu sore.
Namun komandan unit yang yakin bisa mempertahankan kota yang terkepung itu mengatakan pasukannya dapat bertahan hidup dalam hitungan hari atau jam. PBB mengatakan sejak invasi Rusia pada 24 Februari lalu sudah 5 juta orang Ukraina mengungsi. Lebih dari setengahnya adalah anak-anak.
Sumber: Republika










