Banda Aceh – Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (MPI) resmi mengukuhkan Pimpinan Wilayah (PW) MPI Provinsi Aceh periode 2026–2029 dalam sebuah acara yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Gubernur Aceh, Selasa malam (30/6/2026).
Dalam kepengurusan tersebut, Irpannusir Rasman dipercaya menjabat sebagai Ketua PW MPI Aceh. Sementara itu, Musliadi M. Tamin ditetapkan sebagai Sekretaris dan Robi Erianto sebagai Bendahara.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Usai dikukuhkan, Ketua PW MPI Aceh Irpannusir Rasman menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan memprioritaskan program-program sosial, khususnya bagi penyandang disabilitas serta masyarakat yang terdampak bencana.
“Ke depan, menyangkut dengan masalah disabilitas ini menjadi prioritas. Kita akan melihat saudara-saudara kita yang memang menjadi prioritas untuk kita bantu,” kata Irpannusir.
Menurutnya, bantuan bagi penyandang disabilitas, termasuk penyediaan alat bantu yang masih dibutuhkan, akan menjadi salah satu fokus perhatian MPI Aceh.
“Kalau misalnya masih ada yang memerlukan bantuan, anggap saja alat-alat untuk penyandang cacat, saya kira itu yang akan kita prioritaskan. Nanti kita lihat program apa yang bisa kita buat,” ujarnya.
Selain itu, MPI Aceh juga berkomitmen memberikan perhatian kepada masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian maupun yang terdampak bencana di berbagai daerah di Aceh.
“Apalagi masyarakat di beberapa daerah masih ada yang berada di pengungsian. Nanti kita juga akan menggalang bantuan-bantuan yang perlu kita serahkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.
Irpannusir menjelaskan, kekuatan utama MPI terletak pada komposisi organisasinya yang bersifat lintas partai politik, lintas organisasi kemasyarakatan, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Salah satunya, organisasi ini lintas partai dan lintas ormas. Jadi ini kita manfaatkan semaksimal mungkin agar peran ini bisa kita sinergikan dengan masyarakat,” ujar dia.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kepengurusan MPI Aceh akan memudahkan organisasi tersebut menjalankan program-program sosial dan kemanusiaan secara lebih efektif.
“Dalam kepengurusan MPI Aceh ini seluruh teman-teman partai politik lain terlibat di sini. Ini memudahkan kita untuk bekerja maksimal membantu masyarakat. Ormas juga begitu, seluruh ormas masuk di sini,” katanya.
Menurut Irpannusir, keberagaman unsur yang tergabung dalam MPI, termasuk organisasi lintas agama, menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi untuk kepentingan masyarakat luas.
“Bahkan organisasi lintas agama juga masuk di sini. Jadi ketika seluruh komponen masyarakat ada di sini, saya kira itu sangat memudahkan kita untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.[]










