Banda Aceh – Pengurus Besar (PB) Matahari Pagi Indonesia (MPI) resmi mengukuhkan Pimpinan Wilayah (PW) MPI Provinsi Aceh periode 2026-2029. Pelantikan tersebut digelar di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Gubernur Aceh, Selasa malam (30/6/2026).
Dalam kepengurusan ini, Irpannusir Rasman dipercaya menjadi Ketua PW MPI Aceh, sementara Musliadi M. Tamin menjabat sebagai sekretaris, dan Robi Erianto sebagai bendahara.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ketua PW MPI Aceh, Irpannusir Rasman menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelantikan tersebut. Ia juga menyatakan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui organisasi ini.
“Seyogyanya pelantikan ini sudah lama kita persiapkan. Namun demikian, hari ini pengurus Matahari Pagi Indonesia Aceh Alhamdulillah sudah dilantik,” kata Irpannusir yang juga Anggota DPRA ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI, Dahnil menyampaikan bahwa gerakan Matahari Pagi awalnya memang gerakan politik. Menurutnya, gerakan politik ini didirikan oleh Presiden Prabowo ketika ikut kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) yang dimulai dari 2018, dan kemudian 2024 dideklerasikan kembali.
“Matahari Pagi Indonesia ini memang gerakan politik dulunya. Tapi, ketika kontestasi Pilpres sudah selesai, gerakan politik bertransformasi menjadi gerakan kebudayaan,” kata Dahnil dalam sambutannya.
Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan, pengurus Matahari Pagi Indonesia harus mampu memberikan karya dan sumbangsihnya dalam pembangunan bangsa serta kesejahteraan masyarakat.
“Pengurus Matahari Pagi harus menyinari Aceh dengan memberikan kualitas terbaik. Tadi yang dilantik di sini harus siap berkontribusi memberikan yang terbaik bagi Aceh,” jelasnya.[]










