Banda Aceh – Suasana teduh menyelimuti jalan lingkar kampus Universitas Syiah Kuala (USK), tepat di samping Lapangan Gelanggang, saat matahari senja mulai mengintip malu-malu di balik rimbunnya dedaunan pohon besar yang memayungi kawasan tersebut.
Di trotoar yang asri itu, deretan tenant berjajar presisi, menyajikan aneka produk kreatif mahasiswa di tengah hiruk-pikuk warga yang asyik berolahraga mengitari lapangan di sana.
Dalam atmosfer yang puitis dan penuh energi produktif tersebut, Rektor USK, Profesor Marwan, secara resmi meresmikan EXIS Ramadan USK 2026, Minggu (22/2/2026).
Meski baru diresmikan, geliat ekonomi di jalur rindang tersebut sebenarnya telah berdenyut sejak empat hari lalu. Marwan memberikan apresiasi tinggi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan tahun ini.
Ia menegaskan bahwa Expo ini bukan sekadar pasar musiman, melainkan bagian integral dari upaya universitas membangun ekosistem entrepreneur kampus yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini adalah upaya bersama dalam mendukung ekosistem wirausaha kampus agar minat anak-anak kita tetap terjaga, tumbuh, dan berkembang. Ini sudah kita bina sejak 3 atau 4 tahun terakhir,” kata Marwan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan melalui dunia usaha,” tambahnya.
Marwan menantang para peserta expo untuk tidak ‘jago kandang’. Ia mendoakan agar kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
Marwan juga mendorong para mahasiswa dan alumni muda USK untuk mulai melebarkan sayap ke luar lingkungan kampus, seperti menjajaki kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh di ajang Car Free Day.
“Semoga ke depan makin banyak alumni USK yang berkecimpung di dunia usaha. Ini sangat penting dalam percepatan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh secara khusus, dan Indonesia secara umumnya,” ucap Marwan.
Sementara itu, Ketua Panitia Khairul Amri, melaporkan bahwa antusiasme tahun ini melonjak tajam. EXIS Ramadan 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 10 Maret mendatang dengan melibatkan 80 tenant terpilih.
“Sebanyak 65 tenant diisi oleh mahasiswa dan alumni, sementara sisanya merupakan UMKM binaan, masyarakat sekitar, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) USK. Alhamdulillah, meski ini baru masuk hari keempat, antusiasmenya luar biasa,” ujar Khairul.
Optimisme panitia didukung oleh data angka yang menjanjikan. Jika tahun lalu total omset mencapai Rp250 juta, tahun ini panitia mematok target moderat sebesar Rp350 juta.
“Per tiga hari pertama saja, rata-rata omzet sudah menyentuh angka Rp15-18 juta. Dengan tren positif ini, kami memproyeksikan perputaran uang selama 20 hari pelaksanaan bisa menembus angka Rp300 juta lebih, bahkan melampaui target awal,” ungkapnya.
EXIS Ramadan USK kini bukan sekadar tempat berburu takjil di kala senja, melainkan panggung nyata bagi inovator muda Aceh untuk menguji ketangguhan bisnis mereka di bawah rindangnya pepohonan kampus ‘Jantung Hati Rakyat Aceh’.[]










