Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (15/08/2026) - 10:00 WIB
in EKONOMI, NASIONAL
0
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

JAKARTA — PT Bank Aceh Syariah memperkuat langkah strategis untuk mempersiapkan diri menjadi bank devisa. Perseroan menggandeng Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) guna mempercepat penguatan sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, serta sistem dan infrastruktur.

Pertemuan Bank Aceh Syariah dan LPPI berlangsung di Gedung LPPI, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari roadmap perseroan untuk memperluas kapasitas layanan perbankan dan mendukung konektivitas ekonomi Aceh dengan pasar nasional maupun internasional.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas mengatakan, rencana menjadi bank devisa bukan semata-mata berkaitan dengan penambahan jenis layanan. Menurutnya, agenda tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan agar mampu melayani masyarakat dan dunia usaha dengan cakupan yang lebih luas.

“Menjadi bank devisa bukan sekadar menambah jenis layanan, tetapi merupakan bagian dari transformasi Bank Aceh untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, proses persiapannya harus dilakukan secara serius, terukur, dan memenuhi seluruh aspek yang dipersyaratkan,” ujar Fadhil.

Fondasi Organisasi Jadi Fokus Utama

Dalam pertemuan tersebut, Bank Aceh dan LPPI membahas kesiapan lintas fungsi yang dibutuhkan untuk mengembangkan aktivitas devisa. Area yang menjadi perhatian mencakup treasury, bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, operasional, dan sumber daya manusia.

Bank Aceh juga menilai penguatan kompetensi serta kesiapan organisasi merupakan elemen penting sebelum layanan devisa dikembangkan secara lebih luas. Perseroan ingin memastikan seluruh fondasi internal telah memadai, mulai dari kualitas SDM, proses bisnis, infrastruktur teknologi, hingga tata kelola perusahaan.

“Kami ingin memastikan seluruh fondasi pendukungnya benar-benar siap, mulai dari SDM, sistem, proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, hingga tata kelola. Dengan persiapan yang baik, pengembangan bisnis dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Fadhil.

Bank Aceh menegaskan, proses menuju bank devisa akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator. Dengan demikian, agenda perseroan saat ini masih berada pada tahap persiapan dan penguatan internal, bukan berarti status bank devisa telah diperoleh.

Momentum Ekonomi dan Kredit Nasional

Langkah Bank Aceh tersebut berlangsung ketika ekonomi Indonesia masih mencatat pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi nasional pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy), meski melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I-2026 sebesar 5,61%.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73%, sedangkan pertumbuhan semester I-2026 mencapai 5,45%. Dari sisi produksi, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81% yoy. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 15,97% yoy.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%. Permintaan domestik masih menjadi salah satu penyangga utama pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

Pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan penguatan intermediasi perbankan. Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh 12,67% yoy menjadi Rp9.081 triliun. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 11,51% yoy.

Berdasarkan penggunaannya, kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 24,9%. Kredit modal kerja tumbuh 8,94%, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 5,75%. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 20,45%, sementara kredit UMKM tumbuh 1,05% yoy.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh 10,21% yoy menjadi Rp10.282 triliun. OJK mencatat rasio likuiditas industri masih berada pada level memadai dengan Liquidity Coverage Ratio sebesar 182,75%. Kualitas kredit juga membaik, tercermin dari penurunan NPL gross menjadi 2,09% dan NPL net sebesar 0,82%.

Dari sisi permodalan, ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau CAR sebesar 23,70%. Sementara itu, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21–22 Juli 2026.

Potensi Layanan bagi Dunia Usaha Aceh

Bagi Bank Aceh, pengembangan layanan devisa memiliki arti strategis seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, investasi, dan dunia usaha di wilayah tersebut. Kehadiran layanan perbankan devisa diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Layanan tersebut juga berpotensi memperkuat hubungan ekonomi Aceh dengan pusat-pusat perdagangan nasional dan pasar internasional. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pengelolaan risiko valuta asing, sistem operasional, kepatuhan, serta kemampuan perseroan membangun volume transaksi secara sehat.

Fadhil menegaskan, target Bank Aceh bukan hanya memperoleh status sebagai bank devisa, melainkan memastikan layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh.

“Targetnya bukan hanya mendapatkan status sebagai bank devisa, tetapi bagaimana nantinya layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh. Karena itu, kesiapan menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Ke depan, Bank Aceh akan melanjutkan penguatan internal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap tahapan persiapan berjalan terukur serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

 

ShareTweetPin
Previous Post

Banda Aceh Merdeka Walk Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

Sabtu (15/08/2026) - 10:00 WIB
Banda Aceh Merdeka Walk Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Banda Aceh Merdeka Walk Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat (14/08/2026) - 22:23 WIB
Kemenag Minta UIN Ar-Raniry Susun Roadmap Jadi Pusat Peradaban Islam Indonesia

Kemenag Minta UIN Ar-Raniry Susun Roadmap Jadi Pusat Peradaban Islam Indonesia

Jumat (14/08/2026) - 22:07 WIB
Wakil Wali Kota Sabang Dorong Pramuka Ikut Perkuat Ketahanan Pangan

Wakil Wali Kota Sabang Dorong Pramuka Ikut Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat (14/08/2026) - 21:57 WIB
Jelang HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Bagikan 800 Bendera Merah Putih

Jelang HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Bagikan 800 Bendera Merah Putih

Jumat (14/08/2026) - 21:37 WIB
Sekda Aceh Terima Lencana Melati, Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka

Sekda Aceh Terima Lencana Melati, Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka

Jumat (14/08/2026) - 21:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.