BANDA ACEH | LENSA KITA – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta pihak terkait agar Jembatan Punge dilebarkan. Pasalnya selama ini, di jembatan tersebut kerap mengalami kemacetan, sehingga menganggu aktivitas masyarakat.
Anggota DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menyampaikan Jembatan Punge yang berada di Jalan Sultan Iskandar Muda (Simpang Punge) saat ini sudah sempit dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Sehingga jembatan itu menjadi salah satu penyebab kemacetan di Banda Aceh.
“Kita sering mendengar keluhan masyarakat memang Jembatan Punge tersebut sudah sangat sempit. Jadi inikan bisa dibuat jembatan satu lagi sehingga bisa terurai kemacetan,” kata Daniel, Senin (11/4/2022).
Dari informasi yang didapat, kata Daniel, jembatan dan jalan tersebut berstatus jalan nasional atau milik Balai Jalan Nasional yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jembatan Punge diapit dua desa yakni Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru dan Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
Daniel mengatakan, pasca bencana gempa dan tsunami melanda Banda Aceh, Jembatan Punge tersebut tidak ada perubahan dan pelebaran sama sekali. Sehingga kawasan protokoler itu acap mengalami kemacetan pada waktu sibuk.
Daniel menyampaikan, kawasan itu juga dekat dengan rumah dinas Pangdam Iskandar Muda (IM), rumah sakit, pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, hingga pusat keramaian seperti Lapangan Blang Padang.
“Kita meminta kepada provinsi juga bisa menyuarakan kepada pihak balai jalan nasional untuk membangun sesegera mungkin pelebaran jembatan tersebut. Karena itu memang harapan orang banyak dan jembatan tersebut berada di pusat ibukota provinsi,” kata dia.
Daniel meminta pemerintah agar lebih memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan dan pelebaran jalan ini.
Dia juga mengingatkan pemerintah agar lebih selektif dalam hal pembangunan yang tidak prioritas.
Apalagi, lanjut Daniel, Jembatan Punge itu merupakan akses utama tujuan wisata, seperti Meuseum Kapal Apung, Kuburan Massal, hingga Pelabuhan Ulee Lheue. Hal ini, tentu sangat penting untuk dilakukan pelebaran agar lalulintas bisa lancar.
“Inikan sangat dibutuhkan masyarakat agar saat berlalu lintas tidak terjadi kemacetan disana. Jadi kita sangat sayangkan sampai hari ini masih begitu saja belum ada pelebaran,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRK Banda Aceh ini, mendesak semua pihak menyuarakan dan berpikir bersama-sama untuk ibukota provinsi Aceh agar jembatan tersebut bisa dilebarkan.
“Meskipun statsusnya milik nasional tapi semua pihak harus menyuarakan bersama-sama untuk kepentingan bersama,” kata Daniel.










