Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Cendekiawan Muslim: Pejabat Negara Harus Belajar dari Pendiri Bangsa

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (03/05/2022) - 20:30 WIB
in NASIONAL
0
Cicit pahlawan nasional H. Agus Salim, Hedi A. Julfan menunjukkan foto kakek buyutnya di rumah kelahiran Agus Salim di Nagari Kotogadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (13/4/2022). Rumah yang telah berdiri sejak tahun 1800-an tersebut merupakan tempat masa kecil Haji Agus Salim yang merupakan seorang diplomat, jurnalis, dan Menteri Luar Negeri Indonesia pada 1947-1949.

Para pemimpin harus belajar hidup sederhana dan memiliki gagasan yang luar biasa..

, JAKARTA — Cendekiawan Muslim Muhammadiyah Dr. Sukidi mengingatkan para pejabat negara harus belajar dari pendiri bangsa. Para pemimpin harus belajar hidup sederhana dan memiliki gagasan yang luar biasa.


“Jiwa sederhana yang dimiliki para pendiri bangsa merupakan jalan yang dipilih untuk menjiwai penderitaan rakyatnya,” kata Sukidi dalam serial Inspirasi Ramadan bertajuk “Menghormati Jasa Pendiri Bangsa dalam Perspektif Islam” yang ditayangkan di akun Youtube BKN PDI Perjuangan, Ahad.


Di balik luar biasanya gagasan dan pemikiran yang dimiliki para pendiri bangsa ini, lanjut dia, para pendiri bangsa memiliki kesederhanaan yang luar biasa.”Bahkan Bung Karno pernah bilang, akulah satu-satunya Presiden yang tidak memiliki rumah. Bukan hanya Bung Karno, Agus Salim salah satu tokoh besar yang hidupnya melarat. Hidupnya selalu berpindah dari kontrakan ke kontrakan lainnya, walaupun sebenarnya Agus Salim kalau mau hiduplebih dari cukup itu bisa. Hal itu karena, ia menjiwai jalan memimpin adalah jalan penderitaan,” katanya.


Menurut dia, penjiwaan bahwa jabatan dan kekuasaan itu adalah jalan pengabdian untuk kesejahteraan rakyat.”Bung Karno pernah mengatakan, saya tidak ingin mengambil apa pun dari rakyat saya. Yang ingin saya lakukan adalah memberi untuk rakyat dan negara saya. Ini adalah arti penting bahwa Bung Karno memaknai kekuasaan dan jabatan sebagai suatu pengabdian yang berorientasi segalanya untuk rakyat. Seharusnya hal ini dicontoh pejabat negara saat ini,” tegas Sukidi dalam keterangan tertulisnya.


Dia menambahkan para tokoh dan pendiri bangsa selalu dikenang karena jalan penderitaan yang dipilih untuk mendarmabaktikan dirinya demi kepentingan negara. Para pendiri bangsa selalu dikenang karena gagasan-gagasan mereka yang diwariskan pada bangsa ini.”Kenapa tokoh bangsa dapat selalu kita kenang? Bukan karena hartanya, melainkan karena gagasan yang mereka tanamkan untuk berdirinya bangsa ini. Bung Karno penggali Pancasila, Agus Salim adalah orang yang memberikan pembelaan terhadap pembebasan, Bung Hatta dengan kesederhanaan hidupnya. Dari tiga bapak pendiri bangsa ini saja kita dapat mengambil contoh. Bukan dari kemewahan yang mereka miliki, tetapi kita dapat mengenang beliau sebagai figur teladan moral,” ujarnya.


Dia mengutip pernyataan J.F Kennedy, “Jangan pikirkan apa yang engkau dapat dari negara melainkan selalu berpikirapa yang Anda bisa berikan kepada negara.”Kata-kata dari J.F. Kennedy ini memiliki makna yang sangat mendalam. Menuntut rakyat Indonesia untuk berkontribusi kepada negara agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju, umat yang maju, dan warga negara yang maju,” ucap Sukidi.

 

Cek Typo

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: belajar pendiri bangsapeabat belajar pendiri bangsapejabat negara
ShareTweetPin
Previous Post

Polri Konsentrasi Amankan Objek Wisata Saat Libur Lebaran

Next Post

Jerman Dukung Swedia dan Finlandia Jika Ingin Gabung NATO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.