Selasa, Juni 16, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BMKG: Deformasi Lempeng Indo-Australia Picu Gempa di Gunung Kidul

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (06/04/2022) - 13:40 WIB
in NASIONAL
0
Gempa. Ilustrasi

Ilustrasi, gempa bumi. Foto: Net

Gempa magnitudo 4,9 di Gunung Kidul dipicu deformasi pada Lempeng Indo-Australia

JAKARTA – Gempa dengan magnitudo 4,9 yang terjadi di sekira 24 km barat daya Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (6/4/2022) pukul 10.03 WIB dipicu deformasi pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa. Keterangan ini disampaikan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.


“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Yogyakarta yang terjadi pagi ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa, tepatnya di Zona Benioff,” kataDaryono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.


Ia mengungkapkan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa, tepatnya di Zona Benioff, tidak lagi landai tetapi sudah menukik. “Slab lempeng yang tersubduksi lebih dalam ini ada bagian yang mengalami deformasi atau patah yang kemudian memancarkan gelombang gempa,” jelasnya.


Menurut Daryono, gempa di Zona Benioff yang dampaknya merusak sebelumnya terjadi pada 21 Mei 2021 di selatan Jawa Timur. Tempat gempa dengan magnitudo 5,9 yang pusatnya berada pada kedalaman 110 km menyebabkan kerusakan ratusan rumah di tujuh kabupaten dan kota di Jawa Timur, khususnya Blitar dan Malang.


Daryono menjelaskan gempa dengan magnitudo 4,9 yang pusatnya berada di laut pada kedalaman 123 km di koordinat 8,21 Lintang Selatan dan 110,57 Bujur Timur, sekira 24 km barat daya Gunung Kidul, bukan jenis gempa subduksi megathrust dan bukan juga gempa akibat sesar aktif kerak dangkal. Gempa yang pusatnya berada di barat daya Gunung Kidul menurut data BMKG getarannya dirasakan pada skala II MMI di Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta), pada skala II MMI di Trenggalek (Jawa Timur), dan pada skala II-III MMI di Pacitan (Jawa Timur).


Pada skala II MMI getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu. “Patut disyukuri hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut, karena gempa dalam lempeng semacam ini mampu memancarkan guncangan sangat kuat di atas rata-rata gempa sekelasnya. Seperti halnya Gempa Benioff di selatan Jawa Timur, meskipun magnitudonya relatif kecil 5,9 tetapi mampu merusak ratusan bangunan rumah,” terang Daryono.


Menurut pantauan BMKG, hingga pukul 10.30 WIB belum ada aktivitas gempa susulan setelah gempa dengan magnitudo 4,9 yang terjadi di barat daya Gunung Kidul padaRabu pukul 10.03 WIB. Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya termasuk daerah rawan gempa. Pada 1840, 1859, 1867, 1875, 1937, 1943, 1957, 1981, dan 2006 gempa merusak tercatat terjadi di wilayah itu.

Sumber: Republika

Tags: gempa bumigempa hari inigempa yogyakartainfo gempapenyebab gempa
ShareTweetPin
Previous Post

Bantuan Subsidi Upah 2022 Rp 1 Juta Per Orang, Ini Kriteria Penerimanya 

Next Post

Jokowi Kritik Para Menteri, Minta Empati Atas Beragam Kesulitan Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Zulkifli H. Adam Resmi Pimpin DPD PAN Sabang

Zulkifli H. Adam Resmi Pimpin DPD PAN Sabang

Senin (15/06/2026) - 16:10 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Aceh Terjunkan Petugas ke Seluruh Pelosok Serambi Mekkah

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Aceh Terjunkan Petugas ke Seluruh Pelosok Serambi Mekkah

Senin (15/06/2026) - 15:51 WIB
Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji, Melanjutkan dan Menguatkan Pembangunan Sabang

Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji, Melanjutkan dan Menguatkan Pembangunan Sabang

Senin (15/06/2026) - 15:48 WIB
PPIH Aceh Matangkan Persiapan Debarkasi, Kloter Pertama Tiba Malam Ini

PPIH Aceh Matangkan Persiapan Debarkasi, Kloter Pertama Tiba Malam Ini

Senin (15/06/2026) - 15:44 WIB
Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Sabtu (13/06/2026) - 21:45 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Jelang Kepulangan Jamaah Haji, PPIH Aceh Optimalkan Layanan Debarkasi

Sabtu (13/06/2026) - 21:42 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.