Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pelonggaran Lockdown Bikin Karyawan Muda Korea Selatan Khawatir

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (28/04/2022) - 13:22 WIB
in INTERNASIONAL
0
Penumpang menunggu kedatangan kereta bawah tanah di sebuahbstasiunbdi Seoul, Korea Selatan.

Korea Selatan menghapus jam malam di bar dan restoran, bersama dengan batas 10 orang.

 SEOUL — Ketika Korea Selatan mengumumkan keputusannya untuk mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19 awal bulan ini, pekerja kantoran berusia 29 tahun bernama Jang lebih merasa khawatir daripada senang. Ketakutan ini beralasan karena aktivitas normal akan kembali, termasuk jamuan makan usai jam kerja.


Ritual jamuan makan setelah jam kerja atau disebut “hoeshik” dalam bahasa Korea merupakan bagian dari tradisi kantor. Jang termasuk di antara meningkatnya jumlah pekerja muda yang menganggapnya sebagai budaya perusahaan usang yang mengganggu waktu pribadi karyawan.


Selama dua tahun terakhir mengajari Jang suasana malam bebas hoeshik. Dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk membersihkan rumahnya, membuat makan malam yang enak, dan berolahraga. “Hoeshik adalah bagian dari kehidupan kerja Anda, kecuali itu tidak dibayar,” kata Jang yang tinggal dan bekerja di Seoul.


Mulai pekan lalu, Korea Selatan menghapus jam malam di bar dan restoran, bersama dengan batas 10 orang untuk pertemuan pribadi. Aturan tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi perusahaan untuk mengadopsi kebijakan kerja jarak jauh dan mengendalikan pertemuan yang tidak penting, seperti sesi minum di luar jam kerja.


“Bagian terburuk dari makan malam setelah bekerja adalah Anda tidak tahu kapan itu akan berakhir. Dengan minuman, itu benar-benar bisa berlanjut hingga malam sampai siapa yang tahu kapan,” kata Jang.


Bahkan sebelum pandemi, semakin banyak orang Korea Selatan, terutama pekerja yang lebih muda, sudah keberatan atas tradisi tersebut. Profesor pemasaran di Sookmyung Women’s University di Seoul Suh Yong-gu mengatakan, pandemi dapat memastikan bahwa budaya hoeshik lama memudar untuk selamanya.


“Sekarang setelah karyawan tahu bagaimana rasanya memiliki waktu luang yang disimpan untuk diri mereka sendiri, perusahaan tidak akan dapat sepenuhnya mengembalikan budaya lama setelah makan malam dan berkumpul di akhir pekan,” ujar Suh.


Menurut survei baru-baru ini oleh operator situs web perekrutan Incruit Corp, hampir 80 persen responden mengatakan budaya makan-makan perusahaan telah berubah selama pandemi. Sebanyak 95 persen dari mereka menyatakan kepuasan atas perubahan tersebut.


Meskipun karyawan muda semakin tidak senang dengan makan malam setelah jam kerja, banyak pekerja senior masih percaya pertemuan seperti itu diperlukan untuk membangun ikatan dengan rekan kerja. “Ini akan menjadi konflik lain antara generasi lama dan generasi baru,” katanya.


“Tapi bahkan jika budaya setelah makan malam dan kumpul-kumpul akhir pekan berhasil bertahan, mereka tidak akan bisa diadakan sesering dulu,” ujarnya.


Sementara banyak perusahaan secara bertahap kembali ke kantor, beberapa mencari jalan tengah, memilih model hibrida daripada menerapkan skema kembali ke kantor penuh.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: covid 19 korea selatancovid 19 korselkorea selatanlockdownpelonggaran lockdown
ShareTweetPin
Previous Post

Perwanas Dorong Perempuan Tingkatkan Kemampuan untuk Generasi Emas 2045

Next Post

Dari Bus Terperosok hingga Ban Pecah di Tol Palikanci, tak Ada Korban Jiwa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

FH USK dan Kejati Aceh Jajaki Kerja Sama Penguatan Penegakan Hukum Berbasis Kekhususan Aceh

FH USK dan Kejati Aceh Jajaki Kerja Sama Penguatan Penegakan Hukum Berbasis Kekhususan Aceh

Jumat (23/10/2026) - 00:05 WIB
Hari Santri Nasional 2026, Dayah Darul Quran Aceh Apresiasi Santri Berprestasi dan Santuni Warga

Hari Santri Nasional 2026, Dayah Darul Quran Aceh Apresiasi Santri Berprestasi dan Santuni Warga

Kamis (22/10/2026) - 20:39 WIB
Pj Sekda dan Seluruh Kepala SKPA Ikuti Bimtek Keluarga Berintegritas KPK

Pj Sekda dan Seluruh Kepala SKPA Ikuti Bimtek Keluarga Berintegritas KPK

Kamis (22/10/2026) - 15:47 WIB
Donat Labu dan Ketela di Aceh Besar Raih Grade A dari BBPOM

Donat Labu dan Ketela di Aceh Besar Raih Grade A dari BBPOM

Kamis (22/10/2026) - 15:44 WIB
BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

Kamis (22/10/2026) - 15:30 WIB
Jalanan Kota Banda Aceh Lengang pada Hari Pertama Puasa

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Menteri PU Soroti Kapasitas Jalan di Aceh

Kamis (22/10/2026) - 15:14 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.