Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Komisi X Pertanyakan Pemangkasan Kontingen SEA Games oleh Tim Review PPON

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (22/04/2022) - 13:49 WIB
in NASIONAL
0
Pimpinan Komisi X DPR Syaiful Huda saat rapat kerja di Gedung DPR RI. Komisi X mempertanyakan pemangkasan kontingen SEA Games oleh Tim Review PPON.

Tim PPON diminta menyampaikan hasil review mereka secara terbuka ke publik.

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mempertanyakan pemangkasan jumlah Kontingen Indonesia dalam SEA Games Vietnam 2021 oleh Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tim PPON pun diminta menyampaikan hasil review mereka secara terbuka ke publik. 


“Keputusan pemangkasan jumlah kontingen Indonesia dalam SEA Games Vietnam ini memicu banyak spekulasi liar. Baiknya Tim Review PPON membuka data mereka yang menjadi dasar kenapa satu atlet diberangkatkan dan yang lain tidak, kenapa satu cabang harus berangkat sedangkan cabang yang lain tidak,” kata Huda dalam siaran pers, Jumat (22/4/2022).


Huda mengatakan, pemangkasan jumlah kontingen Indonesia di Sea Games Vietnam membuat publik penasaran. Mereka mempertanyakan alasan pemangkasan, waktu yang mendadak, hingga bertanya-tanya apa itu PPON yang punya kewenangan begitu besar.


“Rasa penasaran tersebut juga tergambar dari berbagai perbincangan publik di media sosial maupun beragam kritik yang disampaikan melalui media massa,” ujarnya.


Rasa penasaran publik tersebut, kata Huda, bisa dilihat dari reaksi mereka saat mengetahui tim putra futsal dicoret dari kontingen SEA Games karena dinilai tidak berpotensi mencetak medali. Padahal di sisi lain tim futsal putra Indonesia kerap mencetak prestasi membanggakan. Terakhir mereka mampu meraih posisi runner up dalam Piala AFF 2022 di Thailand. 


“Akhirnya atas desakan yang begitu kuat dari publik, Kemenpora dan Federasi Futsal Indonesia menganulir keputusan pencoretan, dan akhirnya memberangkatkan timnas putra futsal ke SEA Games Vietnam,” katanya. 


Namun, lanjut Huda, saat polemik pencoretan timnas putra futsal belum sepenuhnya reda, kini publik kembali digegerkan dengan surat terbuka yang disampaikan atlet senam potensial Sutjiati Narendra yang gagal berangkat ke Vietnam. Pun juga saat mereka membaca cerita dari Muthia Nur Cahya, pesenam muda peraih emas PON Papua asal Makassar yang mengalami nasib sama dengan Sutjiati Narendra.


“Sutjiati Narendra dan Muthia Nur Cahya adalah atlet-atlet potensial sehingga wajar jika publik mempertanyakan standar apa yang dipakai oleh Tim Review PPON untuk menentukan satu atlet bisa berangkat satu lain tidak,” tukasnya. 


Huda mengatakan, berbagai alasan yang ada terkait pemangkasan atlet atau cabang terkesan tidak sinkron. Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu simpang siur informasi terkait pemangkasan kontingen karena persoalan anggaran. Namun, persoalan kekurangan anggaran itu dibantah Menpora Zainuddin Amali yang berdalih paradigma prestasi olah raga Indonesia harus berubah dari mengejar prestasi di Sea Games atau Asian Games menjadi fokus ke Olimpiade. 


“Jadi ini mana yang benar, adanya keterbatasan anggaran atau karena mengejar prestasi di Olimpiade sehingga kalau kirim kontingen ke SEA Games Vietnam nggak perlu terlalu banyak,” ujar Huda.


Politikus PKB ini menilai, harus ada konsistensi antara konsep pembinaan olah raga prestasi dengan realisasi di lapangan. Dia mengaku sepakat dengan konsep Desain Besar Olah Raga Nasional (DOB) yang mencoba memfokuskan pembinaan ke beberapa cabang olah raga berpotensi medali di Olimpiade. Tetapi harusnya konsep tersebut segera dioperasionalkan dengan pembangunan pusat-pusat pelatihan, pencarian bibit atlet, dan mempersiapkan berbagai event sebagai sasaran antara. 


“Tetapi dari banyaknya konsep DOB ini yang saat ini menonjol justru pembentukan Tim Review PPON yang seolah sebagai algojo untuk menentukan siapa yang berangkat dan tidak berangkat ke berbagai event olah raga internasional, termasuk SEA Games Vietnam,” ujar Huda.


Ketua tim review PPON Kemenpora, Asmawi menegaskan, pemberian rekomendasi kepada cabor yang diturunkan di SEA Games berdasarkan pertimbangan objektif. Dia mengeklaim, tim review bahkan juga bertemu langsung kepada tim pelatih di setiap cabor.


Asmawi menyebut setiap cabor dianalisa secara mendalam terkait potensi masing-masing. Dia meyakini, tim yang diisi dari kalangan akademisi hingga praktisi tersebut tidak salah dalam memberi rekomendasi.


Pada SEA Games Vietnam, pemerintah hanya mengirim total jumlah kontingen sebanyak 738 orang yang terdiri dari 476 atlet, 207 ofisial, dan tenaga pendukung 55 orang. Dengan mengikuti 31 cabang olahraga dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. 


Itu berbeda dengan SEA Games 2019 di Filipina, yang mana kontingen Indonesia mengikuti 52 cabang olahraga dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan total anggota kontingen Indonesia sebanyak 1.317 orang yang terdiri dari 841 atlet, ofisial 308, dan tenaga pendukung 168. 

Sumber: Republika

Tags: cabor sea gameskemenporakomisi xpemangkasan cabor sea gamesppon kemenporasea gamessea games vietnamtim review ppon
ShareTweetPin
Previous Post

Polisi akan Periksa Pengelola Apartemen yang Jadi Tempat Tanam Ganja

Next Post

Wagub DKI Dukung Swasta Liburkan Pegawai Lebih Awal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.