BANDA ACEH | LENSA KITA – Warga Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh berharap pemerintah bisa melebarkan dan memperluas Jembatan Punge yang kerap menimbulkan kemacetan sehingga menganggu aktivitas pengguna jalan.
Kepala Desa Punge Blang Cut, Armaya Surya, mengatakan kondisi jalan dan Jembatan Punge saat ini sangat sempit dan rawan terjadi kecelakaan karena lalulintas yang padat
“Disitu terjadi kepadatan lalu lintas cukup banyak. Malah didepan saya pernah orang tabrakan. Jadi di Jembatan Punge itu memang sangat padat dan kondisi jembatan sempit,” kata Armaya Surya, Rabu (13/4/2022).
Armaya menyampaikan, kondisi fisik Jembatan Punge saat ini masih bagus. Namun, hanya saja sempit dan perlu diperluas untuk kenyamanan pengguna jalan dan meminimalisir kecelakaan.
“Jadi berbahaya dan cukup riskan disitu. Saya rasa kalau memang diperluas lebih bagus diperluas saja,” ujarnya.
Dia menyebutkan, Jembatan Punge merupakan akses utama tujuan wisata di Banda Aceh. Ada sejumlah lokasi wisata sepanjang kawasan itu seperti wisata budaya, sejarah, hingga kuliner.
Diantaranya, wisata Meuseum Kapal Apung, Kuburan Massal, Kuala Cangkoi, taman wisata kuliner Meuraxa, Ulee Lheu Park, hingga Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue.
“Kuliner kita saat inikan diarah Meuraxa semua, jajanan itu segala macam. Apalagi kalau malam Minggu, cukup padat masyarakat yang berwisata disana,” katanya.
Oleh sebab itu, warga Punge Blang Cut sangat berharap pemerintah bisa segera memperluas jembatan itu agar lalulintas lancar dan tidak ada lagi kecelakaan yang terjadi.
“Saya melihat itu bisa diambil (pelebaran) kiri kanan jembatan. Kita warga disini sangat berharap jembatan itu bisa diperluas untuk mengurai kecamatan,” ucapnya.










