Selasa, Juli 7, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja, Ingatkan Bahaya Modus Lowongan Kerja

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (06/07/2026) - 12:20 WIB
in DAERAH
0
Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja, Ingatkan Bahaya Modus Lowongan Kerja

Senator Aceh, Sudirman Haji Uma memfasilitasi pemulangan korban TPPO asal Lhokseumawe dari Kambajo. Foto: Tim Media Haji Uma

Banda Aceh – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, kembali memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Korban bernama Muhammad Rizki (26), warga Balang Pulo, Lhokseumawe, diketahui terlantar selama sekitar enam bulan setelah menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan.

Haji Uma mengatakan, kasus yang dialami Muhammad Rizki merupakan salah satu dari sekian banyak praktik perdagangan orang yang memanfaatkan modus tawaran pekerjaan di luar negeri.

Sebelum berangkat ke Kamboja, Rizki bersama istrinya bekerja di Batam. Setelah masa kerjanya berakhir, ia menerima tawaran pekerjaan sebagai admin di Malaysia dari seseorang yang mengaku sebagai agen.

Namun, janji tersebut ternyata hanya tipu daya. Muhammad Rizki bersama istrinya justru diberangkatkan ke Kamboja. Selama berada di sana, keduanya tidak menerima gaji, telepon genggam mereka disita oleh majikan, serta mengalami teror dan kekerasan.

“Ketika kabar ini kami terima melalui surat dari orang tua korban, kami langsung membantu memfasilitasi proses pemulangannya. Ini sudah yang kesekian kalinya kami menangani persoalan human trafficking. Bisa dikatakan ini merupakan praktik penjualan manusia melalui modus penipuan lowongan pekerjaan online scam di Kamboja,” kata Haji Uma.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan keluarga korban, Muhammad Rizki awalnya dijanjikan bekerja sebagai tenaga pemasaran di Malaysia. Namun, setelah tiba di Malaysia, korban justru dibawa ke Vietnam sebelum akhirnya dikirim ke Kamboja.

“Ditawarkan pekerjaannya sebagai marketing, tetapi itu hanya rekayasa dan modus para agen supaya korban mau berangkat. Awalnya dijanjikan ke Malaysia, tetapi kemudian dibawa ke Vietnam dan akhirnya ke Kamboja,” ujarnya.

Haji Uma mengungkapkan, proses pemulangan warga negara Indonesia dari Kamboja bukan perkara mudah karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Dalam salah satu proses pemulangan korban sebelumnya, biaya yang diperlukan mencapai sekitar Rp15 juta, yang sebagian ditanggung secara pribadi dan sebagian lagi dibantu oleh keluarga korban.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk membantu proses pemulangan warga Indonesia yang menjadi korban TPPO.

“Berdasarkan laporan dari Duta Besar, saat ini sekitar 2.000 warga Indonesia berada di penampungan imigrasi di Kamboja. Kendala utama pemulangan adalah banyak yang memiliki dokumen tidak lengkap atau masa berlaku paspornya telah habis,” jelasnya.

Menurut Haji Uma, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini terdapat lebih dari 48 ribu warga Indonesia berada di Kamboja. Sebagian di antaranya diduga bekerja pada perusahaan yang berkaitan dengan praktik penipuan daring atau online scam.

Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di negara-negara yang selama ini dikenal rawan praktik TPPO, seperti Kamboja dan Laos.

“Sejak tahun 2022 saya terus mengingatkan masyarakat agar tidak berangkat bekerja ke Kamboja. Di sana mayoritas pekerja diarahkan menjadi pengendali judi online dan online scam. Banyak korban mengalami penyiksaan, disetrum, dipukul, bahkan ada yang meninggal dunia karena tidak mampu memenuhi target perusahaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para korban umumnya dijanjikan gaji besar dengan pekerjaan sebagai admin, operator, maupun pegawai restoran. Namun, setelah tiba di lokasi, mereka dipaksa bekerja dalam jaringan penipuan daring dan mendapat perlakuan tidak manusiawi apabila gagal mencapai target.

Haji Uma mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar selalu menempuh jalur resmi melalui instansi pemerintah.

“Kalau ingin bekerja ke luar negeri, pastikan melalui prosedur resmi, berkoordinasi dengan BP3MI, BP2MI, maupun Dinas Tenaga Kerja. Kalau sudah melalui jalur resmi, Insya Allah lebih aman,” tegas Haji Uma.[]

Tags: acehhaji umajudi onlinekambojaTPPO
ShareTweetPin
Previous Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda 2026 Ajang Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Next Post

Sekda Aceh Ajak Daerah Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Aceh Ajak Daerah Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi

Sekda Aceh Ajak Daerah Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi

Senin (06/07/2026) - 12:26 WIB
Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja, Ingatkan Bahaya Modus Lowongan Kerja

Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja, Ingatkan Bahaya Modus Lowongan Kerja

Senin (06/07/2026) - 12:20 WIB
Kemenag Aceh Jadikan Matamuda 2026 Ajang Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda 2026 Ajang Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Senin (06/07/2026) - 12:16 WIB
Alfian, Koordinator MaTA

MaTA Harap Kapolda Aceh Baru Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa dan Wastafel

Senin (06/07/2026) - 11:21 WIB
Rakernas Haji 2026, Wamenhaj Tekankan Integritas dan Pelayanan Berorientasi Jemaah

Rakernas Haji 2026, Wamenhaj Tekankan Integritas dan Pelayanan Berorientasi Jemaah

Senin (06/07/2026) - 10:33 WIB
Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

Senin (06/07/2026) - 10:27 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.