Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (20/05/2026) - 22:43 WIB
in DAERAH
0
Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kakankemenag Aceh Besar, Saifuddin, bertindak sebagai inspektur upacara Harkitnas 2026 di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Gue Gajah, Rabu (20/5/2026). Foto: Humas Kemenag Aceh Besar

Aceh Besar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 sebagai momentum memperkuat literasi digital bagi generasi bangsa di tengah kemajuan arus transformasi teknologi dan informasi.

Hal itu disampaikan Yahwa–sapaan akrabnya saat membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid pada upacara Harkitnas 2026 di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Gue Gajah, Aceh Besar, Rabu (20/5/2026).

Yahwa mengatakan bahwa semangat kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi era digital.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” katanya.

Menurutnya, saat ini tantangan bangsa tidak lagi sebatas mempertahankan kedaulatan wilayah, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu cepat.

Harkitnas, lanjut Yahwa, menjadi pengingat atas lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 yang menandai bangkitnya kesadaran kolektif bangsa melalui perjuangan intelektual dan organisasi.

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa bertransformasi dari perlawanan fisik menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujarnya.

Mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh itu menambahkan, semangat kebangkitan nasional bersifat dinamis dan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Sebab itu, peningkatan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak, agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

Dalam pidato itu juga disampaikan pemerintah terus memperkuat pelindungan generasi muda di ruang digital melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Melalui kebijakan ini, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi sejak 28 Maret 2026.

“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Selain penguatan literasi digital, pemerintah juga terus membangun kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program strategis nasional di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.

Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, disebut menjadi refleksi penting bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan bangsa menjaga dan membina generasi mudanya di tengah perubahan global.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” demikian Saifuddin.

Upacara turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Azzahri, Kasi Pendidikan Madrasah Suryadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Muhammad, Plt PD Pontren Alan Farlan, Penyelenggara Zakat Wakaf Munandar, dan para kepala KUA serta madrasah.[]

Tags: acehdigitalisasiharkitnas 2026Kemenag Aceh Besarsaifuddin
ShareTweetPin
Previous Post

Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Next Post

Gubernur Aceh Surati BPJS, Minta Akses Kepesertaan JKA Segera Dibuka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Daerah Jelang Idulfitri

Gubernur Aceh Surati BPJS, Minta Akses Kepesertaan JKA Segera Dibuka

Rabu (20/05/2026) - 22:48 WIB
Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:43 WIB
Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Rabu (20/05/2026) - 22:37 WIB
UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:34 WIB
Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Rabu (20/05/2026) - 22:31 WIB
‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

Rabu (20/05/2026) - 22:25 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.