BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta pemerintah kota dan provinsi dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang berlobang di ibukota provinsi.
Anggota DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab (DAW), mengatakan pemerintah terkait harus segera memperbaiki jalan berlobang tersebut untuk menghindari jatuhnya korban kecelakaan saat berlalu lintas.
“Dinas PUPR kota dan provinsi untuk sinergis ataupun saling merespons cepat dan berkoordinasi dalam hal perawatan jalan ditingkat ibukota provinsi ini,” kata Daniel Abdul Wahab di Banda Aceh, Senin (12/12/2022).
Daniel menyebutkan, fasilitas publik yang bersifaf kecil namun membuat warga bahagia salah satunya dengan kelancaran dalam berlalu lintas di jalan. Ketika jalan itu rusak dan berlobang, tentu akan membahayakan pengguna jalan.
“Warga tidak meminta besar kepada pemerintah, tetapi dia berharap fasilitas jalan yang berlobang itu diperbaiki secara sempurna, maka mereka bahagia,” ujarnya.
Menurutnya, jalan berlobang yang diperbaiki dengan sempurna menfaatnya sangat besar bagi warga kota. Sebaliknya, ketika jalan berlobang itu dibiarkan, maka mudharatnya juga luar biasa bagi masyarajat.
“Kalau tidak diperbaiki jalan yang berlobang tersebut akibatnya bisa fatal. Kita juga tidak ingin terjadi hal yang demikian,” ungkapnya.
Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini meminta Dinas PUPR untuk segera memperbaiki jalan-jalan yang berlobang. Ia juga miminta dinas terkait agar melakukan patroli rutin mengecek kondisi jalan di Banda Aceh.
“Mereka harus sering melakukan patroli ataupun berjalan hampir seluruh sudut-sudut Kota Banda Aceh, begitu ada jalan berlobang langsung ditutupi. Jangan ditutupi setelah adanya musibah atau sorotan,” jelasnya.
Daniel menuturkan, Dinas PUPR kota dan provinsi harus saling berkoordinasi terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan di ibukota provinsi. Sebab, ada sejumlah ruas jalan di Banda Aceh berada dibawah kewenangan Pemerintah Aceh.
“Jadi kita meminta juga kepada Dinas PUPR Aceh atau Pemerintah Aceh untuk tidak menutup mata terhadap persoalan di Kota Banda Aceh,” kata Daniel.
Perbaikan fasilitas publik dan akses jalan di Banda Aceh merupakan hal serius yang perlu diperhatikan. Sebab, sebagai ibukota provinsi, tentu menjadi pusat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Ketika jalannya tidak bagus, maka wisatawan enggan untuk berkunjung ke Banda Aceh. Sebaliknya, jika ruas jalannya mulus, akses ke lokasi wisata mudah dan fasilitas publiknya lengkap, tentu tingkat kunjungan wisatawan meningkat.
“Ini akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Banda Aceh. Wisatawan itu senang dan bahagia, begitu pulang nyaman dia saat naik kendaraan, tidak ada sanksi ketika berlalu lintas di Banda Aceh,” pungkasnya.[]










