Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital yang aman, mudah, dan inklusif. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus mendorong keberlanjutan layanan keuangan berbasis prinsip syariah di seluruh Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang real-time semakin meningkat. Menjawab hal tersebut, BSI menghadirkan ekosistem layanan digital yang terintegrasi, mulai dari e-channel seperti BYOND, BEWIZE, BSI Net, BSI QRIS, hingga BSI EDC. Selain itu, BSI juga didukung lebih dari 1.000 kantor cabang, 126 ribu BSI Agen, layanan remitansi di 13 negara, jaringan ATM yang luas, serta layanan pelanggan BSI Call 14040.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Saat ini, BSI telah melayani lebih dari 23 juta nasabah di seluruh Indonesia.
“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan melek digital. Kami ingin teknologi ini menjadi solusi, bukan celah kejahatan,” kata Anggoro, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya terkait potensi kejahatan perbankan.
“Era digital ibarat dua mata pisau. Teknologi memudahkan aktivitas finansial, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai modus kejahatan. Oleh karena itu, BSI rutin menghadirkan program literasi agar nasabah lebih waspada dan bijak dalam bertransaksi,” katanya.
Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan Berbasis ESG
Transformasi digital yang dijalankan BSI turut mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga saat ini, jumlah pengguna mobile banking BSI telah mencapai 9 juta user, termasuk BYOND dan BSI Mobile.
Dalam satu tahun sejak peluncurannya, pengguna BYOND by BSI tercatat meningkat signifikan hingga 197 persen secara tahunan (year on year). Pada 2026, BSI menargetkan penguatan kapabilitas digital guna meningkatkan frekuensi serta nilai transaksi nasabah.
Komitmen inklusivitas juga diwujudkan melalui dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BSI saat ini membina lebih dari 5.000 UMKM melalui pembiayaan KUR dan SME, serta pengembangan empat UMKM Center yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Program tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM “naik kelas” melalui pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses pasar.
Sebagai perusahaan publik, BSI juga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan transparansi sesuai regulasi, guna menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.[]








