IDI RAYEUK – Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Taufik Abdullah, menyebutkan bahwa demokrasi Indonesia saat ini semakin jauh dari kedaulatan rakyat. Ia mengatakan, partai politik (parpol) dan pemilu seharusnya menjadi pesta rakyat yang aspiratif, jujur dan adil.
“Tapi realitasnya sarat dengan berbagai problematika yang merusak,” kata Taufik Abdullah dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Serentak 2024 dengan Partai Politik yang digelar oleh Panwaslih Kabupaten Aceh Timur, Selasa (13/12/2022).
Menurut dia, politik uang telah merusak sendi-sendi kehidupan sosial budaya masyarakat. Dimana rakyat semakin tidak bebas dan otonom dalam menentukan sikap politik dan pilihannya.
Ia menjelaskan, partai politik tidak menyuguhkan gagasan mencerahkan, tapi menyodorkan uang, jual beli suara, ditambah munculnya timses atau relawan yang premanistik, pun perilaku buzzer memutarbalikkan fakta.
“Jadi, untuk apa pemilu jika partai politik sekedar bagi-bagi uang untuk mempertahankan elaktabilitas dan eksistensinya? Sungguh, ini jadi racun demokrasi yang merusak sendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Taufik Abdullah.

Akademisi Unimal ini menuturkan, bahwa pemilihan presiden, wakil rakyat dan kepala daerah menjadi ajang kompetisi partai politik mengelabui rakyat. Partai politik paling rentan melakukan berbagai bentuk pelanggaran pemilu, terutama dalam jual beli dan manipulasi suara.
“Mungkinkah ini dihentikan? Secara nasional kontestasi pemilu Indonesia masih dikepung dan terkepung perilaku money politic (politik uang),” jelasnya.
Ia menyampaikan, aturan yang ada masih terbuka celah dan peluang terjadinya politik transaksional. Sehingga ke depan, harus ada keberanian mengungkap temuan pelanggaran money politic dan diberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum tersebut.
“Karena itu, partai politik di Aceh Timur mesti berusaha keras tolak politik uang. Parpol, stop jual beli suara rakyat pada Pemilu 2024 nanti,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Aceh Timur Maimun, meminta parpol bekerjasama untuk menyukseskan pemilu serentak 2024 mendatang.
“Kiranya, parpol bekerjasama mengawasi jalannya pemliu luber-jurdil, berkompetisi secara suportif, ikuti aturan dan mekanisme tahapan, berkomitmen menjalankan rambu-rambu pemilu,” tutur Maimun.
Oleh karena itu, Maimun mengimbau, pimpinan parpol harus mau dan siap mengawasi, serta diawasi, juga melaporkan pelanggaran lengkap dengan ketentuan, prosedur dan bukti-bukti yang skuat.
“Dengan begitu kualitas pemilu 2024 akan lebih sehat, damai, tertib, adil, jujur dan terpercaya,” pungkasnya.[]










