Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Kota Xinjiang Miliki Tingkat Hukum Penjara Tertinggi di Dunia

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (16/05/2022) - 14:48 WIB
in INTERNASIONAL
0
Petugas polisi berdiri di pintu masuk luar Pusat Penahanan Urumqi No. 3 di Dabancheng di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang China barat pada 23 April 2021.

China mengandalkan sistem penahanan jangka panjang untuk jaga etnis Uighur terkendali

 BEIJING — Hampir satu dari 25 orang Uighur di sebuah kota di jantung Xinjiang, China, telah dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan terkait terorisme. Wilayah ini memiliki tingkat hukuman penjara tertinggi yang diketahui di dunia.


Sebuah daftar yang diperoleh dan sebagian diverifikasi oleh Associated Press mengutip nama-nama lebih dari 10.000 orang Uighur yang dikirim ke penjara hanya di wilayah Konasheher saja, satu dari lusin kota di Xinjiang selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, China telah melancarkan tindakan keras terhadap etnis yang sebagian besar umat Muslim dengan alasan melawan terorisme.


Daftar terperinci ini diperoleh oleh sarjana Xinjiang Gene Bunin dari sumber anonim yang menggambarkan diri mereka sebagai anggota mayoritas Han China yang menentang kebijakan pemerintah China di Xinjiang. Daftar itu diteruskan ke ahli bahasa Uighur yang diasingkan di Norwegia Abduweli Ayup.


Bocoran ini kemudian AP mengautentikasinya melalui wawancara dengan delapan orang Uighur yang mengenali 194 orang dalam daftar. Kemudian data pemberitahuan hukum, rekaman panggilan telepon dengan pejabat China dan pemeriksaan selamat, ulang tahun, dan nomor identitas menguatkan data tersebut.


Daftar tersebut sejauh ini adalah yang terbesar muncul hingga saat ini dengan nama-nama orang Uighur yang dipenjara. Data tersebut menegaskan pemerintah Beijing mengandalkan sistem penahanan jangka panjang untuk menjaga agar anggota etnis tersebut tetap terkendali, menggunakan hukum sebagai senjata represi.


Pejabat China mengumumkan penutupan pada  2019 atas kamp-kamp interniran di luar proses hukum jangka pendek dengan etnis Uighur dijebloskan tanpa tuduhan. Namun, meskipun perhatian terfokus pada kamp-kamp tersebut, ribuan orang lainnya masih mendekam selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun di penjara atas tuduhan terorisme yang dibuat-buat.

Petani Uighur, Rozikari Tohti, dikenal sebagai pria bersuara lembut, penyayang keluarga dengan tiga anak dan tidak tertarik sedikit pun pada agama. Sepupunya, Mihrigul Musa, terkejut mengetahui Tohti telah dijebloskan ke penjara selama lima tahun karena ekstremisme agama.


“Saya tidak pernah berpikir dia akan ditangkap. Jika Anda melihatnya, Anda akan merasakan hal yang sama. Dia sangat bersungguh-sungguh,” kata Musa yang sekarang tinggal di pengasingan di Norwegia.


Dari daftar tersebut, Musa menemukan adik Tohti, Abilkim Tohti, juga divonis tujuh tahun dengan tuduhan mengumpulkan masyarakat untuk mengganggu ketertiban sosial. Tetangga sebelah Tohti, seorang petani bernama Nurmemet Dawut, dijatuhi hukuman 11 tahun atas tuduhan yang sama serta menimbulkan pertengkaran dan memprovokasi masalah.


Wilayah Konasheher adalah ciri khas pedesaan Xinjiang selatan dan lebih dari 267.000 orang tinggal di wilayah itu. Menurut bocoran daftar, Hukuman penjara bagi etnis Uighur di seluruh wilayah itu bisa mencapai dua hingga 25 tahun, dengan rata-rata sembilan tahun.


Menurut orang-orang Uighur di pengasingan, orang-orang dalam daftar itu sebagian besar ditangkap pada tahun 2017, hukuman mereka sangat lama sehingga sebagian besar masih berada di penjara. Mereka yang tersapu datang dari semua lapisan masyarakat, termasuk laki-laki, perempuan, orang muda, dan orang tua. Mereka hanya memiliki satu kesamaan: Mereka semua adalah bagian dari etnis Uighur.


 


 


 


 


 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: chinaetnis uighurhukum penjara xinjiangterorismeuighurxinjiangxinjiang miliki hukum penjara tertinggi
ShareTweetPin
Previous Post

Sebanyak 20 Ribu Lebih Peserta Ikuti Tes UTBK Jalur SBMPTN di UPI

Next Post

Labelisasi BPA untuk Galon Isi Ulang, Begini Saran Kementerian Perindustrian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.