Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kemenkes: Tujuh Kasus Kematian Hepatitis Akut pada Rentang Usia Bayi Hingga 10 Tahun

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 20:31 WIB
in NASIONAL
0
Hepatitis akut misterius mengancam anak-anak. Komisi E DPRD berencana akan memanggil Kadinkes DKI terkait kasus hepatitis akut.

Hingga kini, total laporan, kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia ada 18 kasus.

 JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tujuh kasus kematian terkait penularan hepatitis akut misterius di Indonesia. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat sekaligus Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menerangkan, dari tujuh kasus itu, kematian terjadi pada rentang usia bayi hingga umur 10 tahun.


“Tujuh orang (meninggal), (Usia) 2 bulan sampai 10 tahun,” ungkap Nadia kepada Republika, Kamis (12/5/2022).


Dari jumlah kasus meninggal tersebut ,empat orang dari DKI Jakarta, Kalimantan Timur satu orang, Jawa Timur satu orang dan Sumatera Barat satu orang. Nadia memastikan, hingga kini, belum ada usia dewasa yang terpapar hepatitis akut. Namun, tak menutup kemungkinan usia dewasa juga dapat tertular.


Sebelumnya sempat tercatat ada dua kasus hepatitis akut pada pasien berusia di atas 20 tahun. Setelah diperiksa di laboratorium, para pasien bukan terjangkit hepatitis misterius yang dimaksud.


“Ada yang karena hasil pemeriksaan dia hepatitis A, B, DBD dan typoid, dua orang yang usia 20 tahun masuk kategori itu. Sehingga belum ada usia dewasa pada kasus yang dicurigai hepatitis akut di Indonesia ya,” imbuhnya.


Hingga kini, total laporan, kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia sudah menjadi 18 kasus. Sembilan diantaranya masih berstatus pending klasifikasi dan tujuh tidak masuk kriteria karena bukan hepatitis akut.


“Dan dua masih dalam pemeriksaan. Jadi itu semua data yang masuk secara nasional ya. Karena kita harus tetap hati-hati dalam melaporkan penyakit baru ya, karena belum tentu penyakit itu sesuai kriteria yang ditetapkan WHO,” ujar Nadia.


 


 


Adapun gejala yang dialami sejumlah pasien, di antaranya mual, muntah, diare. Itu biasa disebut sebagai gejala awal yang kemudian disusul dengan gejala lanjutan, seperti air kencing berwana pekat menyerupai warna teh dan buang air besar berwarna pucat.


“Mual, muntah, diare, kuning, buang air kecil seperti (warna) air teh dan buang ari besar pucat,” beber Nadia.


Dokter spesialis anak konsultan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Eva J Soelaeman mengakui, penularan hepatitis akut misterius sangatlah cepat.


“Infeksi (hepatitis akut misterius) cepat sekali,” ujar Eva saat mengisi konferensi virtual, Kamis.


Eva menjelaskan, ketika virus hepatitis akut misterius menular, membelah diri, tak lama kemudian kesadaran penderita menurun, dan akhirnya meninggal dunia. Padahal, dia melanjutkan, kasus hepatitis yang lain seperti hepatitis A dalam kurun waktu singkat bisa sembuh.


“Jadi, cepat sekali (penilarannya) dan kalau dicek laboratorium, SGPT dan SGOT itu sudah di atas 500,” katanya.


Oleh karena itu, dirinya sebagai tenaga kesehatan terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar jangan sampai penderita hepatitis akut misterius mengalami gejala lanjutan. Ia meminta keluarga atau orang tua supaya mengecek kelopak mata, warna air seni, dan BAB anaknya yang diduga menderita hepatitis akut misterius. Kemudian, segera berobat ke dokter supaya diperiksa fungsi hatinya.


“Untuk mencegah supaya hepatitis memburuk maka segera berobat ke dokter jika sudah mengalami mual, samping perut kanan atas sakit karena terjadi pembengkakan,” ujarnya.


 

 

Sumber: Republika

Tags: hepatitishepatitis akuthepatitis akut misteriushepatitis misteriuskemenkes
ShareTweetPin
Previous Post

Uni Eropa: Pemerintah Taliban tak Dengar Suara Rakyat Afghanistan

Next Post

Warga Jakarta Bisa Cetak KTP dan KIA dalam 15 Menit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.