Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Uni Eropa: Pemerintah Taliban tak Dengar Suara Rakyat Afghanistan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 20:24 WIB
in INTERNASIONAL
0
Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi anak perempuan Afghanistan, termasuk aturan mengenakan burqa di ruang publik, menunjukkan bahwa pemerintahan Taliban tak mendengarkan suara rakyatnya.

Penutupan sekolah bagi siswi Afghanistan timbulkan keraguan Uni Eropa pada Taliban.

 KABUL — Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi anak perempuan Afghanistan, termasuk aturan mengenakan burqa di ruang publik, menunjukkan bahwa pemerintahan Taliban tak mendengarkan suara rakyatnya. Hal itu membuat Uni Eropa yakin saat ini Afghanistan berada dalam cengkeraman “tren yang lebih terbelakang”.


Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi siswi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Afghanistan telah menimbulkan keraguan di tubuh Uni Eropa mengenai seberapa besar janji Taliban bisa diandalkan. “Sepertinya pemerintah tidak benar-benar mendengarkan rakyatnya,” ujarnya setelah mengakhiri kunjungan lima harinya ke Kabul, Kamis (12/5), dikutip laman Al Arabiya.


Saat menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu, Taliban memang berjanji akan memenuhi hak-hak dasar perempuan Afghanistan, termasuk dalam memperoleh pendidikan. Namun janji tersebut kini dipertanyakan komunitas global.


Niklasson turut menyoroti keputusan Taliban mewajibkan perempuan Afghanistan mengenakan burqa tradisional saat berada di ruang publik. Jika peraturan itu tak dipatuhi, saudara laki-laki dari perempuan terkait akan dihukum. Peraturan semacam itu pernah diterapkan Taliban saat memerintah Afghanistan pada 1996-2001.


Niklasson menekankan apa yang saat ini dibutuhkan dan diinginkan kaum perempuan Afghanistan adalah hak untuk bekerja, memperoleh pendidikan, dan akses ke fasilitas kesehatan. “Bukan instruksi tentang cara berpakaian,” ucapnya.


Terkait pendidikan, hingga kini Taliban belum mengumumkan kapan sekolah untuk siswi SMP dan SMA akan dibuka kembali. “Jika sekolah dibuka relatif segera di seluruh negeri di semua tingkatan untuk anak laki-laki dan perempuan, ini bisa menjadi langkah maju yang positif dan positif,” kata Niklasson.


Menurutnya, penghapusan larangan pendidikan bagi anak perempuan di Afghanistan akan menjadi perubahan dramatis. Apalagi jika hal itu dibarengi dengan jaminan untuk kebebasan sipil lainnya, termasuk perlindungan terhadap kelompok minoritas.


Niklasson yakin, jika Taliban mengambil langkah-langkah semacam itu, pemerintahannya bakal segera memoperoleh pengakuan dari dunia internasional. Sejak menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu, belum ada satu pun negara yang mengakui pemerintahan Taliban.  

Sumber: Republika

Tags: Afghanistanburqapenutupan sekolah bagi siswi afghanistansiswi afghanistantaliban wajibkan burqa
ShareTweetPin
Previous Post

Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Anak di Jakarta Selatan

Next Post

Kemenkes: Tujuh Kasus Kematian Hepatitis Akut pada Rentang Usia Bayi Hingga 10 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.