Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Uni Eropa: Pemerintah Taliban tak Dengar Suara Rakyat Afghanistan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 20:24 WIB
in INTERNASIONAL
0
Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi anak perempuan Afghanistan, termasuk aturan mengenakan burqa di ruang publik, menunjukkan bahwa pemerintahan Taliban tak mendengarkan suara rakyatnya.

Penutupan sekolah bagi siswi Afghanistan timbulkan keraguan Uni Eropa pada Taliban.

 KABUL — Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi anak perempuan Afghanistan, termasuk aturan mengenakan burqa di ruang publik, menunjukkan bahwa pemerintahan Taliban tak mendengarkan suara rakyatnya. Hal itu membuat Uni Eropa yakin saat ini Afghanistan berada dalam cengkeraman “tren yang lebih terbelakang”.


Niklasson mengatakan, ditutupnya sekolah bagi siswi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Afghanistan telah menimbulkan keraguan di tubuh Uni Eropa mengenai seberapa besar janji Taliban bisa diandalkan. “Sepertinya pemerintah tidak benar-benar mendengarkan rakyatnya,” ujarnya setelah mengakhiri kunjungan lima harinya ke Kabul, Kamis (12/5), dikutip laman Al Arabiya.


Saat menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu, Taliban memang berjanji akan memenuhi hak-hak dasar perempuan Afghanistan, termasuk dalam memperoleh pendidikan. Namun janji tersebut kini dipertanyakan komunitas global.


Niklasson turut menyoroti keputusan Taliban mewajibkan perempuan Afghanistan mengenakan burqa tradisional saat berada di ruang publik. Jika peraturan itu tak dipatuhi, saudara laki-laki dari perempuan terkait akan dihukum. Peraturan semacam itu pernah diterapkan Taliban saat memerintah Afghanistan pada 1996-2001.


Niklasson menekankan apa yang saat ini dibutuhkan dan diinginkan kaum perempuan Afghanistan adalah hak untuk bekerja, memperoleh pendidikan, dan akses ke fasilitas kesehatan. “Bukan instruksi tentang cara berpakaian,” ucapnya.


Terkait pendidikan, hingga kini Taliban belum mengumumkan kapan sekolah untuk siswi SMP dan SMA akan dibuka kembali. “Jika sekolah dibuka relatif segera di seluruh negeri di semua tingkatan untuk anak laki-laki dan perempuan, ini bisa menjadi langkah maju yang positif dan positif,” kata Niklasson.


Menurutnya, penghapusan larangan pendidikan bagi anak perempuan di Afghanistan akan menjadi perubahan dramatis. Apalagi jika hal itu dibarengi dengan jaminan untuk kebebasan sipil lainnya, termasuk perlindungan terhadap kelompok minoritas.


Niklasson yakin, jika Taliban mengambil langkah-langkah semacam itu, pemerintahannya bakal segera memoperoleh pengakuan dari dunia internasional. Sejak menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu, belum ada satu pun negara yang mengakui pemerintahan Taliban.  

Sumber: Republika

Tags: Afghanistanburqapenutupan sekolah bagi siswi afghanistansiswi afghanistantaliban wajibkan burqa
ShareTweetPin
Previous Post

Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Anak di Jakarta Selatan

Next Post

Kemenkes: Tujuh Kasus Kematian Hepatitis Akut pada Rentang Usia Bayi Hingga 10 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
jemaah haji 2023

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Jemaah, Fasilitas Hampir Rampung 98 Persen

Selasa (21/04/2026) - 15:33 WIB
Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.