Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Waduhhh…..Depok Darurat Sampah, Mencoba Alternatif RDF

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (01/05/2022) - 07:36 WIB
in NASIONAL
0
Seorang bocah melihat sampah yang terbawa aliran air dan menyangkut di salah satu jembatan di Kali Pesanggrahan, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/3/2022). Sampah menyangkut tersebut membuat aliran air kali terhambat dan menyebabkan banjir di kawasan itu.

Sampah menumpuk tak terangkut petugas kebersihan, sehingga kerap tercium bau busuk.

 Ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta turut membantu mengurangi volume sampah, membuat warga Kompleks Villa Pertiwi di RW 13 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok berinisiatif membentuk kelompok Bank Sampah. Kelompok ini bernama Bank Sampah Unit Villa Pertiwi (BSUV) 13.


Bank Sampah tersebut merupakan satu dari 50 Bank Sampah yang ada di wilayah Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Keberadaan Bank Sampah selain dibentuk pemerintah juga dibentuk berdasarkan kesepakatan warga, karena keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sudah overload atau kelebihan kapasitas.


“Sampah menumpuk tak terangkut petugas kebersihan, sehingga kerap tercium bau busuk sampah. Solusinya harus ada pemilahan sampah. Lalu, kami buat program pemilahan sampah, ada yang organik dan anorganik. Di Bank Sampah ini akan diolah sampah-sampah dari rumah tangga yang bersifat anorganik,” ujar Camat Cilodong, Supomo di Kantor Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Senin (18/4/2022).


Menurut Supomo, banyak manfaat yang dihasilkan dari Bank Sampah. Terutama dalam pengolahan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi. Keberadaan Bank Sampah dapat menghasilkan uang bagi warga. 


“Pemilahan sampah memiliki banyak manfaat bagi individu dan masyarakat. Salah satunya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mindset masyarakat harus diubah bahwa sampah bukan lagi musibah tapi berubah menjadi berkah jika dapat diolah dengan baik,” tuturnya.


Supomo mengutarakan, pihaknya sangat mendukung pembentukan Bank Sampah untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Termasuk, mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah.


“Pembentukan Bank Sampah tidak semudah yang dibayangkan, perlu ada dukungan dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan bebas sampah dan bersih,” kata dia. 


Oleh sebab itu, pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2023 pelaku Bank Sampah dan masyarakat diberi kesempatan untuk mengusulkan kebutuhan terkait pengolahan sampah. Pelatihan pemilahan sampah akan kami lakukan sampai ke tingkat RW, sehingga benar-benar kami mendorong masyarakat langsung turun aksi memilah sampah organik dan anorganik di rumahnya,” jelasnya.


Di wilayah Kecamatan Cilodong, lanjut Supomo, akan diupayakan pada 2022 ini, ada 69 Bank Sampah dan ditargetkan setiap RW ada satu Bank Sampah. “Kami harapkan ada satu RW, ada dua atau tiga Bank Sampah, tapi kami akan mendukung tiap RW minimal terbentuk satu Bank Sampah,” ungkapnya. 


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok sangat mendorong terbentuknya Bank Sampah di tingkat kelurahan hingga RW. Langkah ini untuk mengatasi masalah persampahan di Kota Depok. Hal ini juga terkait sudah tak tertampungnya sampah yang di buang ke TPA Cipayung.


“Kami terus mendorong terbentuknya Bank Sampah di tingkat kelurahan. Berdasarkan data terakhir jumlah Bank Sampah di Kota Depok mencapai 925 kelompok yang tersebar di 63 kelurahan,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati.


Selain itu, untuk mengatasi darurat sampah, DLHK Kota Depok juga mendorong terbentuknya Unit Pengolahan Sampah (UPS) di setiap kelurahan. Saat ini, sudah ada 30 UPS organik di Kota Depok dan akan terus dioptimalkan. 


“Yang baru saja dioperasionalkan adalah pengolahan sampah setempat menjadi bahan bakar atau palet pengganti kayu bakar. Mudah-mudahan upaya ini bisa mengurangi produksi sampah dari masyarakat yang masuk ke TPA Cipayung,” ujarnya.


Diungkapkan Ety, dengan adanya Bank Sampah dan UPS cukup membantu terjadinya pengurangan sampah yang dibuang ke TPA Cipayung sebanyak 30 persen. Namun, saat ini, tetap saja TPA Cipayung tidak mampu menampung volume sampah yang saat ini sudah mencapai 1.500 ton per harinya. 


“Rencana membuang sebagian sampah, 1.000 ton sampah di TPA Cipayung ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor belum juga terlaksana, sehingga membuat saat ini Kota Depok darurat sampah,” ungkapnya. 


Kepala UPTD TPA Cipayung, Ardan mengatakan, TPA Cipayung sudah melebihi kapasitas untuk menampung sampah di Kota Depok. Setiap harinya, sampah di Kota Depok mencapai 1.500 ton. Namun, hanya 900 ton sampah yang bisa di tampung TPA Cipayung. 


“Hanya 900 ton sampah yang dapat masuk ke TPA Cipayung, sedangkan  sampah organik di tampung di TPS di wilayah Kota Depok untuk dijadikan pupuk,” ujar Ardan.


Dia menjelaskan, saat ini, pihaknya mencari cara untuk mengurangi kapasitas sampah ke TPA Cipayung yang hanya memiliki luas sekitar 4,5 hektar untuk menampung sampah dari luas keseluruhan 10 hektare. 


“Untuk menampung sampah hanya seluas 4,5 hektare, sisa lahannya untuk UPS. Untuk itu, kami buat terobosan lain mengurangi beban sampah yakni membuat sampah menjadi bahan bakar produksi menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF). Nantinya sampah akan dijadikan bahan bakar produksi yang saat ini akan bekerja sama dengan salah satu pabrik semen PT Semen Cibinong,” jelas Ardan.


DLHK Kota Depok telah mengajukan permohonan pelaksanaan pengembangan metode RDF kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Pemerintah Pusat. “Metode RDF sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban kapasitas sampah di TPA Cipayung,” tegas Ardan.


 


 


 

Sumber: Republika

Tags: alternatif rdfbank sampahdepok darurat sampahtpa bantargebangtppas nambo belum beroperasi
ShareTweetPin
Previous Post

Anies Sholat Id di JIS Sekaligus Soft Launching Stadion Berkapasitas 82 Ribu Penonton

Next Post

Menlu Rusia Sebut Pencabutan Sanksi Jadi Syarat Damai dengan Ukraina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
BBPOM Aceh Temukan Jamu Tanpa Izin Edar saat Razia di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman

BBPOM Aceh Temukan Jamu Tanpa Izin Edar saat Razia di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman

Kamis (04/06/2026) - 14:54 WIB
Wagub Aceh Terima Audiensi MPU, Bahas Keseragaman Penerapan Hukum Mawaris

Wagub Aceh Terima Audiensi MPU, Bahas Keseragaman Penerapan Hukum Mawaris

Kamis (04/06/2026) - 14:50 WIB
Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.