Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home KAMPUS

UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional, Ungguli Kampus Top di Riset Hukum

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (31/03/2026) - 14:00 WIB
in KAMPUS
0
Pendaftaran Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030 Dibuka 14 Maret

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Foto: Humas UIN

Banda Aceh – Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menempati peringkat kedua nasional bidang hukum dalam Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026.

Posisi ini menempatkan UIN Ar-Raniry di atas sejumlah kampus besar, sekaligus menjadi sinyal menguatnya daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam dalam riset berbasis publikasi ilmiah.

Dalam pemeringkatan tersebut, Universitas Airlangga berada di posisi pertama, diikuti UIN Ar-Raniry. Peringkat berikutnya ditempati Universitas Sebelas Maret dan Universitas Indonesia.

Sejumlah kampus lain yang masuk 10 besar antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Diponegoro.

Secara global, UIN Ar-Raniry berada di kisaran peringkat 131 untuk bidang hukum. Capaian ini membuatnya melampaui sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran dalam indikator yang sama.

Pemeringkatan Scimago didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial. Penilaian ini mengacu pada data publikasi ilmiah terindeks Scopus, sitasi, serta kolaborasi internasional.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Profesor Mujiburrahman mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari penguatan berkelanjutan dalam ekosistem riset kampus.

“Capaian ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam lanskap riset nasional. PTKIN yang sebelumnya berada di pinggiran kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurut Mujib, penguatan riset dilakukan melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengembangan jurnal bereputasi, serta perluasan kolaborasi internasional.

“Atas capaian ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum beserta seluruh jajaran atas kerja keras dan kontribusi aktif dalam meraih prestasi gemilang ini,” ujarnya.

Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional melalui sistem Science and Technology Index (SINTA). Dari jumlah tersebut, empat jurnal telah terindeks Scopus kuartil satu (Q1), yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita.

Salah satu jurnal, El-Usrah, yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry tercatat sebagai jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk 50 besar dunia dalam pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.

Capaian ini melanjutkan tren positif peningkatan reputasi riset UIN Ar-Raniry. Dalam SIR 2025, kampus dengan tagline “Kampus Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri” tersebut menempati peringkat keempat nasional pada kategori kinerja riset, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa.

Pada tahun yang sama, dua dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Profesor Kamaruzzaman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil penguatan budaya publikasi di lingkungan fakultas.

“Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” kata Kamaruzzaman.

Menurutnya, indikator Scimago yang berbasis data publikasi menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem riset di lingkungan PTKIN mulai menunjukkan hasil yang signifikan.[]

Tags: acehkampuspenelitianriset hukumuin ar-raniry
ShareTweetPin
Previous Post

Kak Na Ajak Pengurus Dekranasda Inventarisir Pengrajin Terimbas Bencana Aceh

Next Post

Gubernur Aceh Kecam Aksi Preman di Polda Metro Jaya, Minta Penegakan Hukum Tegas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
jemaah haji 2023

Ini Desain Gelang Jemaah Haji 2026, Dilengkapi Nomor Paspor hingga Kloter

Jumat (17/04/2026) - 17:55 WIB
Pasutri di Banda Aceh Tampung Motor Curian, Polisi Tangkap Pelaku dan 9 Barang Bukti

Pasutri di Banda Aceh Tampung Motor Curian, Polisi Tangkap Pelaku dan 9 Barang Bukti

Jumat (17/04/2026) - 16:00 WIB
Berikut Biaya Perjalanan Haji 2025 untuk Jemaah Aceh

Bereh, Dua Madrasah di Banda Aceh Masuk Daftar Top 100 Sekolah Terbaik 2026

Jumat (17/04/2026) - 15:50 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.