BANDA ACEH – Gelaran akbar pariwisata kuliner kebanggaan masyarakat Serambi Mekkah, Aceh Culinary Festival (ACF) 2026, dipastikan akan berlangsung semakin meriah. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya untuk menyukseskan acara yang dijadwalkan pada 11-14 September 2026 mendatang.
Dukungan kuat ini disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, saat menerima audiensi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, pada Senin (10/8/2026).
Perempuan yang akrab disapa Kak Na ini menegaskan bahwa TP PKK Aceh tidak akan setengah hati dalam mendukung event berskala besar ini. Menurutnya, kolaborasi antar-instansi sangat penting untuk mengangkat potensi daerah. “TP PKK Aceh tentu sangat siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh, dalam upaya menyukseskan kegiatan Aceh Culinary Festival 2026,” ujar Kak Na.
Sebagai langkah konkret, Kak Na akan segera menginstruksikan seluruh jajarannya di daerah untuk ikut berpartisipasi aktif.
“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pengurus TP PKK tingkat kabupaten dan kota agar menyosialisasikan event ini di wilayah masing-masing. Tentu saja, tujuannya agar setiap daerah turut mengirimkan perwakilannya ke ajang ACF 2026,” tambahnya.
Kehadiran perwakilan dari 23 kabupaten/kota se-Aceh dipastikan akan menjadi daya tarik utama ACF tahun ini. Istri Gubernur Aceh tersebut menilai hal ini sebagai peluang emas untuk mempromosikan ragam kekayaan makanan khas Aceh yang sangat bervariasi dari ujung timur hingga pesisir barat.
Setiap daerah memiliki keunikan bumbu dan filosofi kuliner masing-masing, yang semuanya siap memanjakan lidah para pengunjung ACF 2026.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Safrizal, Kepala Disbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, memaparkan laporan terkait kesiapan pelaksanaan ACF 2026.
Dedy menekankan bahwa Aceh Culinary Festival adalah medium promosi strategis untuk menunjukkan wajah budaya Aceh yang utuh kepada wisatawan nasional maupun mancanegara. “ACF tentu menjadi sarana yang sangat tepat bagi Aceh untuk mempromosikan adat budaya kita yang beragam. Kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya Aceh bukan hanya tentang tari-tarian atau kain wastra, tetapi juga kulinernya yang sangat beraneka ragam dan patut diperhitungkan di kancah global,” pungkas Dedy.








