Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Tinjau Perumdam Tirta Daroy, Bakri Siddiq Harap Pelayanan Lebih Optimal

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (13/07/2022) - 21:20 WIB
in DAERAH
0
Tinjau Perumdam Tirta Daroy, Bakri Siddiq Harap Pelayanan Lebih Optimal

BANDA ACEH | LENSA KITA – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq, mengharapkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy agar dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya 53 ribu lebih pelanggan setianya.

Hal tersebut disampaikan Bakri Siddiq di sela-sela peninjauan unit Water Treatment Plant (WTP) Perumdam Tirta Daroy di kawasan Lambaro, Aceh Besar. “Karena air adalah kebutuhan dasar, dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Bakri Siddiq, Rabu (13/7/2022).

Begitu tiba di WTP Lambaro, Bakri langsung meninjau instalasi pengolahan air minum dari hilir ke hulu. Mantan Kabiro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini juga mengecek progres pembangunan reservoir baru berkapasitas 2.000 meter kubik di sana.

Selama peninjauan, pj wali kota yang turut didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jalaluddin dan Kabag Administrasi Perekonomian Setdako Banda Aceh Irwan, mendapat penjelasan teknis dari Dirut Perumdam Tirta Daroy T Novizal Aiyub, Direktur Teknik Irwandi, dan Direktur Administrasi dan Keuangan Samirul Fuadi.

Hasil peninjauannya, Bakri mengungkapkan kapasitas produksi air Perumdam Tirta Daroy sudah mencapai 700 liter per detik. Sejatinya, angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jika kita compare dengan penduduk kota -50.000 lebih pelanggan- normalnya 500 liter per detik sudah cukup,” ucap dia.

Namun yang menjadi problem, dalam proses distribusi masih terjadi kebocoran air yang mencapai 30 persen dari total kapasitas produksi. “Ini sangat besar, sekitar 200 liter per detik kebocorannya. Kalau begitu, tidak semua air yang kita produksi, mengalir sampai ke rumah para pelanggan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, problem yang kedua, air jernih layak minum produksi WTP Lambaro, berubah warna dan berbau saat keluar dari keran rumah warga.

“Ini juga berdasarkan sejumlah komplain warga yang masuk ke saya. Punca masalahnya adalah sistem perpipaan yang sudah usang, punya tahun 70-an. Banyak yang rusak atau bocor sehingga air tanah bisa masuk,” sebutnya.

Belum lagi kendala keterbatasan produksi pada musim kemarau -Agustus hingga Oktober, “Akibat debit air sungai Krueng Aceh berkurang yang selama ini menjadi sumber air baku WTP Lambaro ” sebutnya lagi seraya berharap kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan air sesuai kebutuhan sehingga tidak mubazir.

Menyikapi kondisi tersebut, Bakri menyebutkan harus ada tindak lanjut secara cepat. Pihaknya pun mengharapkan dan akan melobi pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk ‘hadir’ dalam bentuk budgeting.

“Sebenarnya dalam kondisi normal, pemko juga harus ada sharing berupa penyertaan modal kepada Perumdam Tirta Daroy,” tuturnya.

Terkait dengan kinerja Perumdam Tirta Daroy sendiri, Bakri menilai sudah bagus dan berupaya maksimal.

“Hanya saja, perlu lebih mengoptimalkan lagi pelayanan kepada masyarakat, karena yang menilai kan masyarakat. Menyangkut pelayanan publik, dari persentase 100, jika ada 10% saja yang komplain, kita belum sukses,” ungkapnya.

Hal lainnya, Bakri juga mengungkapkan, masih sedikit perusahaan air minum milik pemerintah daerah di Indonesia yang bisa mendapatkan keuntungan atau profit.

“Dan kita bersyukur juga Tirta Daroy sudah bisa break event, meningkatkan profit, bahkan menyumbang PAD. Tapi saya menekankan dan ingin perumdam kita mandiri dulu dan melayani masyarakat dengan optimal,” katanya.[]

Tags: bakri siddiqPemko Banda AcehPerumdam tirta daroypj wali kota banda aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Gandeng Progate, Universitas Syiah Kuala Fokus Sains Data

Next Post

Badminton Kapolda Aceh Cup 2022 Resmi Bergulir, PBSI: Bentuk Dukungan Kemajuan Bulu Tangkis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.