Senin, September 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Sulitnya Karantina Pasien Covid-19 di Shanghai

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (11/04/2022) - 08:05 WIB
in INTERNASIONAL
0
Warga berjalan di pedestrian yang kosong di Shanghai, China, Senin (29/3/2022). Shanghai melakukan karantina wilayah dua tahap terhadap 26 juta penduduknya pada Senin.

Shanghai menggandakan kebijakan karantina Covid-19

SHANGHAI — Lu yang berusia 99 tahun adalah penghuni lama di rumah sakit Perawatan Lansia Donghai Shanghai. Keluarganya yakin bahwa dia mendapatkan perawatan 24 jam di pusat kesehatan terbesar di kota itu.

Gambaran tersebut terjadi sebelum Covid-19 melanda kota terbesar China bulan lalu dan menjadi wabah terburuk di negara itu sejak virus Corona dilaporkan pertama kali di Wuhan pada akhir 2019. Virus ini berhasil menginfeksi banyak pasien, dokter, dan pekerja perawatan di fasilitas 1.800 tempat tidur Shanghai.

Penjaga memposting teriakan minta tolong di media sosial, mengatakan mereka kewalahan. Kerabat mengatakan bahwa ada beberapa kematian di tempat tersebut. Termasuk Lu yang menderita penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi kemudian tertular Covid.

Meskipun Lu tidak memiliki gejala, dia dipindahkan ke fasilitas isolasi, keluarganya diberitahu pada 25 Maret. Menurut cucu Lu, kakeknya meninggal di sana tujuh hari kemudian, penyebab kematian terdaftar sebagai kondisi medis yang mendasarinya.

Dari berbagai pertanyaan yang dimiliki tentang hari-hari terakhir Lu, salah satunya mengapa pasien lanjut usia harus dikarantina secara terpisah. Mereka harus jauh dari petugas perawatan yang paling akrab dengan kondisi para lansia itu hanya karena aturan ketata karantina yang berlaku di Cina.

Ketika Lu dikarantina, keluarga bertanya, “Siapa yang akan merawatnya? Apakah akan ada petugas perawatan, dokter?” kata cucunya.

Menurut cucu Lu, neneknya  bukan orang yang bisa hidup mandiri. “Jika petugas perawatan memiliki Covid dan tidak ada gejala, mengapa mereka tidak bisa tetap bersama? Kekacauan dan tragedi yang terjadi di Shanghai kali ini benar-benar bermuara pada kebijakan yang kejam,” katanya.

Kekecewaan cucu Lu ini mencerminkan banyak orang dengan kebijakan China tanpa toleransi terhadap Covid-19. Setiap orang yang dites positif harus dikarantina di tempat isolasi khusus, entah mereka menunjukkan gejala atau tidak.

Shanghai telah menjadi ujian bagi kebijakan ketat negara itu. Karantina rumah bukanlah suatu pilihan dan sampai kemarahan publik mendorong perubahan, Shanghai memisahkan anak-anak yang positif dari orang tua mereka.

Dari 1 Maret hingga 9 April, pusat keuangan China ini telah melaporkan sekitar 180.000 infeksi menular lokal. Sebanyak 96 persen di antaranya tidak menunjukkan gejala dan pemerintah tidak melaporkan kematian selama periode tersebut.

Sumber: Republika

Tags: covid 19 di chinacovid 19 di shanghaikarantina covid 19karantina di shanghai
ShareTweetPin
Previous Post

Legislator Muda Ismail Bachtiar Berbagi Motivasi kepada Santri Albayan Hidayatullah

Next Post

Pemerintah dan DPR Disebut Keras Kepala Soal Pemekaran Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Senin (21/09/2026) - 13:24 WIB
Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Minggu (20/09/2026) - 17:11 WIB
Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Minggu (20/09/2026) - 15:55 WIB
Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Sabtu (19/09/2026) - 23:46 WIB
Fesmed Selat Malaka Dibuka di Batam, AJI Soroti Tantangan Jurnalis di Wilayah Kepulauan

Fesmed Selat Malaka Dibuka di Batam, AJI Soroti Tantangan Jurnalis di Wilayah Kepulauan

Sabtu (19/09/2026) - 14:05 WIB
Illiza Dorong Daerah Aktif Bangun Jejaring Internasional 

Illiza Dorong Daerah Aktif Bangun Jejaring Internasional 

Kamis (17/09/2026) - 18:28 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.