Selasa, September 1, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Sepak Terjang Tentara Bayaran di Timur Tengah: Amerika Serikat dan Rusia Biang Keladinya?

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (20/08/2023) - 14:20 WIB
in INTERNASIONAL
0
Tentara bayaran Rusia, Grup Wagner (ilustrasi). Tentara bayaran mempunyai misi yang berbeda-beda di Timur Tengah

#image_title

 JAKARTA – Perusahaan militer swasta transnasional memanfaatkan krisis kematian keamanan yang dialami oleh banyak negara Arab. 


Perusahaan memasuki “pasar ” dengan imbalan miliaran dolar yang dibayarkan kepada mereka dan tentara bayaran yang mereka rekrut dari berbagai negara. 


Tentu saja, yang direkrut adalah yang sudah piawai bertempur sampai berdarah-darah. Mungkin seperti Jason Statham atau Keanu Reeves di berbagai film action yang mereka bintangi, atau mungkin aktor Korea Selatan Lee Jung-jae saat membintangi film ‘Operation Chromite’. 


Ada dua perusahaan militer dan keamanan swasta yang terkenal di dunia, dan masing-masing dari dua negara yang berbeda. Pertama adalah Blackwater Amerika, dan kedua ialah Wagner Rusia. Keduanya aktif atas nama negara dan tentara untuk berusaha mengurangi pengeluaran dan menghindari rasa malu diplomatik dan pertanggungjawaban hukum. 

 


Ketika kejahatan perang terjadi, negara-negara ini berusaha menghindarinya dengan meminta pertanggungjawaban perusahaan swasta atas pertempuran yang tidak terkendali. 


Sejumlah perusahaan militer swasta juga aktif di dunia Arab. Mereka eksis di banyak negara dengan nama berbeda, di samping ratusan perusahaan militer lokal dan internasional lainnya. 


Perusahaan militer melakukan misi tempur, merekrut tentara bayaran, dan mendukung tentara bersenjata dan milisi di lapangan. Sedangkan perusahaan keamanan berfokus pada melindungi aset pribadi dan fasilitas, pelatihan, saran keamanan, intelijen, dan perang dunia maya. Tugas perusahaan militer mungkin tumpang tindih dengan keamanan dan terkadang berintegrasi. 


Kementerian Luar Negeri Prancis memperkirakan nilai pendapatan perusahaan keamanan swasta mencapai 400 miliar dolar AS atau sekitar Rp 7.000 triliun. 


Adapun menurut studi yang dilakukan oleh peneliti Yordania Walid Abdel-Hay, total keuntungan perusahaan-perusahaan keamanan swasta di dunia Arab sebesar 45 miliar dolar AS atau sekitar Rp 675 triliun, antara 2011 sampai 2014. 


Blackwater Amerika dan Wagner Group Rusia, adalah di antara perusahaan militer swasta paling terkenal yang merekrut tentara bayaran untuk berperang di tempat-tempat bermasalah di Arab. 


Nama “Blackwater” muncul dengan pendudukan Amerika serikat di Irak pada 2003, dan sekaligus mendapatkan kontrak keamanan perusahaan di negara tersebut. 


Baca juga: Upaya Para Nabi Palsu Membuat Alquran Tandingan, Ada Ayat Gajah dan Bulu


Blackwater didirikan pada 1997 menurut undang-undang Amerika Serikat oleh Erik Prince, mantan perwira di Korps Marinir.


Karena skandal yang mengikutinya selama pendudukan Irak, Blackwater mengubah namanya menjadi Xe Service pada 2009. Kemudian berganti nama lagi menjadi “Akademik” pada tahun 2011, setelah diakuisisi oleh perusahaan pesaing dan ada di bawah bendera grup induk “Constellis”, yang aktif di 20 negara dan mempekerjakan lebih dari 16 ribu orang, menurut data perusahaan.


Aktivitas “Blackwater”, dengan nama barunya, saat ini terkonsentrasi di Yaman. Menurut laporan banyak media, termasuk “New York Times“, pendiri Black Water Erik Prince menandatangani kontrak dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi untuk berperang di Yaman pada pihak koalisi Arab.

Sumber: Republika

Tags: amerika serikatblackwater amerika serikatgaji tentara bayaranperusahaan tentara bayaran timur tengahrusiatentara bayarantentara bayaran amerika serikattentara bayaran rusiatentara bayaran timur tengahtimur tengahwagner group rusia
ShareTweetPin
Previous Post

Chairul Azman Pimpin PW Persatuan Islam Aceh 2023-2028

Next Post

Meski Jokowi Sebut Kaesang tak Maju di Depok, Relawan: Dukungan Terus Membesar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Kapolresta Banda Aceh Diganti, Sejumlah Kapolres di Aceh Ikut Dimutasi

Senin (31/08/2026) - 13:50 WIB
USK dan PEMANGKU Kenalkan Ecoprint Berbasis Mangrove di Mangrove Park Lampulo

USK dan PEMANGKU Kenalkan Ecoprint Berbasis Mangrove di Mangrove Park Lampulo

Senin (31/08/2026) - 13:47 WIB
Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Minggu (30/08/2026) - 16:07 WIB
Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Sabtu (29/08/2026) - 14:51 WIB
Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Sabtu (29/08/2026) - 14:47 WIB
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Sabtu (29/08/2026) - 14:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.