Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Sensus Ekonomi 2026 Potret Daya Saing Usaha hingga Ekonomi Lingkungan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (19/02/2026) - 21:28 WIB
in EKONOMI
0
Sensus Ekonomi 2026 Potret Daya Saing Usaha hingga Ekonomi Lingkungan

Sensus Ekonomi 2026. Foto: (Dok. BPS)

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh akan menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. SE 2026 bertujuan menyediakan gambaran menyeluruh kondisi perekonomian wilayah, mengidentifikasi persoalan riil dunia usaha dan daya saingnya, serta memotret fenomena ekonomi baru seperti ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Selain itu, sensus ini juga mengukur kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional. Untuk mendekatkan SE2026 kepada masyarakat, BPS turut memperkenalkan maskot “Bung Itung”, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan sensus.

Data hasil SE2026 nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan peneliti, hingga masyarakat luas. BPS Aceh menegaskan pentingnya peran data berkualitas dalam mendukung pengambilan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Sensus Ekonomi adalah program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan setiap 10 tahun oleh BPS, sejak 1986,1996, 2006, 2016, dan 2026. Sensus ini bakal menghadirkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif.

Adapun yang menjadi responden dalam sensus ini antara lain, perusahaan; restoran, supermarket, hotel, bank, jasa konstruksi, PAM, dan lain-lain. Kemudian pemerintah; sekolah, rumah sakit, dan panti sosial. Rumah tangga; usaha online, sektor non formal. Selanjutnya, lembaga non profit; tempat ibadah, ormas/orsospol/PMI, YLKI, dan lain-lain.

Isu-isu penting yang akan dijawab oleh SE2026 adalah, daya saing usaha, peta perekonomian wilayah dari sisi level maupun struktur ekonomi, UMKM dan konstribusinya terhadap perekonomian nasional, penerapan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan, hingga persoalan dunia usaha untuk merencanakan strategi pengembangan usaha termasuk mencari peluang usaha baru dan target pasar.

Potret Ekonomi Aceh dari Sensus Ekonomi 2016

Berdasarkan data BPS, hasil pendataan UMKM dan UMB di Aceh berjumlah 426 881 yang tersebar ke dalam 13 kategori usaha. Hasil pendataan usaha/perusahaan baik untuk kategori Usaha Mikro Kecil (UMK) & Usaha Menengah Besar (UMB) menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di Provinsi Aceh berjumlah 1 172 055 yang sebagian besar masih terkonsentrasi di provinsi besar di pulau Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur khususnya untuk sektor usaha perdagangan dan industri.

Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Kebijakan Nasional

Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis dalam membaca kondisi riil perekonomian nasional. Sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan pemerintah, termasuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Politisi Partai Golkar itu menilai sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali merupakan momentum penting yang tidak hanya merekam perkembangan ekonomi nasional sejak 2016, tetapi juga menjadi indikator awal arah kebijakan pemerintahan Presiden baru.

“Karena ini dilakukan per 10 tahun, maka sensus ekonomi menjadi momen yang sangat ditunggu. Data yang dihasilkan diharapkan benar-benar menggambarkan kondisi riil ekonomi, sekaligus dapat menjadi indikator perubahan dalam satu tahun terakhir pemerintahan Presiden baru,” ujar Karmila saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (29/1/2026), dalam rangka mengawal persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, dikutip Lensakita.com, Kamis (19/2/2026).

Ia menekankan, kualitas data hasil sensus sangat menentukan efektivitas perencanaan pembangunan nasional. Menurutnya, ketepatan data menjadi kunci agar anggaran negara yang telah dialokasikan tidak terbuang percuma.

“Supaya efisien dana APBN yang sudah dikerahkan, maka standar pertanyaan dan pendataan harus disesuaikan dengan realitas yang ingin dilihat dari program pemerintah saat ini,” tegas Legislator Daerah Pemilihan Riau I tersebut.

Karmila juga menyoroti besarnya cakupan Sensus Ekonomi 2026 yang melibatkan sekitar 250 ribu petugas di 514 kabupaten/kota dengan kondisi geografis yang sangat beragam. Karena itu, ia mendorong adanya standar yang jelas dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petugas lapangan.

Selain itu, Karmila menegaskan peran strategis BPS sebagai penyedia data tunggal nasional. Menurutnya, keberhasilan sensus akan memberikan manfaat besar karena hasilnya akan digunakan tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh dunia usaha, perbankan, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Kalau sensus ini sukses, maka seluruh sektor, baik pemerintah maupun swasta, akan menggunakan satu data dari BPS. Ini penting agar kita tidak salah dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa BPS telah melakukan perencanaan sensus sejak tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pendataan lapangan akan berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan dengan pengawasan ketat terhadap kualitas data.

“Atas dasar perencanaan yang telah kami susun, pendataan akan dilakukan selama 2,5 bulan. Dalam periode itu, petugas harus benar-benar fokus agar hasil yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Ateng.

Ia mengungkapkan, pada Sensus Ekonomi 2026 BPS merekrut lebih dari 251 ribu petugas yang akan melakukan pendataan hingga ke satuan lingkungan setempat. Setiap petugas telah melalui simulasi beban kerja agar proses pendataan tetap realistis dan terukur.

“Kami sudah melakukan uji coba dan simulasi. Hitungannya, satu petugas dapat menyelesaikan satu hingga dua satuan lingkungan setempat per minggu. Dengan pengaturan waktu tersebut, pendataan sangat memungkinkan untuk diselesaikan tepat waktu,” katanya.

Ateng menambahkan, data hasil sensus nantinya akan menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal.

“Jika sensus ekonomi berjalan sukses dan datanya sesuai dengan kondisi lapangan, maka hasilnya akan sangat bermanfaat dalam mendukung perencanaan pembangunan ke depan,” katanya.[]

Reporter: Fakhrurrazi

Tags: acehbadan pusat statistikbps acehdata ekonomisensus ekonomi 2026
ShareTweetPin
Previous Post

Ramadan 1447 Hijriah, Omzet Pedagang Peci di Masjid Raya Baiturrahman Meningkat

Next Post

Pesantren Jurnalistik AJI Banda Aceh Kembali Dibuka Selama Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Tim PMKI USK-UB-UNP Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pantan Kemuning

Tim PMKI USK-UB-UNP Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pantan Kemuning

Kamis (16/07/2026) - 21:18 WIB
Haji Uma Minta Menteri ESDM Evaluasi dan Cabut IUP Tambang di Beutong Ateuh Banggalang

Haji Uma Minta Menteri ESDM Evaluasi dan Cabut IUP Tambang di Beutong Ateuh Banggalang

Kamis (16/07/2026) - 16:22 WIB
Peringati Hari Anak Nasional, Wawako Sabang Tegaskan Komitmen Cegah Kekerasan terhadap Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Wawako Sabang Tegaskan Komitmen Cegah Kekerasan terhadap Anak

Kamis (16/07/2026) - 16:06 WIB
Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional

Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional

Kamis (16/07/2026) - 15:58 WIB
Buruh Perkebunan Sawit Terus Terpinggirkan

Aceh Tetapkan Harga TBS Sawit Terbaru, Wilayah Timur Capai Rp3.718 per Kilogram

Kamis (16/07/2026) - 15:36 WIB
Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Aceh Besar

Tim Rimueng Koetaradja Bekuk Dua Pelaku Curanmor, Penadah Masih Diburu

Kamis (16/07/2026) - 15:18 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.