Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Sebuah Pesantren di Tasikmalaya Selatan Mulai Kesulitan Air Bersih

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (24/08/2023) - 18:53 WIB
in NASIONAL
0
Warga Kota Sukabumi, Jawa Barat yang terdampak kekeringan mengantri untuk mendapatkan pasokan air bersih. Sebuah pondok pesantren di Tasikmalaya selatan, Jabar mulai kesulitan air bersih.

#image_title

 TASIKMALAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan prediksi bahwa musim kemarau pada tahun ini akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, musim kemarau kali ini akan disertai fenomena El Nino.


Sejumlah warga di beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) juga telah melaporkan mulai mengalami kesulitan untuk mencari air bersih, salah satunya di Kabupaten Tasikmalaya. Di daerah itu, laporan kesulitan air bersih sudah masuk dari wilayah selatan, khususnya Kecamatan Cipatujah. 


“Kekurangan air sudah ada laporan. Beberapa daerah selatan sudah melaporkan kesulitan air bersih karena debit air berkurang,” kata Bupati Tasikmalaya Ade Sugiato, Kamis (24/8/2023).


Kendati demikian, kesulitan air bersih yang dialami warga di selatan Kabupaten Tasikmalaya diklaim masih dapat diatasi. Ade menyebut belum ada wilayah di Tasikmalaya yang sampai mengalami kekeringan.


“Mudah-mudahan tidak sampai kekeringan,” kata dia.


Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya sebenarnya telah melakukan antisipasi bencana kekeringan sejak lama. Antisipasi itu dilakukan dengan cara melakukan pemasangan pompa air di beberapa titik wilayah rawan kekeringan dalam beberapa tahun terakhir. 


Namun, menurut dia, musim kemarau kali ini diperkirakan akan lebih parah lantaran adanya fenomena El Nino. “Kami sudah siapkan keadaan darurat apabila diperlukan. Pasokan air akan disiapkan untuk mengatasi kekeringan,” ujar Ade.


Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Sapa’at mengatakan, sejauh ini pihaknya baru menerima laporan kesulitan air bersih dari sebuah pondok pesantren di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. BPBD disebut telah mendistribusikan air bersih ke pesantren itu untuk kebutuhan para santri.


“Jadi santri di sana sudah kesulitan air bersih. Kami sudah salurkan dengan memenuhi semua bak di sana. Kalau ada permintaan lagi, kami akan distribusi lagi,” kata dia saat dikonfirmasi Republika, Kamis (24/8/2023).


Sebelumnya, BPBD juga menerima laporan permintaan air bersih dari sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada bulan lalu. Namun, distribusi air bersih itu dilakukan karena di pesantren tersebut sedang melaksanakan kegiatan yang cukup besar.


Menurut Sapa’at, sementara ini laporan baru ada satu laporan warga kesulitan air bersih, yaitu dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cipatujah. Karenanya, Pemkab Tasikmalaya masih belum menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. 


Kendati demikian, ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi bencana kekeringan. Pasalnya, diprediksi musim kemarau kali ini akan lebih kering. 


“Kami sudah koordinasi dengan PDAM untuk menyiapkan peralatan. Kami juga akan bekerja sama dengan damkar apabila armada yang ada kurang. Personel juga sudah disiapkan,” kata dia. 


Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dalam menggunakan air. Apabila mulai kesulitan air bersih, masyarakat dapat melaporkan ke aparat desa setempat agar bisa segera ditindaklanjuti. 


“Kami juga imbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, agar airnya bisa tetap digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” kata dia.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, bencana kekeringan di daerah itu baru kembali terjadi sejak 2020. Pasalnya, selama 2021-2022, BPBD Kabupaten Tasikmalaya tak pernah menerima laporan dari masyarakat yang kesulitan air bersih. 


Dari data yang sama, setidaknya terdapat 117 laporan bencana kekeringan sejak 2013 hingga 2022. Kekeringan yang paling banyak terjadi adalah pada 2015 dengan 76 laporan. Sementara itu, pada 2017 dan 2018 masing-masing terdapat 11 dan 25 laporan kekeringan.


Setelah itu, pada 2019 terdapat 63 laporan bencana kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya. Setelahnya, pada 2020 terdapat dua laporan bencana kekeringan. 


Wilayah kecamatan yang paling banyak melaporkan bencana kekeringan adalah Tanjungjaya dengan 11 kejadian sejak 2013-2022. Setelahnya, ada Kecamatan Parungponteng dan Cigalontang dengan masing-masing sembilan kejadian bencana kekeringan.


Selain itu, kekeringan juga terjadi dengan masing-masing lima laporan di Kecamatan Karangnunggal, Karangjaya, dan Sukarame. Sedangkan Kecamatan Manonjaya, Cikatomas, Cipatujah, Cisayong, dan Rajapolah, melaporkan masing-masing empat kejadian bencana kekeringan selama sejak 2013.


Selama periode itu, hanya ada empat kecamatan yang tak pernah ada laporan kejadian bencana kekeringan. Empat kecamatan itu adalah Kadipaten, Ciawi, Pancatengah, dan Sodonghilir.

Sumber: Republika

Tags: bencana kekeringankekeringan jabarkekeringan pondok pesantrenpondok pesantren krisis air
ShareTweetPin
Previous Post

Pemukim Yahudi Usir Penduduk di Desa Palestina di Tepi Barat

Next Post

Panas Berkepanjangan Menimbulkan Kondisi tak Menguntungkan Bagi Pertanian Musim Dingin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.