Jumat, Agustus 7, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Rusia Luncurkan Pendarat Bulan untuk Temukan Air

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (11/08/2023) - 17:23 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pendaratan di bulan. Ilustrasi

#image_title

 MOSKOW — Rusia meluncurkan pesawat ruang angkasa pendaratan bulan pertamanya dalam 47 tahun pada Jumat (11/8/2023). Pengiriman ini upaya untuk menjadi negara pertama yang melakukan soft landing di kutub selatan bulan, wilayah yang diyakini memiliki kantong air es.

Misi bulan Rusia yang pertama sejak 1976 ini berlomba melawan India. New Delhi telah meluncurkan pendarat bulan Chandrayaan-3 bulan lalu. Sebelum dua negara itu, Amerika Serikat (AS) dan Cina telah memiliki program eksplorasi bulan lanjutan yang menargetkan kutub selatan bulan.

Sebuah roket Soyuz 2.1v yang membawa pesawat Luna-25 meluncur dari kosmodrom Vostochny, 5.550 km timur Moskow pada pukul 02:11 pada Jumat waktu setempat. Badan antariksa Rusia Roscosmos mengkonfirmasi, tingkat atasnya meningkatkan mendarat dari orbit Bumi menuju bulan lebih dari satu jam kemudian.

Kepala Roscosmos Yuri Borisov menyatakan kepada media Rusia Interfax, pendarat itu diperkirakan akan mendarat di bulan pada 21 Agustus. Badan antariksa Rusia Roscosmos sebelumnya menetapkan 23 Agustus sebagai tanggal pendaratan.

“Sekarang kita akan menunggu tanggal 21. Saya berharap pendaratan mulus yang sangat tepat di bulan akan terjadi,” kata Borisov kepada para pekerja di kosmodrom Vostochny setelah peluncuran.

Pesawat kira-kira seukuran mobil kecil ini bertujuan untuk beroperasi selama satu tahun di kutub selatan bulan. Para ilmuwan di NASA dan badan antariksa lainnya dalam beberapa tahun terakhir telah mendeteksi jejak air es di kawah gelap di kawasan itu.

Ada banyak manfaat dalam misi Luna-25. Istana Kremlin mengatakan, sanksi Barat atas perang Ukraina banyak di antaranya menargetkan sektor kedirgantaraan Rusia telah gagal melumpuhkan ekonomi negara tersebut.

Moonshot yang telah direncanakan Rusia selama beberapa dekade juga akan menguji kemandirian bangsa yang tumbuh di ruang angkasa setelah invasi Ukraina pada Februari 2022. Perang Ukraina memutuskan hampir semua hubungan ruang angkasa Rusia dengan Barat, selain peran integralnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Badan Antariksa Eropa telah merencanakan untuk menguji kamera navigasi Pilot-D dengan memasangkannya ke Luna-25. Namun badan itu memutuskan hubungannya dengan proyek tersebut setelah Rusia menginvasi Ukraina.

“Aspirasi Rusia terhadap bulan tercampur dalam banyak hal berbeda. Saya pikir pertama dan terutama, ini adalah ekspresi kekuatan nasional di panggung global,” kata profesor sejarah di Fordham University Asif Siddiqi.

Astronot AS Neil Armstrong menjadi terkenal pada 1969 karena menjadi orang pertama yang berjalan di bulan. Namun misi Luna-2 Uni Soviet adalah pesawat ruang angkasa pertama yang mencapai permukaan bulan pada 1959 dan misi Luna-9 pada 1966 adalah yang pertama untuk melakukan soft landing di sana. Moskow kemudian fokus menjelajahi Mars dan sejak jatuhnya Uni Soviet 1991, Rusia belum mengirimkan penyelidikan ilmiah ke luar orbit bumi.

Kekuatan besar seperti AS, Cina, India, Jepang, dan Uni Eropa semuanya telah menyelidiki bulan dalam beberapa tahun terakhir. Pendaratan bulan Jepang gagal tahun lalu dan misi Israel gagal pada 2019.

Tidak ada negara yang melakukan soft landing di kutub selatan. Misi India, Chandrayaan-2, gagal pada 2019. Medan yang berat membuat pendaratan di area tersebut sulit, tetapi hadiah penemuan es air bisa bersejarah karena dapat digunakan untuk mengekstraksi bahan bakar dan oksigen, serta digunakan untuk air minum.

“Dari sudut pandang sains, tugas terpenting, sederhananya, adalah mendarat di tempat yang belum pernah didarati orang lain,” kata kepala kelompok perencanaan peralatan ilmiah Luna-25 Maxim Litvak.

“Ada tanda-tanda es di tanah area pendaratan Luna-25, ini terlihat dari data dari orbit,” katanya menjelaskan Luna-25 akan bekerja di bulan setidaknya selama satu tahun bumi, mengambil sampel.

Roscosmos mengatakan, dibutuhkan waktu lima hari untuk terbang ke bulan. Pesawat itu akan menghabiskan lima hingga tujuh hari di orbit bulan sebelum turun ke salah satu dari tiga kemungkinan lokasi pendaratan di dekat kutub.


Jadwal yang menyiratkan bahwa pesawat itu bisa menyamai atau mengalahkan saingannya dari India ke permukaan bulan. Chandrayaan-3 akan menjalankan eksperimen selama dua minggu.

Dengan massa 1,8 ton dan membawa peralatan ilmiah seberat 31 kg. Luna-25 akan menggunakan sekop untuk mengambil sampel batuan dari kedalaman hingga 15 cm untuk menguji keberadaan air beku. 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: badan antariksa rusiamisi ke bulan pertama rusiamisi ke bulan rusiaroscosmosrusia luncurkan misi ke bulan
ShareTweetPin
Previous Post

Jawaban Jansen untuk Yenny Wahid: Cawapres Anies Bukan Bagian dari Rezim

Next Post

ECOWAS Pertimbangkan Intervensi Militer di Niger dengan Siagakan Pasukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Zulkifli Apresiasi Peresmian Culture Park Kota Sabang, Perkuat Semangat Gotong Royong

Zulkifli Apresiasi Peresmian Culture Park Kota Sabang, Perkuat Semangat Gotong Royong

Jumat (07/08/2026) - 15:43 WIB
Lapas Blangpidie Mulai Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an

Lapas Blangpidie Mulai Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an

Jumat (07/08/2026) - 15:40 WIB
Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar

Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar

Jumat (07/08/2026) - 15:29 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Diperiksa Divpropam Mabes Polri

Jumat (07/08/2026) - 00:37 WIB
Kunjungi Aceh, Wapres Gibran Pantau Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum

Kunjungi Aceh, Wapres Gibran Pantau Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum

Kamis (06/08/2026) - 23:47 WIB
Kak Na Promosi Wisata Surfing dan Hadiri Perayaan HUT ke-53 BAS Simeulue

Kak Na Promosi Wisata Surfing dan Hadiri Perayaan HUT ke-53 BAS Simeulue

Kamis (06/08/2026) - 23:31 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.