Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

ECOWAS Pertimbangkan Intervensi Militer di Niger dengan Siagakan Pasukan

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (11/08/2023) - 17:37 WIB
in INTERNASIONAL
0
Blok regional ECOWAS memerintahkan pengaktifan pasukan siaga pada Kamis (10/8/2023).

#image_title

 DAKAR — Negara-negara Afrika Barat menyusun rencana untuk kemungkinan intervensi militer di Niger. Tindakan ini menyusul kudeta militer dan keengganan junta melakukan dialog dengan pihak luar, termasuk Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

Blok regional ECOWAS memerintahkan pengaktifan pasukan siaga pada Kamis (10/8/2023). Status ini untuk kemungkinan digunakan melawan junta baru, dengan menyatakan semua opsi termasuk tindakan militer dipertimbangkan.

Militer Nigeria menggulingkan mantan Presiden Mohamed Bazoum pada 26 Juli, kudeta ketujuh di Afrika Barat dan Tengah dalam tiga tahun. Tindakan ini meningkatkan momok lebih banyak kerusuhan di wilayah miskin yang memerangi pemberontakan milisi ekstreme.

ECOWAS mengatakan, semua upaya diplomatiknya sejauh ini telah ditolak oleh junta. Setelah pertemuan puncak para kepala negara ECOWAS di ibu kota Nigeria, Abuja, Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara mengatakan, menganggap penahanan Bazoum sebagai aksi teroris. Dia berjanji untuk memasok satu batalion pasukan ke pasukan tersebut.

Ditanya berapa banyak pasukan yang akan dilibatkan, seorang juru bicara tentara Pantai Gading mengatakan, satu batalion terdiri dari 850 tentara. Negara-negara lain belum mengatakan berapa banyak pasukan yang bisa mereka sediakan, jika ada.

Analis keamanan mengatakan, pasukan ECOWAS bisa memakan waktu berminggu-minggu atau lebih lama untuk berkumpul, berpotensi meninggalkan ruang untuk negosiasi. Pasukan Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman, dan Italia ditempatkan di Niger sebagai bagian dari perang melawan pemberontakan milisi.

ECOWAS, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan negara-negara Barat menekan junta untuk mundur. Sementara pemerintah militer di negara tetangga Mali dan Burkina Faso mengatakan akan mendukung negara kaya uranium tersebut.

Prancis mengatakan, sepenuhnya mendukung semua kesimpulan pertemuan ECOWAS. Namun masih tidak jelas dukungan yang dapat diberikannya untuk intervensi potensial apa pun.

Mengulangi dukungan untuk upaya ECOWAS, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, AS akan meminta pertanggungjawaban junta atas keselamatan Bazoum dan keluarganya. Uni Eropa juga menyerukan pembebasannya segera.

“Presiden Bazoum telah mengabdikan hidupnya untuk memperbaiki kondisi rakyat Niger. Tidak ada yang membenarkan perlakuan seperti itu,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan, telah berbicara dengan Bazoum minggu ini. Lembaga itu menyatakan, presiden yang digulingkan itu ditahan oleh junta bersama istri dan putranya mengklaim di tahanan tidak manusiawi dan kejam.

“Putra saya sakit, memiliki kondisi jantung yang serius, dan perlu ke dokter. Mereka menolak untuk membiarkan dia mendapatkan perawatan medis,” ujar HRW mengutip ucapan Bazoum kepada mereka.

HRW mengatakan, Bazoum memberi tahu perwakilannya bahwa tidak memiliki listrik sejak 2 Agustus. Dia juga tidak diizinkan untuk bertemu keluarga dan teman yang ingin membawakan perbekalan. 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: ecowasjunta militer nigerkudeta militer nigerpasukan siaga ecowas
ShareTweetPin
Previous Post

Rusia Luncurkan Pendarat Bulan untuk Temukan Air

Next Post

Kode Jokowi yang Dinilai Mendukung Prabowo Maju Capres 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.