Rabu, September 2, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

'Rusia Adopsi Kebijakan Represif Era Soviet Terhadap Tatar Krimea'

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (20/05/2022) - 23:15 WIB
in INTERNASIONAL
0
Rusia menjadikan Tatar Krimea sebagai sasaran kebijakan represif yang sama dengan era Soviet, kata pemimpin Tatar Krimea

Perang melawan Ukraina beri kesempatan untuk mengakhiri pendudukan Rusia di Krimea

KIEV — Rusia menjadikan Tatar Krimea sebagai sasaran kebijakan represif yang sama dengan era Soviet, kata pemimpin Tatar Krimea pada Kamis (19/5/2022).

Mustafa Abdulcemil Kirimoglu, yang juga seorang wakil di parlemen Ukraina, berbicara kepada Anadolu Agency pada peringatan 78 tahun deportasi Tatar Krimea dari tanah air bersejarah mereka ke Siberia oleh pemimpin Soviet Joseph Stalin pada tahun 1944.


Apa yang terjadi pada tahun 1944 adalah genosida Tatar Krimea, kata Kirimoglu.


Dia mencatat bahwa hingga 46 persen populasi yang dideportasi kehilangan nyawa mereka dalam dua tahun pertama.


Kirimoglu mengatakan pemerintah Soviet melakukan upaya untuk menghapus jejak warisan Tatar di Krimea dengan melarang bahasa mereka, bahkan menghancurkan kuburan.


Dengan latar belakang ini, katanya, Tatar Krimea, berjuang untuk kembali ke tanah air dan mendapatkan kembali hak-hak mereka selama sekitar 50 tahun.


Mengacu pada pencaplokan ilegal Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, Kirimoglu menegaskan bahwa Rusia melakukan kebijakan penindasan yang sistematis terhadap Tatar Krimea.


Akibatnya, lebih dari 30.000 dari mereka melarikan diri dari semenanjung, sementara beberapa dari mereka yang tinggal terbunuh atau hilang, ungkapnya.


Dia mengatakan Rusia melalui kebijakan teror bertujuan untuk memaksa Tatar Krimea, yang terdiri dari 13 persen dari populasi, keluar dari semenanjung.


Tentang perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina, dia mengatakan bahwa invasi Rusia tidak berjalan seperti yang diharapkan atau direncanakan.


Kirimoglu mencatat bahwa perang menghadirkan peluang bagi pembebasan Krimea dari pendudukan Rusia.


Peningkatan jumlah penduduk Krimea, sekitar 95 persen sekarang, mendukung berakhirnya pendudukan Rusia, terangnya.


Kirimoglu juga memuji dukungan Turki untuk Ukraina dan Tatar Krimea dan menggarisbawahi bahwa Turki tidak mengakui pencaplokan Krimea oleh Rusia.


Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014. Saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.


Etnis Tatar Krimea telah menghadapi penganiayaan sejak pengambilalihan semenanjung oleh Rusia pada 2014, yang dikecam oleh Turki.


Turki dan AS, serta Majelis Umum PBB, memandang pencaplokan itu sebagai tindakan ilegal.


Kirimoglu dan presiden Majelis Nasional Tatar Krimea, Refat Cubarov, dilarang memasuki semenanjung itu setelah pencaplokan.


Majelis Nasional Tatar Krimea dicap sebagai “organisasi ekstremis” dan kegiatannya dilarang.


Sekitar 2.500 Tatar Krimea yang memiliki hubungan langsung dengan majelis tersebut dan setiap orang yang memiliki hubungan dengannya menjadi anggota “organisasi ekstremis”.


Karena tekanan dari pemerintah Rusia, ribuan Tatar Krimea harus meninggalkan semenanjung.


Penangkapan Tatar Krimea di rumah dan masjid mereka berlanjut dengan tuduhan bahwa mereka adalah anggota “organisasi teroris.”

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/rusia-adopsi-kebijakan-represif-era-soviet-terhadap-tatar-krimea/2592838

Sumber: Republika

Tags: Anadoluera SovietrusiaTatar Krimea
ShareTweetPin
Previous Post

Dua Bulan Beraksi, Pelaku Skimming WNA Asal Latvia Curi Rp 1,2 Miliar

Next Post

Hadiri Rapimnas, Otto Tegaskan Dirinya Ketua Umum Peradi yang Sah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Rabu (02/09/2026) - 21:17 WIB
Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Rabu (02/09/2026) - 21:00 WIB
Kapal Pesiar Kembali Singgahi Sabang, Kali Ini Bawa 477 Penumpang

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:50 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Impor Aceh Melonjak 214,46 Persen pada Juli 2026, AS Jadi Negara Asal Terbesar

Rabu (02/09/2026) - 20:46 WIB
Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Rabu (02/09/2026) - 20:41 WIB
Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

Penumpang Pesawat Domestik di Bandara SIM Naik 1,36 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.