Banda Aceh – Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh memperkuat layanan Satyagatra Bungong Jeumpa sebagai pilar pelayanan publik dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Layanan Satyagatra di Aula Perwakilan BKKBN Aceh, Senin (20/4/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menyatakan layanan Satyagatra harus hadir secara nyata dan mudah diakses oleh masyarakat. Menurutnya, kualitas layanan keluarga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul.
“Keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya adalah fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Karena itu, layanan Satyagatra harus mampu hadir secara nyata, mudah diakses, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan keluarga di masyarakat,” kata Safrina dalam keterangan tertulis, diterima Lensakita.com, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, penguatan layanan tidak hanya berfokus pada akses, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang profesional, inklusif, dan berintegritas.
“Melalui penguatan koordinasi, pemanfaatan layanan digital, dan kolaborasi lintas sektor, kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan berdampak. Ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung ZI WBK menuju WBBM,” katanya.
Rapat koordinasi tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri dari mitra kerja, konselor Satyagatra, serta pengelola layanan internal BKKBN Aceh. Forum ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan mutu layanan konsultasi dan konseling keluarga berbasis terpadu.
Pelayanan Satyagatra kini juga didukung platform digital seperti WhatsApp, Zoom Meeting, dan Google Meet. Selain itu, mekanisme layanan telah distandarisasi, mulai dari identifikasi kebutuhan, penjadwalan, pelaksanaan konseling, hingga pencatatan dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
Ketua Tim Kerja KSPK, Dina Astita, menilai Satyagatra memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan keluarga yang semakin kompleks.
“Ketahanan keluarga adalah kunci. Melalui Satyagatra, kita hadir memberikan akses layanan yang komprehensif agar keluarga mampu beradaptasi, mandiri, dan menjalankan fungsinya secara optimal,” ungkap Dina.
Satyagatra atau Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) menyediakan berbagai layanan, mulai dari komunikasi, informasi, edukasi, konsultasi, konseling, hingga rujukan berbasis siklus hidup keluarga, seperti pranikah, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, remaja, lansia, hingga pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja ZI WBK/WBBM, Fenny Silfia Putri, menekankan pentingnya tata kelola layanan yang transparan dan akuntabel dalam mewujudkan pelayanan prima.
“Pelayanan publik harus inklusif, transparan, dan akuntabel. Standar pelayanan yang jelas, waktu layanan yang pasti, serta mekanisme pengaduan yang responsif menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan prima,” jelasnya.
Dalam upaya penguatan layanan, BKKBN Aceh juga mengintegrasikan Satyagatra dengan lima program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN, yakni TAMASYA, GENTING, GATI, SuperApps Keluarga Indonesia, dan Lansia Berdaya. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pengasuhan, pencegahan stunting, penguatan peran ayah, serta pemberdayaan lansia.
Safrina berharap, melalui rapat koordinasi ini, sinergi antara pengelola dan konselor semakin kuat sehingga layanan Satyagatra Bungong Jeumpa dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang terbangun semakin kuat, sehingga layanan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.[]










