Minggu, September 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Ribuan Imigran Rohingya Mendarat di Aceh, Ada Apa?

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (12/12/2023) - 15:04 WIB
in OPINI
0
Ribuan Imigran Rohingya Mendarat di Aceh, Ada Apa?

Magister Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, Farina Islami. Foto: Dok Pribadi

Oleh: Farina Islami

Beberapa bulan terakhir, publik dikejutkan oleh kedatangan ratusan warga Rohingya ke wilayah Aceh. Meskipun mereka tiba tidak dalam satu waktu dalam jumlah besar, namun kedatangan mereka bersifat berangsur-angsur. Setiap kali mendarat, jumlahnya mencapai ratusan orang dan tersebar di beberapa titik di sepanjang pesisir Aceh. Kehadiran mereka ini tidak dapat dianggap sebagai kejadian yang terjadi secara kebetulan atau tanpa sengaja, dan hal ini tentu saja menimbulkan rasa curiga di kalangan penduduk lokal Aceh.

Pertanyaan yang muncul di benak masyarakat adalah apa motif sebenarnya di balik kedatangan massal warga Rohingya ini. Jika ini hanya kejadian terdampar dan tanpa disengaja, seharusnya tidak mungkin terulang berkali-kali dengan pola yang sama. Rasa ingin tahu dan kekhawatiran masyarakat lokal semakin meningkat seiring berlanjutnya waktu dan terus bertambahnya jumlah warga Rohingya yang tiba di Aceh.

Tidak hanya memunculkan pertanyaan tentang alasan kedatangan mereka, tetapi juga mengundang spekulasi dan perbincangan di berbagai lapisan masyarakat Aceh. Ini menjadi isu yang perlu diungkap secara transparan dan mendalam agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang situasi ini. Kejadian tersebut juga menyoroti pentingnya kerjasama antarlembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat lokal untuk mengatasi dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang mungkin timbul akibat kedatangan warga Rohingya ini.

Warga Rohingya saat ini sudah mencapai ribuan di Aceh dan ini bukan menjadi kali pertama Aceh menerima kedatangan mereka. Pada tahun 2020 juga sempat terjadi penerimaan secara besar-besaran oleh warga Aceh. Ironisnya, banyak warga Rohingya yang melarikan diri dari tempat penampungan dan tidak diketahui dimana keberadaannya saat ini, padahal pemerintah Aceh memberikan tempat dan makanan bagi mereka.

Tahun 2023 menjadi periode yang penuh kontroversi di Aceh seiring terus meningkatnya jumlah warga Rohingya yang tiba, memicu perdebatan dan pro kontra di kalangan masyarakat setempat. Bahkan, gelombang protes mencapai puncaknya dengan terjadinya demo besar-besaran yang dilakukan oleh penduduk Aceh untuk menolak penampungan warga Rohingya di desa-desa mereka.

Puncak ketegangan terjadi pada 16 November 2023, ketika ratusan pengungsi Rohingya tiba di Bireuen, hanya untuk dihadapkan pada penolakan keras dari warga setempat. Demonstrasi protes mengiringi kedatangan mereka, mencerminkan ketidaksetujuan dan kekhawatiran masyarakat terhadap kehadiran para pengungsi. Akibatnya, rombongan tersebut terpaksa bertolak ke pesisir pantai kawasan Ulee Madon, Aceh Utara, sebagai upaya mengatasi konflik yang muncul.

Kedatangan terakhir warga Rohingya ini menyulut api protes dan penolakan dari warga setempat, yang merasa tidak nyaman dengan tingkah laku dan dampak yang ditimbulkan oleh imigran Rohingya. Keadaan semakin rumit karena persepsi negatif terhadap kelompok ini menjadi semakin kuat di masyarakat Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya terbatas pada aspek kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran di tengah-tengah komunitas lokal.

Kondisi ini menuntut adanya penanganan yang hati-hati dan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Kesadaran akan pentingnya dialog dan pemahaman bersama perlu ditingkatkan agar Aceh dapat mengatasi tantangan ini dengan bijaksana dan menghindari eskalasi konflik yang lebih lanjut.Namun, aksi ini belum mendapatkan respon mutakhir dari berbagai pihak baik dari pemerintah Aceh maupun dari Pemerintah pusat. Padahal sudah banyak negara yang menutup pintu untuk menerima pengungsi ke negara mereka seperti Malaysia, Singapura dan Australia.

Tentunya sebagai pemerintah daerah Aceh mengalami tekanan dari bawah dan atas serta dari berbagai pihak. Masyarakat menolak kehadiran warga Rohingya didesa mereka sedangkan Amnesty Internasional Usman Hamid  mendesak agar pemerintah Aceh menerima pengungsi tersebut. Padahal Presiden Indonesia sudah menegaskan bahwa indonesia tidak menandatangani Konvensi Pengungsi, sehingga menampung mereka sebenarnya bukanlah kewajiban, hanya karena dasar kemanusiaan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal juga menyampaikan bahwa penerimaan warga Rohingya hanya atas dasar kemanusiaan, Indonesia tidak memiliki kewajiban menampung mereka sehingga penampungan yang diberikan hanya jangka pendek dan tidak bersifat permanen.

Secara logika, kedatangan imigran Rohingya sudah sangat mencurigakan, terlebih melihat respon dari Badan PBB yaitu UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) yang terus mendesak Pemerintah Aceh untuk menerima warga Rohingya padahal sudah jelas Indonesia tidak termasuk ke dalam negara yang menandatangani konvensi PBB tentang pengungsi.

Ada apa dengan kedatangan imigran ini masih menjadi misteri, bahkan ironisnya ada yang mengaitkan dengan sindikat perdangan orang. Ketidakpastian dan kontroversi yang mengitarai kedatangan besar-besaran warga Rohingya di Aceh memunculkan kebutuhan mendesak untuk respon yang tepat dan cepat dari pemerintah. Kondisi ini seakan menjadi PR bersama bagi masyarakat Indonesia, terutama warga Aceh, yang kini dihadapkan pada dampak sosial dan potensi gangguan terhadap tatanan masyarakat dan kesejahteraan lokal.

Sehingga diharapkan pentingnya respon yang efektif oleh pemerintah dan dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana dan menyeluruh untuk menangani situasi ini. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan kelompok masyarakat terkait untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Penulis adalah mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Tags: acehFarina IslamiheadlineOpinirohingyaUGM
ShareTweetPin
Previous Post

Ketua MUI Sumut Terima Audiensi DD Waspada Bahas Penyaluran ZISWAF

Next Post

DWP Kota Sabang Diharapkan Tetap Produktif Dukung Kinerja ASN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Sabtu (05/09/2026) - 20:32 WIB
Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Sabtu (05/09/2026) - 10:45 WIB
BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

Jumat (04/09/2026) - 21:47 WIB
BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

Jumat (04/09/2026) - 12:41 WIB
Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Kamis (03/09/2026) - 15:38 WIB
Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Kamis (03/09/2026) - 15:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.