JAKARTA | LENSA KITA – Anggota Komisi VI DPR RI, Rafli minta PT Pertamina (Persero) segera menarik tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 Kg yang sudah tidak layak pakai di seluruh wilayah Aceh dan menggantinya dengan yang baru.
Rafli mengatakan, saat ini ribuan tabung gas LPG yang rusak menumpuk diparkir di SPPBE yang ada di wilayah Aceh dan tidak kunjung diganti.
Sementara tabung yang beredar di tengah masyarakat kondisinya sudah sangat parah dan tidak layak edar. Anggota Dewan asal Aceh memperkirakan kondisi serupa juga juga ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kita sudah sampaikan kepada Pertamina berulang kali. Di dalam rapat kemarin kembali kita tegaskan agar Pertamina segera menarik tabung LPG yang sudah tidak layak edar. saya melihat langsung ribuan tabung rusak terparkir di SPBE dan tidak diganti. Saya yakin kondisi ini juga mungkin ditemukan diseluruh Indonesia,” kata Rafli, Selasa (31/5/2022).
Selanjutnya Rafli juga menduga sejumlah kecelakaan kerja, seperti kebakaran kilang dan storage bbm yang beberapa kali dialami Pertamina, juga terkait dengan budaya kerja yang cenderung melakukan pembiaran dan hilangnya sensitifitas terhadap masalah safety.
“Saya ingin mengatakan bahwa mungkin seperti inilah kinerja Pertamina hari ini. Tidak lagi responsif terhadap prinsip-prinsip safety, cenderung ceroboh dan tidak profesional. Ruh Pertamina yang dulu dikenal profesional dan membanggakan seakan kini menghilang entah kemana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rafli juga menyoroti potensi persaingan tidak sehat antara stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan Pertashop.
Dia mengakui keberadaan Pertashop merupakan upaya membuka akses energy bagi seluruh masyarakat yang jauh dari SPBU.
Namun niat baik itu akan berubah menjadi bom waktu jika kemudian memicu persaingan tidak sehat akibat sejumlah rambu ketentuan dilanggar.
“Jadi Pertamina Aceh jangan asal tunjuk titik. Apalagi ada indikasi praktek calo yang melibatkan oknum di internal Pertamina, yang dapat memuluskan rekomendasi dan izin dengan imbalan. Ini tidak boleh, dan jangan bermain-main tentang ini,” tutup Rafli.










