GAYO LUES | LENSA KITA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,1 terjadi di daerah Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues. Gempa terjadi pada kedalaman 5 kilometer pada Selasa (31/5/2022) pukul 08.10 WIB.
Titik pusat gempa dilaporkan berada di 15 km dari barat daya Gayo Lues. Titik koordinat gempa berada di 3.86 derajat Lintang Utara (LU) dan 97.33 derajat Bujur Timur (BT) atau pada Koordinat: 3.86 LU-97.33 BT.
BMKG melaporkan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Belum ada informasi mengenai kerusakan yang timbul akibat gempa ini.
Tetapi beberapa masyarakat merasakan getaran sekitar II – III MMI atau goncangan cukup kuat dan dirasakan hampir seluruh masyarakat di Blang Kejeren.
Menurut Seismologist BMKG Andrean Simanjuntak, gempa Blang Kejeren pada pagi hari ini kedalamannya cukup dangkal yaitu 5 km.
“Sehingga bisa dikaitkan dengan aktivitas seismik dari sesar aktif Tripa yang memanjang dari Takengon sampai Aceh Tenggara dengan perkiraan panjang sesar 100 – 150 Km,” kata Andrean.
Andrean mengatakan, Sesar Tripa merupakan bagian dari Sistem Sesar Sumatra yang terbentuk akibat subduksi miring Lempeng Oseanik Indo-Australia yang menunjam Lempeng Benua Eurasia dengan laju geser 5-6 cm/tahun.
Aktivitas seismik yang berlangsung lama membentuk zona creeping, air terjun Rerebe, morfologi Sungai Kuala Tripe, struktur pull-apart basin Kutacane sebagai manifestasi geomorfologi sesar Tripa.
Andre menyebutkan, secara geologi Sesar Tripa tersegmentasi dalam lima bagian dan cukup aktif dengan pergerakan sekitar 1-2 cm/tahun pada arah menganan serta sanggup membangkitkan gempa dengan skala magnitudo 6-7.
Historis gempa merusak terakhir pada sesar Tripa Beberapa gempa kuat dengan magnitudo 4.5 pada 06 Oktober 2019 dan 5.0 pada 29 Mei 2017, keduanya dirasakan 3-4 MMI.
“Fenomena lainnya yaitu terdapat aktivitas swarm pada September 2020 di selatan Blang Kejeren, yang mana distribusi gempa swarm terjadi dalam rentang waktu cukup lama,” katanya.
Peningkatan seismisitas pada daerah Gayo Lues dan sekitarnya patut diwaspadai karena dalam rentang dekade inj belum ada gempa skala magnitudo diatas 6.
Sementara gempa besar terakhir yaitu gempa Bener Meriah 2013 tetapi berada pada bagian utara Blang Kejeren dan dirasakan sangat kuat.
Umumnya, gempa bumi sepanjang sesar Tripa pada daerah Blang Kejeren didominasi oleh gempa-gempa dangkal yang terjadi pada bagian kerak atas bumi dengan mekanisme dekstral dan sudut strike nya pada arah Barat Laut-Tenggara.
Andrean menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dalam menanggapi informasi yang tidak benar.
“Gempa yang terjadi barusan tidak diikuti oleh fenomena tsunami dan gempa susulan hingga pada pagi menjelang siang ini serta tidak ada laporan kerusakan,” ujarnya.
Dia menambahkan, masyarakat diminta bisa memahami kondisi kegempaan didarah tempat tinggal, selalu waspada dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa bumi dari media sosial BMKG dan kanal-kanal berita yang valid.










