Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Potensi Tembakau Aceh Memerlukan Hubungan Baik Petani dan Produsen

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (20/02/2024) - 11:38 WIB
in DAERAH
0
tembakau aceh

Perempuan pekerja di PT Hawa Makmu Beurata sedang melinting tembakau. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)

Banda Aceh– Aceh memiliki tanah yang subur dan dapat ditumbuhi banyak tanaman yang mampu mengangkat pendapatan daerah. Tak terkecuali tembakau yang tumbuh subur di beberapa wilayah, salah satunya di Desa Lam Beugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Chief Executive Officer (Ceo) PT Hawa Makmu Beurata, Taufikul Hadi, merupakan pengusaha olahan tembakau yang dijadikan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Desa Lam Beugak. Taufik mengaku terinspirasi dari ayahnya yang merupakan petani tembakau sejak 1982.

“Terinspirasi dari sosok sang ayah yang sudah menjadi petani tembakau dari tahun 1982 di Desa Lam Beugak,” ujarnya, Senin (19/2/2024).

tembakau aceh
Sigaret Kretek Tangan (SGT) yang diproduksi oleh PT Hawa Makmu Beurata siap dikemas. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)

Taufikul Hadi yang akrab disapa Taufik menambahkan, selain terinspirasi dari sang ayah, pendapatan petani di desanya yang terbilang masih minim dikarenakan tidak ada standarisasi hasil panen tembakau maupun harga yang sesuai mendorong Taufik membangun perusahaan yang semula merupakan kelompok tani.

“Semula petani tembakau menjual hasil panennya kepada pengepul dengan harga jauh di bawah standar, jadi kami ingin menciptakan standarisasi baik hasil panen maupun harga jual dari petani,” tambah Taufik.

PT Hawa Makmu Beurata terbentuk pada 2022. Pada tahun awal berdirinya, Taufik mengaku menampung 350 kilogram tembakau kering dari petani Desa Lam Beugak. Dalam kurun waktu satu tahun, sebanyak 17 dari 30 petani yang ada di desa kini menjadi mitra perusahaannya.

“17 dari 30 petani tembakau di desa Lam Beugak kini menjadi mitra, dan kami akan meningkatkan produksi pada tahun ini,” ujar Taufik menerangkan.

Taufik mengatakan 1 hektar lahan mampu menghasilkan 2 ton tembakau kering. Dari hasil panen tersebut kemudian dipilah sesuai kualitas, yang terbaik sebanyak 30 persen akan dibeli olehnya dan sisanya akan dijual kepada pengepul oleh petani untuk dijadikan “Bakong Asoe” yang merupakan rokok tradisional di Aceh.

“Petani yang bermitra dengan kami menggarap 7 hektar, kami membeli 30 persen dari hasil panen. Sebelebihnya petani akan menjual kepada tengkulak untuk dijadikan Bakong Asoe,” ujarnya.

Tembakau Aceh
Produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan Merek Hawa Bakong (Haba) original. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)

Di pabriknya Taufik mempekerjakan enam orang wanita sebagai pelinting rokok, yang dipekerjakannya selama 20 hari dalam sebulan. Hari kerja bergantung pada produksi dan ketersediaan bahan baku yang terbatas, terlebih dengan beredarnya beberapa merek rokok ilegal di beberapa wilayah di Aceh sehingga menghambat laju pemasaran rokok hasil perusahaan.

“Kita hanya produksi 20 hari dalam sebulan, dikarenakan persaingan dengan rokok ilegal dan keterbatasan bahan baku jadi kita hanya memproduksi 3.000 batang perhari,” ujarnya.

Tembakau Aceh
Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Aceh besar, Amiruddin, sedang menunjukkan daun tembakau yang telah dirajang. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)

Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Aceh Besar, Amiruddin, mengatakan Aceh Besar memiliki sebaran lahan pertanian untuk tembakau seluas 1.000 hektar. Sementara Desa Lam Beugak memiliki lahan seluas 30 hektare yang digarap oleh kelompok petani.

Amiruddin mengatakan perlu adanya hubungan yang baik antara produsen hasil tembakau dan para petani tembakau yang ada di Aceh. Menurutnya proses tersebut bisa dilakukan dengan sosialisasi, pembagian bibit, pembagian pupuk dan pemberian bantuan-bantuan lain sehingga mampu menciptakan petani yang paham cara distribusi hasil pertaniannya. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)

Tags: acehheadlinepetanipotensiprodusentembakau
ShareTweetPin
Previous Post

MAN Binjai Salurkan Donasi Kepedulian Palestina Rp 14 Juta

Next Post

NasDem Aceh Optimis Peroleh Kursi DPR RI di Dapil Aceh II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Sabtu (13/06/2026) - 21:45 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Jelang Kepulangan Jamaah Haji, PPIH Aceh Optimalkan Layanan Debarkasi

Sabtu (13/06/2026) - 21:42 WIB
Nurlis Effendi Ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Sabtu (13/06/2026) - 20:11 WIB
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat, Dimakamkan di Pidie

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat, Dimakamkan di Pidie

Sabtu (13/06/2026) - 14:22 WIB
UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama

UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama

Sabtu (13/06/2026) - 09:17 WIB
Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Jumat (12/06/2026) - 11:31 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.