Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Popok Bayi Ramah Lingkungan Berbahan Pelepah Pisang, Seperti Apa?

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (09/11/2024) - 15:35 WIB
in DAERAH
0
Popok Bayi Ramah Lingkungan Berbahan Pelepah Pisang, Seperti Apa?

#image_title

 

  • Tiga mahasiswi lulusan jurusan Teknobiologi, Universitas Surabaya, yaitu Evelyn Darsono, Nathasia Jasmine Benhady, dan Jeselyn Angelia Soeryawinata, menciptakan inovasi popok bayi sekali pakai berbahan pelepah pisang.
  • Pelepah pisang menjadi bahan bioabsorbent yang terbukti tidak menimbulkan alergi.
  • Kemampuan menyerap popok ini mencapai 8 kali berat awal produk yang melampaui standar SNI, yaitu 3 kali berat awal. Popok ini juga mampu menahan kebocoran yang setara produk komerisal lain.
  • Terkait sampah sisa produk dan daur ulangnya, masih perlu riset lanjutan.

 

Tiga mahasiswi lulusan jurusan Teknobiologi, Universitas Surabaya, yaitu Evelyn Darsono, Nathasia Jasmine Benhady, dan Jeselyn Angelia Soeryawinata, menciptakan inovasi popok bayi sekali pakai berbahan ramah lingkungan.

Popok ini dibuat dari pelepah pisang yang dipadukan ekstrak daun sirih, fungsinya sebagai material penghambat bakteri. Pelepah pisang menjadi bahan bioabsorbent yang terbukti tidak menimbulkan alergi.

“Mudah terurai di alam,” kata Evelyn,” pertengahan September 2024.

Baca: 10 Fakta Unik Pisang yang Jarang Kita Ketahui

 

Tiga mahasiswi lulusan jurusan Teknobiologi, Universitas Surabaya, tampak membuat popok bayi dari bahan pelepah pisang. Foto: Petrus Riski/Mongabay Indonesia

 

Pembuatan popok diawali dengan membersihkan pelepah. Setelah dikeringkan, dilanjutkan dengan delignifikasi untuk memperoleh struktur selulosa. Lalu, dijadikan bubur kertas dan dicetak menjadi lembaran penyerap/absorbent untuk popok.

“Ekstrak daun sirih dihasilkan dari daun yang diblender hingga menjadi bubuk. Setelah itu, ekstrak diambil dan ditambahkan pada lembaran penyerap,” tambah Nathasia.

Proses selanjutnya pengujian produk, melalui uji laboratorium berdasarkan kebocoran eksternal, pH, visual, kelenturan, dan kapasitas penyerapan. Jeselyn menjelaskan, dari hasil pengujian, produk ini secara visual tidak memiliki cacat, robek, maupun noda.

Popok “Nawasena” juga terbukti tidak mengalami kelunturan warna dan memiliki pH berkisar 6,87 yang dekat rentang kulit bayi, yaitu 6,34-7,5.

Kemampuan menyerap popok ini mencapai 8 kali berat awal produk yang melampaui standar SNI, yaitu 3 kali berat awal. Popok ini juga mampu menahan kebocoran yang setara produk komerisal lain.

“Kami juga melakukan pengujian daya hambat bakteri pada ekstrak daun sirih. Hasilnya, tidak ada bakteri,” ujarnya.

Baca: Pisang Diolah Menjadi Produk Bernilai Jual, Mengapa Tidak?

 

Produk popok bayi dari pelepah pisang dan ekstrak daun sirih ini diberi nama Nawasena. Foto: Petrus Riski/Mongabay Indonesia

 

Yulanda Antonius, dosen pembimbing dari Fakultas Teknobiologi mengatakan, produk ini perlu dikembangkan lagi. Popok pelepah pisang mampu menahan bocor dan menghindarkan bayi dari iritasi. Popok kain yang sering dicuci menggunakan detergen, kadang menimbulkan alergi pada kulit bayi.

“Pembuatannya sekitar dua hari. Ini tidak termasuk pengujian produk. Terkait sampah sisa produk dan daur ulangnya, masih perlu riset lanjutan,” ujarnya.

Baca: Inovasi Mahasiswa: Jelly Drink dari Ekstrak Bawang Dayak, Mau Coba?

 

Pohon pisang yang memiliki banyak manfaat, tidak hanya buahnya. Foto: Petrus Riski/Mongabay Indonesia

 

Sampah Plastik dan Popok Sekali Pakai

Sampah popok masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), karena mengandung Super Absorbent Polymer (SAP) yang merupakan senyawa kimia berbentuk gel ketika terkena air. Selain mengancam kesehatan lingkungan dan masyarakat, sampah popok membutuhkan lebih 500 tahun untuk terurai.

Hanie Ismail dari Komunitas Nol Sampah Surabaya, mengapresiasi inovasi yang bertujuan mengurangi sampah. Sebagai konsumen, masyarakat harus memahami agar tidak sering menggunakan popok sekali pakai.

“Produsen juga punya tanggung jawab atas produknya,” ujarnya, Sabtu (19/10/2024).

Baca juga: Mengapa Daun Sirih Sering Digunakan pada Acara Adat?

 

Daun sirih yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Hanie berpesan, ada penanganan khusus popok sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Popok sekali pakai sebaiknya dalam kondisi bersih dari kotoran urine maupun feses bayi, sebelum dibuang,” paparnya.

 

Umat Manusia Hanya 0,01 Persen dari Kehidupan Planet Bumi. Apa 99,99 persennya?

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Masa Depan Surili dan Owa Jawa di Tangan Generasi Muda

Next Post

YP Muttaqin Al-Farabi Kembali Salurkan Donasi Rp40 Juta untuk Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.