Jumat, April 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pidato Perpisahan Presiden Korsel Soroti Perdamaian dengan Korut

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (09/05/2022) - 16:59 WIB
in INTERNASIONAL
0
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan pidato perpisahan di Gedung Biru kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, Senin, 9 Mei 2022. Moon membela kebijakannya untuk melibatkan Korea Utara, mengatakan dalam pidato perpisahannya Senin bahwa ia berharap upaya untuk memulihkan perdamaian dan denuklirisasi di Semenanjung Korea akan terus berlanjut.

Presiden Korsel mengungkapkan perdamaian adalah syarat untuk kelangsungan hidup.

 SEOUL — Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan pidato perpisahan pada Senin (9/5/2022). Dia berbicara tentang keputusannya selama menjabat termasuk membela kebijakannya untuk melibatkan Korea Utara.


Moon akan meninggalkan kantor kepresiden pada Selasa (10/5/2022), setelah masa jabatan lima tahun berakhir. Dia menyerahkan kekuasaan dan tanggung jawab kepresidenan kepada Yoon Suk-yeol yang memiliki pandangan berbeda tentang sikap yang harus ditundukan Korea Selatan terhadap negara tetangganya.


“Perdamaian adalah syarat untuk kelangsungan hidup dan kemakmuran kita. Saya sangat berharap bahwa upaya untuk melanjutkan dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara dan membangun denuklirisasi dan perdamaian akan terus berlanjut,” kata Moon dalam pidato yang disiarkan secara nasional.


Moon merupakan sosok liberal yang lebih menyukai pemulihan hubungan antara dua Korea yang saling bersaing. Dia menjabat pada 2017 dan bermanuver secara diplomatis karena uji coba nuklir dan rudal Korea Utara yang sering dilakukan. Namun, akhirnya mengambil kesempatan untuk berdamai dengan Korea Utara ketika pemimpinnya Kim Jong-un tiba-tiba menghubungi Seoul dan Washington pada awal 2018 untuk pembicaraan tentang masa depan persenjataan nuklirnya yang semakin maju.


Dalam pidato terakhir Moon, dia mengklaim pemerintahnya membantu meringankan bahaya perang di Semenanjung Korea dan memunculkan harapan perdamaian melalui diplomasi. “Alasan mengapa kami gagal melangkah lebih jauh bukan karena kami tidak memiliki usaha dan tekad untuk melakukannya. Ada penghalang yang tidak bisa kami atasi hanya dengan tekad kami. Itu adalah penghalang yang harus kita atasi, ”kata Moon tanpa menjelaskan apa hambatannya.


Kedua pemimpin Korea bertemu tiga kali untuk pertemuan puncak pada 2018, mengambil langkah-langkah untuk menurunkan ketegangan di perbatasan dan memungkinkan program pertukaran langka yang melibatkan penyanyi, tim bola basket, dan lainnya. Moon juga melobi keras untuk menengahi diplomasi nuklir yang sekarang terhenti antara Kim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Tapi, diplomasi Korea Utara dan AS runtuh pada 2019 dan Moon telah menghadapi kritik pedas bahwa kebijakan keterlibatannya hanya membantu Korea Utara mengulur waktu. Sikap Moon dinilai menyempurnakan program senjata Pyongyang dalam menghadapi sanksi dan kampanye tekanan yang diberlakukan Washington.


Meski hubungan kedua tetangga naik turun dalam masa jabatan Moon, pada bulan lalu, Moon dan Kim bertukar surat resmi terakhir yang mengungkapkan harapan untuk meningkatkan hubungan bilateral. Meski, tiga hari usai surat itu, Kim mengadakan parade militer besar-besaran di Pyongyang.


Beberapa ahli mengatakan Kim bertujuan untuk mengguncang pemerintahan Yoon yang akan datang sambil memodernisasi persenjataan. Kim pun mencoba menekan pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk melonggarkan sanksi terhadapnya. Pejabat Korea Selatan mengatakan Korea Utara juga tampaknya sedang mempersiapkan uji coba nuklir pertamanya sejak 2017.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: hubungan korsel korutkorea selatanmoon jae inpresiden korseluji coba nuklir
ShareTweetPin
Previous Post

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terlihat dalam 25 Hari ke Depan

Next Post

Hasil Investigasi, Suspek Hepatitis Akut Berjumlah 15 Kasus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Kamis (23/04/2026) - 23:05 WIB
Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Kamis (23/04/2026) - 16:18 WIB
Warga Alue Dawah Abdya Desak AMDAL PT Juya Aceh Mining Dibuka ke Publik

Warga Alue Dawah Abdya Desak AMDAL PT Juya Aceh Mining Dibuka ke Publik

Kamis (23/04/2026) - 14:50 WIB
Kutip Filosofi Sun Tzu, Safrizal Tekankan Pentingnya Strategi Pembangunan Aceh

Kutip Filosofi Sun Tzu, Safrizal Tekankan Pentingnya Strategi Pembangunan Aceh

Kamis (23/04/2026) - 14:42 WIB
Tiga Peserta Tunanetra Jalani UTBK-SNBT 2026 di USK

Tiga Peserta Tunanetra Jalani UTBK-SNBT 2026 di USK

Kamis (23/04/2026) - 14:37 WIB
BKKBN Aceh Perkuat Layanan Satyagatra untuk Dukung WBBM

BKKBN Aceh Perkuat Layanan Satyagatra untuk Dukung WBBM

Kamis (23/04/2026) - 14:32 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.