Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pertemuan Pemimpin Keuangan Dunia Antisipasi Krisis Pangan Global

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (19/04/2022) - 15:09 WIB
in INTERNASIONAL
0
Warga membonceng di belakang kemudi usai berbelanja di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (18/4/2022). Sejumlah pemimpin keuangan global melakukan pertemuan membahas krisis pangan global yang salah satunya disebabkan oleh invas Rusia ke Ukraina.

Krisis pangan global merupakan dampak dari invasi Rusia ke Ukraina.

 WASHINGTON — Pemimpin keuangan global menempatkan krisis lonjakan harga dan ketahanan pangan sebagai pusat pembahasan dalam pertemuan mereka di Washington. Amerika Serikat (AS) yakin krisis tersebut merupakan dampak brutal invasi Rusia ke Ukraina.


Pada Selasa (19/4/2022) pagi Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengadakan pertemuan dengan pemimpin Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Group of Seven (G7) dan Group of 20 (G20).


“(Pertemuan ini untuk) meminta institusi keuangan internasional mempercepat dan memperdalam respon mereka pada negara-negara yang terdampak oleh masalah pangan yang diperparah agresi Rusia,” kata Kementerian Keuangan AS dalam pernyataan mereka.


Berdasarkan data PBB, Rusia dan Ukraina memproduksi 14 persen pasokan gandum dunia. Hilangnya komoditas itu karena perang mendorong kenaikan harga pangan dan menimbulkan ketidakpastian ketahanan pangan di masa depan terutama bagi negara-negara miskin.


Indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) berada di titik tertingginya sejak 1990. FAO mengatakan indeks itu mencerminkan tingginya harga minyak sayur, sereal, dan daging.


Pada laporan yang dirilis bulan Maret lalu FAO mengatakan jumlah masyarakat yang kekurangan gizi dapat meningkat dari 8 juta menjadi 13 juta orang pada 2023.


“Dengan peningkatan paling nyata di Asia-Pasifik, diikuti sub-Sahara Afrika, dan Afrika Utara dan Timur, bila perang berlanjut dampak akan terus sampai 2022/23,” kata FAO dalam laporan tersebut.


Pakar manajemen bencana University of Massachusetts Amherst Anna Nagurney mengatakan pertemuan pemimpin global cukup penting. “Dan membicarakan tumbuhnya ketakutan dan meningkatnya pemahaman dunia bahwa dunia mungkin berada di ambang bencana kelaparan,” katanya.  


Nagurney memprediksi negara-negara yang belum memberikan dukungan berarti pada Ukraina seperti Cina dan India akan sadar gangguan ketahanan pangan yang disebabkan perang Ukraina akan berdampak pada stabilitas nasional dan kesejahteraan warga mereka sendiri.


“Ini mungkin akan membantu untuk semakin mengisolasi Rusia baik secara moral maupun ekonomi,” katanya.


Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo mengatakan koalisi negara-negara internasional yang memberi sanksi pada Rusia dan sekutunya menanggapi masalah ketahanan pangan dengan serius.


“Satu hal yang perlu kami lakukan untuk mengambil langkah praktis untuk menunjukkan sistem ini membantu masyarakat yang paling membutuhkan, antara lain fokus pada negara-negara yang kesulitan membayar hal-hal seperti roti untuk rakyat mereka sehubungan kenaikan harga komoditas,” katanya.


Rusia merupakan anggota G20 yang merupakan kelompok negara industri dan pasar menengah atas. Tapi Kementerian Keuangan mengatakan Rusia tidak berpartisipasi dalam rapat ketahanan pangan.


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: agresi rusiaekspor panganinvasi rusiajanet yellenketahanan pangankrisis pangankrisis pangan duniakrisis pangan globaloperasi militer khususpasokan gandum dunia
ShareTweetPin
Previous Post

Wagub Riza Bersyukur Jakarta tak Terjadi Banjir Besar pada 2022

Next Post

KPK Masih Dalami Aset Milik Bupati Langkat Nonaktif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Senin (27/07/2026) - 10:05 WIB
Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Senin (27/07/2026) - 10:01 WIB
Polda Aceh Ungkap Kronologi Gugurnya Anggota POM TNI saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba

Polda Aceh Ungkap Kronologi Gugurnya Anggota POM TNI saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba

Senin (27/07/2026) - 09:57 WIB
BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.