Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pemerintah Solomon akan Awasi Kehadiran Polisi China di Kepulauan Itu

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (03/05/2022) - 12:29 WIB
in INTERNASIONAL
0
Gedung Putih mengatakan Koordinator bidang Asia-Pasifik Kurt Campbell dan pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akan berkunjung ke Kepulauan Solomon pekan ini.

Barat waspadai pakta keamanan Solomon-China.

 SYDNEY — Kehadiran polisi China di bawah pakta keamanan baru akan meningkatkan kemampuan Kepulauan Solomon. Akan tetapi mereka tidak akan menggunakan teknik yang sama dengan di Hong Kong, kata diplomat tinggi Solomon.


Pernyataan tersebut disampaikan oleh diplomat negara pulau Pasifik itu dalam wawancara dengan radio Australia pada Senin (2/5/2022). Kepulauan Solomon berupaya “meningkatkan kemampuannya” setelah polisi setempat tidak mampu menahan kerusuhan anti-pemerintah di area Chinatown di ibu kota Honiara pada November 2021, kata Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Australia Robert Sisilo kepada Radio ABC.


Negara-negara sekutu Barat telah waspada tentang pakta keamanan tersebut karena khawatir hal itu memberi militer China pijakan strategis di Pasifik. Barat juga khawatir bahwa polisi China yang dikirim ke Solomon mungkin menggunakan teknik “kejam” yang sama yang sebelumnya digunakan untuk memadamkan protes anti-pemerintah di Hong Kong.


Sisilo mengatakan bahwa di bawah pakta tersebut, polisi militer China dapat dipanggil tetapi akan beroperasi di bawah komando Angkatan Kepolisian Kepulauan Solomon seperti halnya polisi Australia yang telah ditempatkan di sana. “Kami akan mencoba dan melakukan yang terbaik dalam berurusan dengan mereka (polisi China) untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di negara-negara lain, seperti yang terjadi di Hong Kong, tidak terjadi di negara kami,” ujarnya.


Sementara rincian tentang pakta keamanan itu belum diungkapkan, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manesseh Sogavare telah mengesampingkan sebuah pangkalan militer China. Sogavare juga mengatakan pakta itu mencakup kegiatan kepolisian karena kesepakatan dengan mitra tradisionalnya — Australia — “tidak memadai”.


“Kami tidak berusaha untuk menjauh dari Australia tetapi mencari lebih banyak kerja sama dengan China,” kata Sisilo.


Dia mengatakan bahwa angka pengangguran merupakan faktor penyebab dari kerusuhan yang terjadi pada November 2021 itu. Untuk itu, kata dia, Canberra dapat “lebih memajukan hubungan Australia dan Solomon” dengan memberikan lebih banyak visa kerja dan izin tinggal permanen.


Australia telah memberikan 3.000 visa kepada warga Kepulauan Solomon di bawah skema tenaga kerja yang memungkinkan penduduk pulau Pasifik itu untuk bekerja di daerah pedesaan Australia. “Kalau saja skema itu dapat diperluas ke seluruh kota metropolitan Australia di mana permintaan akan tenaga kerja tukang ledeng, tukang batu, pengasuh, pembantu rumah tangga sangat besar,” ujar Sisilo.


Kepulauan Solomon memiliki populasi sekitar 700.000 orang dan bergantung pada bantuan asing dari Australia, dan semakin bergantung pada China, untuk meningkatkan ekonominya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: kepulauan solomonpakta keamanan solomon chinasolomon china
ShareTweetPin
Previous Post

Eropa Bakal Larang Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Next Post

Erdogan 'Kemungkinan Besar' Bertemu Putin Pekan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Jumat (23/10/2026) - 20:47 WIB
Kapolri: Sindikat Narkotika Internasional Kini Sasar Indonesia sebagai Lokasi Produksi

Kapolri: Sindikat Narkotika Internasional Kini Sasar Indonesia sebagai Lokasi Produksi

Jumat (23/10/2026) - 20:40 WIB
Dua Ruko Diduga Jadi Pabrik Sabu di Pidie Digerebek Bareskrim dan BNN

Lab Narkoba di Pidie Dibongkar, 11 Orang Diamankan dalam Operasi Gabungan

Jumat (23/10/2026) - 20:34 WIB
Kapolri Ungkap Kronologi Lab Sabu Internasional di Pidie, Barang Bukti Capai 1,2 Ton

Kapolri Ungkap Kronologi Lab Sabu Internasional di Pidie, Barang Bukti Capai 1,2 Ton

Jumat (23/10/2026) - 20:31 WIB
BBPOM Aceh Bekali 70 Tenaga Kefarmasian di Bireuen tentang Pengelolaan Obat

BBPOM Aceh Bekali 70 Tenaga Kefarmasian di Bireuen tentang Pengelolaan Obat

Jumat (23/10/2026) - 17:05 WIB
KKG PAI Nagan Raya Gandeng UIN Ar-Raniry Perkuat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

KKG PAI Nagan Raya Gandeng UIN Ar-Raniry Perkuat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Jumat (23/10/2026) - 17:00 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.