Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

PBB Desak Pengadilan Kriminal Internasional Tuntut Diskriminasi Gender di Afghanistan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (17/08/2023) - 10:25 WIB
in INTERNASIONAL
0
PBB meminta Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menangani kasus diskriminasi gender di Afghanistan.

#image_title

PBB meminta Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menangani kasus diskriminasi gender di Afghanistan.

 KABUL — Utusan pendidikan global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Pengadilan Kriminal Internasional untuk menuntut diskriminasi gender di Afghanistan. “Ini adalah contoh terburuk dari penyalahgunaan hak asasi manusia terhadap anak perempuan dan perempuan di seluruh dunia. Dan jika kita membiarkan ini terjadi dan berlanjut dengan impunitas, maka yang lain mungkin mencoba melakukan hal yang persis sama,” kata utusan pendidikan global PBB Gordon Brown dilansir dari Middle East Eye, pada Kamis (16/8/2023).


Dua tahun sejak Taliban merebut kembali kendali atas Afghanistan di tengah penarikan pasukan AS setelah dua dekade konflik, Brown menyatakan bahwa dia telah menulis surat kepada jaksa ICC Karim Khan untuk mempresentasikan sudut pandangnya. Khan sedang memeriksa dugaan kejahatan perang yang terjadi di Afghanistan selama dua dekade terakhir.


“Pengadilan Kriminal Internasional harus mengakui diskriminasi gender ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan menyelidikinya dengan maksud untuk dakwaan dan penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab,” kata Brown.


“Kita harus membujuk para ulama ini bahwa itu adalah interpretasi Islam yang salah untuk menyarankan bahwa anak perempuan dan perempuan seharusnya tidak dapat memiliki hak-hak dasar yang diterima anak laki-laki,” tambahnya.


Dia mendesak negara-negara mayoritas Muslim untuk mengirim delegasi ke Kandahar untuk berusaha membujuk para pemimpin Taliban untuk menghapus larangan mereka terhadap pendidikan anak perempuan dan pekerjaan perempuan, yang tidak memiliki dasar dalam Alquran atau agama Islam.


Sejak Taliban mendapatkan kembali kendali, anak perempuan yang lebih tua dari 12 tahun sebagian besar dilarang dari sekolah. Taliban telah mencegah mayoritas wanita Afghanistan bekerja di organisasi kemanusiaan, menutup salon kecantikan, melarang wanita mengunjungi taman, dan membatasi pergerakan wanita tanpa pengawalan pria.


Pada Desember, PBB mendesak Taliban untuk segera mencabut kebijakan yang menargetkan anak perempuan dan perempuan di Afghanistan. Komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, Volker Turk, mengatakan, tidak ada negara yang dapat berkembang secara sosial dan ekonomi apabila setengah dari populasinya dikecualikan.


“Pembatasan tak terduga yang ditempatkan pada wanita dan anak perempuan ini tidak hanya akan meningkatkan penderitaan semua orang Afghanistan tetapi, saya khawatir, menimbulkan risiko di luar perbatasan Afghanistan,” kata Turk.

Sumber: Republika

Tags: Afghanistandiskriminasi genderhak perempuan afghanistanpbb
ShareTweetPin
Previous Post

Oppenheimer Terlibat dalam Pengembangan Program Nuklir Israel

Next Post

AHY Rilis Lagu dan Video Klip Lagu 'Perubahan dan Perbaikan'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
jemaah haji 2023

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Jemaah, Fasilitas Hampir Rampung 98 Persen

Selasa (21/04/2026) - 15:33 WIB
Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.