Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Norwegia Cari Dugaan Kasus Infeksi Cacar Monyet

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (22/05/2022) - 12:15 WIB
in INTERNASIONAL
0
Primata monyet bisa menularkan penyakit cacar monyet atau monkeypox ke manusia.

Pelancong asing yang telah kembali ke negaranya diketahui terinfeksi cacar monyet.

 OSLO — Institut Kesehatan Masyarakat (FHI) Norwegia mengatakan pada Sabtu (21/5/2022) waktu setempat, bahwa pihaknya mulai mencari kemungkinan kasus cacar monyet di ibu kota Oslo. Pelancong asing yang telah kembali ke negaranya diketahui terinfeksi virus tersebut.

“Orang asing yang mengunjungi Oslo dari 6-10 Mei, setelah kembali ke negaranya, dipastikan terinfeksi,” kata FHI.


Tidak disebutkan negara mana yang mengidentifikasi kasus tersebut. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi lebih banyak kasus cacar monyet untuk memperluas pengawasan di negara-negara di mana penyakit itu biasanya tidak ditemukan.


Hingga Sabtu, 92 kasus yang dikonfirmasi dan 28 kasus dugaan cacar monyet telah dilaporkan dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus.

WHO juga akan memberikan panduan dan rekomendasi lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang tentang cara mengurangi penyebaran cacar monyet. “Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di antara orang-orang yang melakukan kontak fisik dekat dengan kasus-kasus yang menunjukkan gejala,” kata WHO.

Monkeypox adalah penyakit menular yang biasanya ringan, dan endemik di bagian barat dan tengah Afrika. Virus menyebar melalui kontak dekat, sehingga relatif mudah dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi diri dan kebersihan.

“Apa yang tampaknya terjadi sekarang adalah bahwa virus telah masuk ke populasi sebagai bentuk seksual, sebagai bentuk genital, dan menyebar yang telah memperkuat penularannya di seluruh dunia,” kata pejabat WHO khusus spesialis penyakit menular,  David Heymann.

Heymann mengatakan komite ahli internasional bertemu melalui konferensi video untuk melihat apa yang perlu dipelajari tentang wabah dan dikomunikasikan kepada publik. Pembicaraan  termasuk apakah ada penyebaran tanpa gejala, siapa yang paling berisiko, dan berbagai rute penularan.

Dia mengatakan pertemuan itu diadakan karena urgensi situasi. Namun komite tersebut bukanlah kelompok yang akan menyarankan untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau bentuk kewaspadaan tertinggi WHO, yang berlaku untuk pandemi COVID-19.

Dia mengatakan, kontak dekat adalah jalur penularan utama karena lesi khas penyakit ini sangat menular. Semisal, orang tua yang merawat anak-anak yang sakit berisiko, seperti juga petugas kesehatan, itulah sebabnya beberapa negara mulai menginokulasi tim yang merawat pasien cacar monyet menggunakan vaksin cacar virus terkait.

Banyak dari kasus saat ini telah diidentifikasi di klinik kesehatan seksual. Urutan genomik awal dari beberapa kasus di Eropa telah menunjukkan kesamaan dengan strain yang menyebar secara terbatas di Inggris, Israel dan Singapura pada tahun 2018.

Heymann mengatakan secara biologis masuk akal virus itu telah beredar di luar negara-negara endemik, tetapi tidak menyebabkan wabah besar sebagai akibat dari penguncian COVID-19, jarak sosial, dan pembatasan perjalanan. Ia menegaskan, wabah cacar monyet tidak menyerupai masa-masa awal pandemi COVID-19 karena tidak mudah menular.

Mereka yang menduga mereka mungkin telah terpapar atau yang menunjukkan gejala termasuk ruam bergelombang dan demam, harus menghindari kontak dekat dengan orang lain. “Ada vaksin yang tersedia, tetapi pesan yang paling penting adalah, Anda dapat melindungi diri sendiri,” katanya.

sumber : reuters

Sumber: Republika

Tags: cacar monyetinfeksi cacar monyetMonkeypoxnorwegiapenyebab cacar monyetvirus cacar monyetwho
ShareTweetPin
Previous Post

Amerika Serikat Kritik Perlakuan Diskriminatif Taliban terhadap Perempuan Afghanistan

Next Post

Korut Klaim Berhasil Atasi Krisis Akibat Wabah Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan

Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan

Selasa (28/07/2026) - 16:04 WIB
Gunakan Senjata Organik untuk Merampok, Briptu MZ Dipecat dari Polri

Gunakan Senjata Organik untuk Merampok, Briptu MZ Dipecat dari Polri

Selasa (28/07/2026) - 16:01 WIB
Direktur Utama Bank Aceh Syariah dan Jamaah Haji Kloter 2 Aceh Ziarahi Makam Habib Bugak

Direktur Utama Bank Aceh Syariah dan Jamaah Haji Kloter 2 Aceh Ziarahi Makam Habib Bugak

Selasa (28/07/2026) - 10:41 WIB
Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Senin (27/07/2026) - 10:05 WIB
Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Senin (27/07/2026) - 10:01 WIB
Polda Aceh Ungkap Kronologi Gugurnya Anggota POM TNI saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba

Polda Aceh Ungkap Kronologi Gugurnya Anggota POM TNI saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba

Senin (27/07/2026) - 09:57 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.