Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Nelayan Kesulitan Melaut Dampak Banjir, Yah Fud Minta KKP Segera Normalisasi Krueng Peudada

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (12/08/2026) - 17:35 WIB
in DAERAH
0
DPRA Desak Pemerintah Pusat Segera Kembalikan Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun

Wakil Ketua DPRA Saifuddin Muhammad alias Yah Fud. Foto: Humas DPRA

Bireuen — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Saifuddin Muhammad, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemen KKP) segera melakukan pengerukan atau normalisasi muara dan alur Sungai Krueng Peudada, Kabupaten Bireuen.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul keluhan para nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Peudada yang kesulitan membawa boat keluar masuk muara akibat pendangkalan. Kondisi tersebut semakin dirasakan ketika air dalam kondisi surut dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan nelayan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Saifuddin Muhammad yang akrab disapa Yah Fud mengatakan, dirinya banyak menerima laporan dan keluhan dari nelayan terkait kondisi Krueng Peudada yang semakin dangkal.

“Keluhan para nelayan di TPI Peudada ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Mereka kesulitan keluar masuk untuk melaut karena muara dan alur Krueng Peudada mengalami pendangkalan. Saya meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan segera turun tangan melakukan pengerukan atau normalisasi muara dan alur sungai ini,” ujar Yah Fud.

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen tersebut, pendangkalan Krueng Peudada tidak terlepas dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh pada akhir tahun lalu. Material dan sedimentasi yang terbawa arus menyebabkan kondisi alur sungai semakin dangkal sehingga mengganggu akses nelayan menuju laut.

Yah Fud menegaskan, persoalan tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai masalah infrastruktur sungai. Menurutnya, kondisi muara Krueng Peudada berkaitan langsung dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat nelayan.

“Nelayan adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada kondisi perairan dan akses menuju laut. Kalau boat mereka tidak bisa keluar masuk dengan aman, tentu penghasilan mereka ikut terganggu. Karena itu, normalisasi Krueng Peudada harus menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor perikanan pascabencana,” katanya.

Ia juga menyoroti informasi mengenai rencana pengalokasian anggaran sekitar Rp1,5 triliun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk rehabilitasi sektor perikanan. Yah Fud berharap anggaran tersebut dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat perikanan di daerah-daerah yang terdampak bencana, termasuk persoalan akses nelayan seperti yang terjadi di Peudada.

“Kalau memang tersedia anggaran rehabilitasi sektor perikanan sekitar Rp1,5 triliun, kita berharap programnya harus dapat menyentuh daerah-daerah yang mengalami dampak dan kerusakan akibat bencana. Kami meminta Krueng Peudada ini menjadi salah satu prioritas penanganan rehabilitasi di sektor kelautan dan perikanan di Aceh,” ujarnya.

Yah Fud mengatakan, dirinya akan mendorong aspirasi para nelayan tersebut melalui jalur kelembagaan DPRA agar mendapat perhatian pemerintah pusat. Ia juga berharap koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Aceh, dan Kemen KKP dapat segera dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan pendangkalan Krueng Peudada.

Menurutnya, penanganan yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar survei maupun pendataan, tetapi langkah konkret agar nelayan dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.

“Yang kita harapkan bukan sekadar survei atau pendataan, tetapi ada langkah konkret. Nelayan harus bisa kembali melaut dengan aman dan lancar. Pengerukan muara dan alur Krueng Peudada menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat nelayan di TPI Peudada,” pungkasnya.[]

Tags: acehbireuenKrueng PeudadaNelayanwakil ketua dprayah fud
ShareTweetPin
Previous Post

Realisasi Bantuan Kementan di Aceh Masih Rendah, Rp1,1 T Belum Terserap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

DPRA Desak Pemerintah Pusat Segera Kembalikan Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun

Nelayan Kesulitan Melaut Dampak Banjir, Yah Fud Minta KKP Segera Normalisasi Krueng Peudada

Rabu (12/08/2026) - 17:35 WIB
Gubernur Mualem Minta Dukungan Mentan Pulihkan Sawah-Perkebunan Aceh Pascabencana

Realisasi Bantuan Kementan di Aceh Masih Rendah, Rp1,1 T Belum Terserap

Rabu (12/08/2026) - 15:53 WIB
BFLF dan BKKBN Soft Launching Sekolah Lansia, Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berdaya

BFLF dan BKKBN Soft Launching Sekolah Lansia, Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berdaya

Rabu (12/08/2026) - 15:50 WIB
Gelar Rakor Budaya, Pemerintah Ajak Masyarakat Tingkatkan Penggunaan Bahasa dan Aksara Aceh

Gelar Rakor Budaya, Pemerintah Ajak Masyarakat Tingkatkan Penggunaan Bahasa dan Aksara Aceh

Rabu (12/08/2026) - 15:07 WIB
Lapas Blangpidie Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis bagi WBP

Lapas Blangpidie Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis bagi WBP

Rabu (12/08/2026) - 15:04 WIB
Kemenag Aceh Besar Perkuat Ketahanan Keluarga, Piloting Pusaka Sakinah di Ingin Jaya

Kemenag Aceh Besar Perkuat Ketahanan Keluarga, Piloting Pusaka Sakinah di Ingin Jaya

Rabu (12/08/2026) - 14:59 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.