Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Mengapa Ikan Todak Bisa Menyerang Manusia?

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (28/10/2024) - 11:15 WIB
in DAERAH
0
Mengapa Ikan Todak Bisa Menyerang Manusia?

#image_title

 

  • Seorang peselancar perempuan asal Italia, meninggal dunia di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akibat tertabrak ikan todak di bagian dada sebelah kiri, pada 18 Oktober 2024.
  • Ikan todak dikenal dengan nama swordfish [Xiphias gladius]. Jenis ini memiliki rahang atas yang panjang dan datar hingga sering disebut menyerupai pedang. Meski penampilannya mirip ikan marlin, namun ikan todak mudah dibedakan dari pedang yang lebih panjang dan pipih serta tidak memiliki sisik.
  • Sangat jarang kejadian ikan todak menyerang manusia. Meskipun ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa serangan ikan todak terhadap manusia bisa mengakibatkan cedera pada tubuh, terutama bagian dada, dan menyebabkan kematian.
  • Serangan yang dilakukan ikan todak pada manusia, kemungkinan karena dipicu cahaya berkedip yang dianggap mangsanya. Para peneliti menyarankan nelayan atau orang-orang menghindari lampu berkedip di permukaan air atau menjauh dari sumber cahaya, agar tidak diserang ikan todak.

 

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terkenal sebagai destinasi wisata selancar. Para peselancar dari berbagai negara datang untuk menjajal ombaknya. Namun, pada 18 Oktober 2024, seorang peselancar perempuan asal Italia, meninggal saat berburu ombak di Perairan Ombak Bengbeng, Pulau Masokut, Desa Pasakiat Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya.

Peselancar bernama Giulia Manfrini [36], meninggal karena tertusuk seekor ikan todak. Dilansir dari Antaranews, Kepala Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmudin Siregar mengatakan, saat Manfrini berselancar, seekor ikan todak tiba-tiba melompat ke arahnya dan menancap tepat di bagian dada kiri dengan kedalaman lima sentimeter.

Korban sempat meminta tolong dengan melambaikan tangan pada dua rekannya bernama Alexandre Ribas dan Massimo Ferro. Keduanya memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke Puskemas Pei Pei Pasakiat Taileleu, namun nyawa Manfrini tidak tertolong.

Pihak resort Hidden Bay Resort Mentawais, dalam pernyataan di media sosialnya menyebutkan, Giulia Manfrini adalah seorang klien dan teman yang meninggal dalam kecelakaan yang menyedihkan, saat berselancar di ombak yang paling bersahabat di wilayah Kepulauan Mentawai.

“Kami memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk membantu prosedur pemulangan jenazah,” kata pihak Hidden Bay Resort Mentawais.

Baca: Istimewanya Ikan Terbang, Bisa Melayang Sejauh 200 Meter di Permukaan Air

 

Ikan todak yang memiliki rahang atas panjang seperti pedang. Foto: Wikimedia Commons/Naturalis Biodiversity Center/CC0

 

Apa itu ikan todak?

Ikan todak secara umum dikenal dengan nama swordfish [Xiphias gladius]. Jenis ini memiliki rahang atas yang panjang dan datar hingga sering disebut menyerupai pedang. Meskipun penampilannya mirip ikan marlin, namun ikan todak mudah dibedakan dari pedang yang lebih panjang dan pipih serta tidak memiliki sisik.

Sejauh ini, tidak banyak laporan yang menyebut bahwa ikan todak agresif terhadap manusia. Namun sebelum kejadian menimpa Giulia Manfrini, pada Desember 2023, seorang peselancar asal Italia, Alberto Marcon, dilaporkan mengalami luka di bagian paru-parunya saat seekor ikan swordfish menusuk ketiaknya di lepas pantai Sumbawa. Beruntung, nyawa Alberto bisa diselamatkan.

Di lansir dari IUCN, ikan todak atau ikan pedang ini tersebar di seluruh dunia, mulai dari perairan tropis, laut beriklim sedang, dan terkadang dingin di Samudra Atlantik, Hindia, dan Pasifik, termasuk Laut Mediterania, Laut Marmara, Laut Hitam, dan Laut Azov.

Ikan todak hidup di laut dalam, tetapi kadang-kadang ditemukan di perairan pesisir; umumnya di atas garis termoklin [lapisan dalam perairan laut dan lebih menyukai suhu 18 hingga 22 derajat Celcius. Ikan ini bermigrasi ke perairan beriklim sedang atau dingin untuk mencari makan di musim panas dan kembali ke perairan hangat untuk bertelur dan melewati musim dingin.

Selain itu, ikan todak biasanya mencari makan di perairan dalam pada siang hari dan tetap berada di lapisan campuran untuk mencari makan pada malam hari. Ada kecenderungan, ia  berada lebih dekat ke permukaan dengan tingkat cahaya bulan lebih rendah.

Baca: Ikan Pelangi Sulawesi, Jenis Unik dan Endemik yang Terancam Punah

 

Ikan todak yang terpantau di Teluk Meksiko. Foto: Wikimedia Commons/NOAA/Public Domain

 

Oportunis

Dilansir dari Museum Florida, ikan todak merupakan predator oportunis, yang mencari makan di permukaan dan juga di kedalaman laut, yang dibuktikan dengan isi perutnya. Ada ikan pelagis dan kadang cumi-cumi serta cephalopoda lainnya. Pada kedalaman yang lebih rendah, mereka memakan ikan demersal.

“Pedangnya digunakan untuk mendapatkan mangsa, karena cumi-cumi dan sotong biasanya menunjukkan luka sayat pada tubuh ketika diambil dari perut ikan todak. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa sebagian besar mangsa ikan besar telah disayat, sementara mangsa kecil dikonsumsi secara utuh,” ungkap penulis di Museum Florida.

Ukuran tubuh Ikan todak mencapai maksimum 177 inci [455 cm] dan berat maksimum 1.400 pon [650 kg], meskipun individu yang ditangkap secara komersial biasanya berukuran 47 hingga 75 inci [120-190 cm] di wilayah Pasifik. Ukuran ikan todak betina lebih besar dari jantan pada usia yang sama, dan hampir semua spesimen dengan berat lebih dari 300 pon [140 kg] adalah betina.

Baca juga: Sejak 1974, Pari Gergaji Sentani Tidak Terlihat Lagi

 

Tengkorak ikan todak di National Museum of Natural History, Washington, DC. Foto: Wikimedia Commons/Postdlf/CC BY-SA 3.0

 

Kenapa ikan todak menyerang manusia?

Dalam sebuah publikasi ilmiah, disebutkan bahwa jarang sekali ditemukan ikan todak menyerang manusia. Meskipun ada beberapa laporan yang mengatakan, serangan ikan todak terhadap manusia bisa mengakibatkan cedera pada tubuh, terutama bagian dada.

Publikasi ilmiah berjudul “Swordfish Attack, Death by Penetrating Head Injury”, yang diterbitkan 2007 itu menjelaskan, serangan yang dilakukan ikan todak ada kemungkinan dipicu cahaya berkedip yang dianggap mangsanya.

“Serangan ikan pedang [ikan todak] pada manusia sangat jarang terjadi, tetapi dapat membunuh jika organ-organ vital tertusuk. Jangan meremehkan hasil dari cedera yang disebabkan oleh ikan ini,” tulis Boon Hui Gooi dan kolega di riset tersebut.

Para peneliti menyarankan agar nelayan atau orang-orang menghindari lampu berkedip di permukaan air atau menjauh dari sumber cahaya untuk menghindari serangan ikan todak.

 

Inilah Wujud Ikan Purba Coelacanth yang Hanya Ada di Indonesia dan Afrika

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

‘Emas Hitam’ dari Enrekang Beradu Nasib pada Cuaca

Next Post

Hari Sumpah Pemuda, 300 Kader YMMA Deklarasi Komitmen Perangi TBC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.