Banda Aceh- Digitalisasi salinan manuskrip kitab Al-Mahalli karya Imam Jaluddin al-Mahalli yang memuat hukum Islam (Fikih) oleh seorang kolektor demi melestarikan peninggalan masa lampau dan dapat diakses sebagai mana mestinya, Jumat (26/1/2024).
Manuskrip tersebut merupakan peninggalan sejarah yang ditulis tangan. Salah satu cara melestarikan dan upaya peninggalan masa lampau adalah digitalisasi.
Demikian yang dilakukan oleh seorang kolektor yang memamerkan koleksi manuskrip pribadinya agar bisa diakses oleh masyarakat luas.
Berikut potret proses digitalisasi manuskrip kitab karya Imam Jalaluddin al-Mahalli bab I dan II.
Manuskrip disusun sesuai dengan halaman dan bab pembahasan. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Manuskrip dipindai menggunakan kamera, kemudian ditransfer ke laptop untuk disatukan. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Digitalisasi manuskrip kitab Al-Mahalli karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli, manuskrip tersebut merupakan tulisan tangan.(Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Penyusunan manuskrip secara perlahan dan penuh hati-hati, hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan manuskrip berusia tua. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Lembaran manuskrip yang telah berlubang. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Pelapisan manuskrip dengan kertas putih yang berguna untuk menutup lubang pada lembaran dan mempermudah proses scanning. (Chairil/Lensakita.com)