BLANGPIDIE– Setelah berkiprah puluhan tahun sebagai wartawan di media terkenal di Aceh dan meracik pengalaman di berbagai organisasi, kini mantan jurnalis senior tersebut maju sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR-RI melalui Partai NasDem pada Pemilu 2024 mendatang.
Terbetik kabar yang mulai hangat dan santer diperbincangkan tentang Suprijal Yusuf, mantan jurnalis Serambi Indonesia mencalonkan diri sebagai kandidat Caleg DPR RI, antaran terinspirasi untuk memetik informasi komprehensif terhadap latar belakang dan isi hati sesungguhnya hingga ia bertekat meraih kursi parlemen di Senayan.
Komunikasi dan koordinasi dibangun melalui sambungan telepon genggam untuk bisa diwawancarai, Senin (31/8/2023) hajat itupun terwujud di salah satu cafe di kawasan Blangpidie.
“Maaf bang, harap dimaklumi kondisi saya sekarang. Bukan saya tidak menghargai keinginan teman dan saudara-saudara untuk duduk sepapan serta bersilaturahmi tetapi keadaanlah yang membuat waktu harus mencuri waktu,” ucap Suprijal Yusuf sembari berjabat tangan.
Polos disampaikan, saat ini dirinya sedikit sibuk memenuhi undangan masyarakat dalam ajang silaturahmi di Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat dan sekitarnya serta mengurus berbagai kelengkapan administrasi untuk keperluan Bacaleg DPR RI.
“Harapan kami, seluruh sanak famili, kerabat dan simpatisan di daerah pemilihan (Dapil) 1 bisa memaklumi dan memahami serta senantiasa sabar demi mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Suprijal menjelaskan maksud dan tujuan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang bakal berlangsung pada 2024 mendatang. Ia juga menyampaikan visi misi terkait pencalonan dirinya.
“Sebenarnya terlalu panjang untuk diurai secara detail, intinya hasrat ini muncul dan tumbuh didasari dorongan dan dukungan para tokoh masyarakat pantai Barat-Selatan, agar putra daerah Barsela terwakili di DPR-RI. Tentunya, tidak cukup hanya berbekal dorongan dan dukungan semata, tetapi butuh perjuangan dan semangat kerjasama seluruh masyarakat sebagai kontribusi nyata,” katanya.
“Diawali dukungan dan dorongan dari tokoh masyarakat Barsela, saya mencalonkan diri menjadi Bacaleg DPR RI pada Pemilu 2024. Saya berkeinginan berkontribusi dan bekerja untuk masyarakat demi memajukan, pengembangan perekonomian dan pembangunan daerah. Apabila kita bersatu padu pasti bisa,” tambahnya.
Ia menyampaikan, ingin berbhakti penuh kepada masyarakat dengan mengedepankan program-program pembangunan dan perekonomian kemasyarakatan di kawasan Barsela secara merata tanpa pilih kasih melalui kursi parlemen.
“Iya, semua itu akan kesampaian dan terwujud apabila minat dan keinginan masyarakat Barsela tercapai, saya hanya menjalani amanah rakyat. Jawabannya, semua tersemat di hati nurani masyarakat untuk menaikan harkat dan martabat Barsela itu sendiri. Dasarnya, semua bisa terkabul atas izin dan Kehendak Allah SWT, selaku manusia kita hanya mampu berikhtiar,” jelasnya.
Untuk diketahui, Bacaleg DPR-RI tersebut merupakan Mantan Sekretaris GP Anshor Aceh, Pengurus MPW Pemuda Pancasila Aceh (aktif), salah seorang Sekretaris Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Pembina Penyantunan Anak Yatim/Piatu dan fakir miskin Gampong Krueng Batee, mantan Wakil Ketua DPD I Golkar Aceh dan mantan wartawan Serambi Indonesia.
Selain itu, Suprijal Yusuf juga pernah berkelebat sebagai jurubicara pemenangan pasangan Cagub-Cawagub Aceh, Tarmizi Karim-HT Machsalmina Ali, mantan asistensi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Surien, Kuala Batee, Abdya dan mantan panitia pembangunan pesantren/dayah Babul Istiqamah Gampong Padang Hilir, Susoh dan Dayah Darul Istiqamah Krueng Batee, Kuala Batee, Abdya.
Tidak hanya itu, ia juga termasuk team penggagas poros ekonomi Barsela dan mantan wakil sekretaris DPD I KNPI Aceh. Tidak heran, dari berbagai pengalaman yang pernah digeluti, rasanya sangat wajar dan pantas Suprijal Yusuf menjadi Caleg DPR RI.
“Kami sebagai masyarakat menyatakan dukungan sepenuhnya kepada adinda Suprijal Yusuf. Mudah-,udahan langkah dan perjuangan ini bisa berbuah hasil,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Abdya yang namanya enggan dipublikasi.[]










