Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kupu-kupu Raja, Kisah Ketangguhan Serangga Paling Ikonik di Dunia

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (16/11/2024) - 22:46 WIB
in DAERAH
0
Kupu-kupu Raja, Kisah Ketangguhan Serangga Paling Ikonik di Dunia

#image_title

 

  • Kupu-kupu monarch atau kupu-kupu raja terkenal karena kemampuannya bermigrasi sejauh lebih dari 4.800 km, yang diselesaikan dalam beberapa generasi.
  • Serangga ini diberi nama kupu-kupu raja untuk menghormati Pangeran William Orange, penguasa sebagian wilayah Eropa pada abad ke-17 dan 18. Sementara nama ilmiahnya Danaus plexippus, salah satu dewa dalam mitologi Yunani.
  • Seperti juga kupu-kupu lainnya, kupu-kupu raja melewati empat tahap kehidupan. Yaitu telur, larva, pupa, dan saat mereka sepenuhnya bisa terbang. Uniknya, mereka sengaja bertelur di tanaman milkweed, tanaman berbunga yang beracun.
  • Migrasi tahunan kupu-kupu raja sama seperti migrasi burung yang dilakukan dua arah. Ini memberinya predikat istimewa, karena kupu-kupu lainnya tidak melakukan hal yang sama.

 

Butterfly effect adalah sebuah gagasan bahwa perubahan kecil bisa menimbulkan konsekuensi besar. Kepakan sayap kupu-kupu di hutan hujan Amazon, Brasil, mungkin saja memicu tornado di Texas, Amerika. Biarkan para ahli menguji gagasan itu, karena hingga kini kebenarannya masih diperdebatkan. Namun, kepakan sayap kupu-kupu monarch, benar-benar telah menginspirasi banyak orang.

Kupu-kupu monarch atau kupu-kupu raja terkenal karena kemampuannya bermigrasi sejauh lebih dari 4.800 km, yang diselesaikan dalam beberapa generasi. Orang tua yang memulai migrasi, cicit yang menuntaskan.

“Beberapa serangga telah menyita perhatian kita seperti halnya kupu-kupu raja. Migrasi mereka adalah salah satu tontonan satwa liar paling ikonik di Amerika Utara. Namun, mereka juga indikator lingkungan terbaik yang kita miliki tentang kesehatan ekosistem kita,” kata Jaime Rojo, seorang fotografer alam liar. Dia berbicara dalam forum TED, di Kanada, April 2024 lalu. “Jumlah mereka telah menurun selama 40 tahun terakhir.”

“Mereka mati dalam perjalanan ke Meksiko,” tulis sebuah laporan yang diterbitkan Oktober 2024, tentang mengapa jumlah kupu-kupu raja selama migrasi di musim gugur menurun. Meski begitu jumlah mereka sebenarnya relatif stabil di Amerika Utara.

Serangga ini diberi nama kupu-kupu raja untuk menghormati Pangeran William Orange, penguasa sebagian wilayah Eropa pada abad ke-17 dan 18. Sementara nama ilmiahnya Danaus plexippus, salah satu dewa dalam mitologi Yunani.

Warna sayap kupu-kupu raja dominan oranye, dengan gurat warna hitam, serta bintik-bintik putih di sepanjang tepi sayap. Keelokan warna dan motif sayapnya telah menginspirasi lahirnya beragam karya seni budaya. Juga, telah disematkan dalam berbagai mode pakaian dan perhiasan.

Ahli primata Jane Goodall kerap mengenakan scarf dengan motif sayap kupu-kupu raja ini di berbagai kesempatan. Membuat motif scarf kupu-kupu raja menjadi popular, mengikuti popularitas Jane Goodall sendiri.

Sementara di Meksiko, masyarakat Mazahua percaya bahwa kupu-kupu raja adalah penjelmaan dari jiwa anak-anak mereka dan leluhur yang meninggal. Saat kupu-kupu itu tiba di Meksiko, mereka merayakannya dengan berbagai ritual budaya.

Baca: Kupu-kupu Kera Terbang, Kepompongnya Menyerupai Wajah Kera

 

Inilah kupu-kupu jenis Danaus plexippus. Foto: Wikimedia Commons/Captain-tucker/CC BY-SA 3.0

 

Segudang Keunikan

Seperti juga kupu-kupu lainnya, kupu-kupu raja melewati empat tahap kehidupan. Yaitu telur, larva, pupa, dan saat mereka sepenuhnya bisa terbang. Uniknya, mereka sengaja bertelur di tanaman milkweed, tanaman berbunga yang beracun.

Mengutip Livescience, saat telur menetas akan muncul ulat kecil bergaris yang pekerjaan utamanya adalah makan. Ukurannya terus bertambah dari yang awalnya hanya 2 mm hingga mencapai 45 mm.

Selanjutnya, dia akan mencari tempat bergelantung sebagai pupa untuk berubah menjadi kupu-kupu. Masa bertapa ini membutuhkan waktu 6 sampai 15 hari. Total waktu yang dibutuhkan dari telur hingga menjadi kupu-kupu sekitar 30 hari.

Daun milkweed sebenarnya mengandung racun bernama cardenolides. Namun, ulat kupu-kupu raja telah beradaptasi dan mampu mentoleransi kandungan racunnya. Rupanya, ini adalah taktik kupu-kupu raja agar punya peluang hidup lebih besar. Pemangsa seperti kadal, burung, atau katak akan menghindari ulat yang mengandung racun.

Ada dua spesies kupu-kupu raja, yaitu Danaus plexippus dan Danaus erippus. Sumber lainnya menyebut tiga, yaitu ditambah Danaus cleophile jamaicencis. Danaus plexippus selain ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, juga menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia. Kemungkinan, mereka menyebar tanpa sengaja melalui kapal. Sementara Danaus erippus hidup di Amerika Selatan dan spesies ketiga di Jamaika.

Baca: Cinta Mati Herawati pada Kupu-kupu di Taman Gita Persada

 

Jenis ini adalah Danaus erippus. Foto: Wikimedia Commons/Gabriela Ruellan/CC BY 3.0

 

Migrasi Tahunan

Migrasi tahunan kupu-kupu raja sama seperti migrasi burung yang dilakukan dua arah. Ini memberinya predikat istimewa, karena kupu-kupu lainnya tidak melakukan hal yang sama.

Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube dijelaskan bagaimana kupu-kupu raja bermigrasi. Dimulai pada musim semi, kupu-kupu raja mulai bergerak ke utara. Selama itu pula mereka akan kawin, bertelur, menjadi kupu-kupu lalu mati. Mereka mencari padang rumput dan tanaman milkweed, dan menumbuhkan generasi berikutnya di sana. Butuh beberapa generasi untuk sampai di Amerika Utara. Cahaya yang memudar menandai berakhirnya migrasi ke utara.

Selanjutnya pada musim gugur, jutaan kupu-kupu raja ini memulai migrasinya menuju Meksiko di sebelah selatan. Seperti berada dalam satu komando, mereka berkumpul di pegunungan Sierra Madre, Meksiko, berdesakan di pohon cemara oyamel dan lantai hutan.

Uniknya kali ini mereka bisa hidup delapan kali lebih lama, dengan jarak terbang lebih panjang dibanding generasi sebelumnya, yang melakukan migrasi ke utara. Selama di Meksiko, mereka memasuki masa diapause atau hibernasi beberapa bulan. Suhu yang menghangat memberi pesan kepada mereka, inilah saatnya bergerak ke utara dan menyiapkan generasi berikutnya untuk kembali bermigrasi.

Baca juga: Cerita Ruwindrijarto dan Kepakan Sayap Kupu-kupu di Pagerharjo

 

Ini adalah jenis Danaus cleophile. Foto: Wikimedia Commons/Julio A Genaro, Caribbean Natural History Group/Free to use

 

Hebatnya, perilaku ini telah dilakukan sejak jutaan tahun lalu. Bagaimana kupu-kupu raja menandai tempat persinggahannya? Para ilmuwan menduga serangga ini menggunakan jam internal, matahari, dan reseptor magnetik untuk memandu ke mana mereka harus pergi. Selain itu, mungkin saja pengetahuan tentang migrasi ini sudah tertanam dalam gen mereka.

Penebangan hutan, alih fungsi lahan, penggunaan pestisida, dan krisis iklim sedikit mengacaukan pola migrasi kupu-kupu yang luar biasa ini. Namun, kini ada banyak pihak yang membantu agar keberadaan kupu-kupu raja tetap lestari. Di antaranya, dengan mengamankan jalur migrasi mereka dengan menanam milkweed. Kegiatan ini banyak dilakukan bersama petani.

 

Kupu-kupu dan Peran Penting Sains Warga dalam Konservasi

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Anak Kucing Bertaring Berusia 35.000 Terawetkan Alami di Siberia

Next Post

HUT ke-20, Bank Sumut Syariah Launching Program CWLD Bersama DD Waspada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Jumat (12/06/2026) - 11:31 WIB
Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman, Dorong Pengolahan Gas di KEK Arun

Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman, Dorong Pengolahan Gas di KEK Arun

Kamis (11/06/2026) - 15:07 WIB
Dek Gam Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG, Sebut Pencatutan Namanya Hoaks

Dek Gam Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG, Sebut Pencatutan Namanya Hoaks

Kamis (11/06/2026) - 14:26 WIB
BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.