Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Konflik Manusia dengan Gajah Masih Berlanjut di Aceh

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (09/12/2024) - 10:30 WIB
in DAERAH
0
Konflik Manusia dengan Gajah Masih Berlanjut di Aceh

#image_title

 

  • Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat, sejak 2020 sampai Desember 2024, gajah sumatera yang ditemukan mati mencapai 36 individu.
  • Rinciannya, tahun 2020 (12 individu), 2021 (7 individu), 2022 (6 individu), 2023 (4 individu), dan 2024 (7 individu).
  • Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berjanji akan menghibahkan lahan pribadinya seluas 20 ribu hektar untuk konservasi gajah di Provinsi Aceh.
  • Terkait hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh meminta klarifikasi. Menurut Walhi, lahan yang dimaksud apakah konsesi PT Tusam Hutani Lestari (PT THL) yang memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Nomor: SK.556/KptsII/1997 seluas 97,3 ribu hektar, yang izinnya berakhir pada 14 Mei 2035.

 

Bagaimana kondisi gajah sumatera di Aceh saat ini?

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat, sejak 2020 sampai November 2024, gajah sumatera yang ditemukan mati mencapai 36 individu.

Rinciannya, tahun 2020 (12 individu), 2021 (7 individu), 2022 (6 individu), 2023 (4 individu), dan 2024 (7 individu).

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata menyebutkan, kasus terakhir pada November 2024 ditemukan di Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (17/11/2024).

Satu anak gajah yang baru lahir, ditemukan mati oleh warga di Desa Alue Jang, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

“Data ini yang berhasil diketahui,” terangnya, Jumat (22/11/2024).

Baca: Jalur Jelajah Terganggu, Konflik Gajah Liar dengan Manusia Kerap Terjadi

 

Gajah sumatera yang berada di Conservation Response Unit [CRU] Trumon, Aceh Selatan. Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Ujang menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim BKSDA Aceh, termasuk dokter hewan, diketahui anak gajah tersebut mati akibat dehidrasi berat dan infeksi pada pusar.

“Umurnya dua hari, mengalami kekurangan cairan dan infeksi di pusar.”

Di sekitar lokasi, tidak ditemukan alat berbahaya seperti kabel listrik, pestisida, jerat, dan lainnya.

“Tim juga tidak menemukan luka akibat benda tajam, benda tumpul, maupun luka robek, pada bangkai tersebut,” ujarnya.  

Baca: Penanganan Konflik Manusia dengan Gajah Perlu Libatkan Banyak Pihak

 

Gajah ini ditemukan mati di Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat [9/6/2023]. Foto: Dok. BKSDA Aceh

 

Presiden Prabowo Janjikan Lahan untuk Gajah

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berjanji akan menghibahkan lahan pribadinya seluas 20 ribu hektar untuk konservasi gajah di Provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi, dalam konferensi pers, Senin (2/12/2024).

Hasbi mengatakan, Presiden menghibahkan lahan tersebut setelah diminta WWF yang ikut hadir dalam pertemuan antara Prabowo dengan Raja Charles III, November 2024.

“WWF meminta Bapak Prabowo untuk menyediakan wilayah konservasi gajah sumatera di Aceh seluas 10.000 hektar. Bapak Prabowo menyumbangkan lahan beliau sebesar 20.000 hektar yang nanti akan dikelola WWF,” terangnya.

Terkait hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh meminta klarifikasi. Menurut Walhi, lahan yang dimaksud apakah konsesi PT Tusam Hutani Lestari (PT THL) yang memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Nomor: SK.556/KptsII/1997 seluas 97,3 ribu hektar, yang izinnya berakhir pada 14 Mei 2035.

“Konsesinya tersebar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Utara. Sebagian besar lahannya terbengkalai dan ada juga yang sudah digarap warga setempat,” ujar  Ahmad Shalihin, Direktur Walhi Aceh, Rabu (4/12/2024).

Shalihin menuturkan, jika lahan itu yang dimaksud Presiden, itu bukan milik pribadi, tapi hutan negara yang dipinjamkan melalui IUPHHK.

“Kami menilai wajar, bila lahan itu hendak dilepaskan,” terangnya.

Baca juga: CRU dan Konflik Manusia dengan Gajah Sumatera

 

Petugas dari BKSDA Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) memasang GPS Collar pada gajah sumatera liar di hutan Ekosistem Leuser, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Meskipun demikian, Walhi Aceh berharap Presiden Prabowo memenuhi janjinya mengalokasikan 20 ribu hektar untuk konservasi gajah di Aceh.

“Kami menunggu janji tersebut, karena bisa menjadi contoh bagi pemegang izin lain yang areal konsesinya berada di koridor satwa.”

Wilayah konservasi gajah sangat dibutuhkan, mengingat habitatnya menyusut akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.

“Ditambah lagi, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Bener Meriah termasuk wilayah yang tinggi konflik antara manusia dengan gajah,” tegasnya.

 

Penelitian tentang Kecerdasan Gajah dapat Membantu Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

PSN Eco City Ancam Masa Depan Nelayan Rempang, Kenapa?

Next Post

Seruan Tinggalkan Energi Batubara, Waspada Solusi Palsu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Jumat (12/06/2026) - 11:31 WIB
Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman, Dorong Pengolahan Gas di KEK Arun

Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman, Dorong Pengolahan Gas di KEK Arun

Kamis (11/06/2026) - 15:07 WIB
Dek Gam Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG, Sebut Pencatutan Namanya Hoaks

Dek Gam Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG, Sebut Pencatutan Namanya Hoaks

Kamis (11/06/2026) - 14:26 WIB
BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.