Sabang— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) bersinergi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Koperasi Perikanan yang Baik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “The Project for Promoting Sustainable Fisheries Development in Outer Islands of Indonesia” dan digelar di Kota Sabang, Aceh — salah satu wilayah strategis di pulau terluar Indonesia, Kamis, 26 Juni 2025.
Sebanyak 11 orang pengurus dan pengelola koperasi perikanan dari Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sabang mengikuti pelatihan intensif yang dipusatkan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Zulfan, S.Pi, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata dari JICA dan KKP terhadap pengembangan sektor perikanan di Sabang.
“Kami berterima kasih karena Kota Sabang menjadi lokasi pelatihan dan telah banyak menerima bantuan seperti sarana dan prasarana perikanan. Semoga ilmu yang diperoleh para peserta bisa langsung diaplikasikan di koperasi mereka masing-masing. Harapannya koperasi bisa berkembang dan mengalami perubahan ke arah yang lebih positif demi kemajuan sektor perikanan Sabang yang sangat potensial,” ujar Zulfan.
Senada dengan hal itu, Konsultan JICA, Ryosuke Kanda, juga menyampaikan harapan besar atas peran koperasi perikanan dalam memperkuat sistem SKPT di Sabang.
“Kami berharap koperasi-koperasi perikanan yang ada saat ini dapat mendukung pengembangan SKPT Kota Sabang dan dapat menerapkan pengelolaan koperasi dengan baik,” kata Kanda.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan koperasi perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Dalam rangka mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih, BPPSDM KP melalui Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) memberikan pelatihan kepada pengelola koperasi dan Penyuluh Perikanan sebagai tindak lanjut dari video pembelajaran koperasi yang telah dikembangkan sebelumnya.
Para peserta mendapat materi mengenai pengembangan Koperasi Merah Putih dan pengelolaan koperasi nelayan, yang disampaikan oleh instruktur dari BPPP Medan. Materi pelatihan menggunakan video pembelajaran hasil kolaborasi antara JICA dan BPPSDM KP yang menampilkan praktik baik dari koperasi nelayan “Taruna Selatan” di SKPT Morotai, Maluku Utara. Video ini dikembangkan oleh BPPP Tegal sebagai media belajar kontekstual bagi pelaku koperasi perikanan di berbagai daerah.
Video pelatihan terdiri dari empat chapter, yaitu:
- Pengumpulan Hasil Tangkapan Nelayan
- Pengolahan Ikan Tuna
- Manajemen Koperasi yang Baik
- Dukungan untuk Anggota
Setelah menyimak video, peserta diajak mengikuti sesi roleplay untuk membandingkan alur penjualan ikan langsung ke pembeli dengan penjualan melalui koperasi, guna memahami manfaat nyata dari pengelolaan koperasi yang terstruktur.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan media pembelajaran yang bertujuan menyebarluaskan praktik baik serta mendorong replikasi koperasi nelayan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan akan lahir koperasi-koperasi perikanan yang kuat, mandiri, serta mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal berbasis potensi kelautan dan perikanan.










