Minggu, September 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Keanggotaan Baru BRICS Tersandung Syarat Panjang dari India

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (24/08/2023) - 10:09 WIB
in INTERNASIONAL
0
Perdana Menteri India Narendra Modi

#image_title

JOHANNESBURG — Kesepakatan untuk memperluas kelompok negara-negara berkembang terkemuka BRICS dibahas dalam perundingan yang berlangsung selama 11 jam pada pertemuan puncak Rabu (23/8/2023). Saat ini kelompok itu hanya terdiri dari Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.

Perdebatan mengenai perluasan anggota BRICS menjadi agenda utama dalam pertemuan puncak tiga hari yang berlangsung di Johannesburg. Meskipun seluruh anggota BRICS secara terbuka menyatakan dukungannya untuk mengembangkan blok tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para pemimpin mengenai seberapa besar dan seberapa cepat dukungan tersebut akan diberikan.

Tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor yang berbicara pada Rabu (23/8/2023), bahwa para pemimpin BRICS telah menyetujui mekanisme untuk mempertimbangkan anggota baru.“Kami telah menyepakati masalah perluasan,” katanya kepada stasiun radio yang dikelola kementeriannya.

“Kami memiliki dokumen yang kami adopsi yang menetapkan pedoman dan prinsip, proses untuk mempertimbangkan negara-negara yang ingin menjadi anggota BRICS…Itu sangat positif,” ujarnya.

 

Tapi, seorang pejabat negara anggota BRICS yang mengetahui langsung diskusi tersebut mengatakan kepada Reuters, bahwa para pemimpin belum menandatangani kerangka kerja penerimaan final. Sebuah perjanjian seharusnya disetujui setelah sidang pleno pada Rabu pagi.

Tapi, sumber tersebut mengatakan, perjanjian tersebut ditunda setelah Perdana Menteri India Narendra Modi memperkenalkan kriteria penerimaan baru. Ketika ditanya tentang penundaan tersebut, seorang pejabat India yang mengetahui rincian pembicaraan tersebut mengatakan pada Rabu malam, bahwa diskusi tersebut terus berlanjut.

“Kemarin…India mendorong konsensus mengenai kriteria serta masalah nama (kandidat). Ada pemahaman yang luas,” ujarnya.

Pejabat negara BRICS mengatakan bahwa kriteria penerimaan yang diusulkan Modi dari India termasuk mewajibkan anggotanya tidak menjadi sasaran sanksi internasional. Syarat itu akan mengesampingkan kandidat potensial Iran dan Venezuela.

Modi juga mendorong persyaratan minimum PDB per kapita. “Inilah barang-barang yang dibawa Modi hari ini.  Syarat itu menjadi sedikit spoiler,” kata pejabat itu.

Negara-negara BRICS memiliki skala ekonomi yang sangat berbeda. Pemerintahan tiap anggota pun mempunyai tujuan kebijakan luar negeri yang seringkali berbeda.

Kondisi-kondisi tersebut menjadi faktor yang menyulitkan bagi BRICS yang model pengambilan keputusannya secara konsensus memberikan hak veto secara de facto kepada setiap anggotanya. Cina telah lama menyerukan perluasan BRICS sebagai sarana untuk mengembangkan tatanan dunia multipolar untuk menantang dominasi Barat.

“Dunia… telah memasuki periode baru turbulensi dan transformasi. Kami, negara-negara BRICS, harus selalu mengingat tujuan pendirian kami untuk memperkuat diri melalui persatuan,” kata Presiden Cina Xi Jinping pada Rabu.

Presiden Rusia Vladimir Putin ingin menunjukkan kepada negara-negara Barat bahwa negara itu masih mempunyai sekutu. Sebaliknya, Brazil dan India telah menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Barat.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Selasa (22/8/2023), menolak gagasan bahwa blok tersebut harus berusaha menyaingi Amerika Serikat (AS) dan negara-negara G7.

Keberagaman padangan bisa memperumit keanggotaan baru….

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: brics singkirkan dolar asbrics tinggalkan dolar asekspansi anggota bricsindonesia gabung bricsktt bricsnegara anggota bricsnegara bricsperluasan anggota bricspertemuan brics di afrika selatanpertemuan brics di afsel
ShareTweetPin
Previous Post

KST Beraksi Lagi Tembak Warga dan Bakar Gudang Beras di Ilaga, Papua

Next Post

Universitas BSI Margonda Gelar BKOT dan Hadirkan Alumni Sukses

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Sabtu (05/09/2026) - 20:32 WIB
Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Sabtu (05/09/2026) - 10:45 WIB
BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

Jumat (04/09/2026) - 21:47 WIB
BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

Jumat (04/09/2026) - 12:41 WIB
Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Kamis (03/09/2026) - 15:38 WIB
Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Kamis (03/09/2026) - 15:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.