JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (12/2/2026) dengan optimisme. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG langsung melaju ke zona hijau dan bertengger di level 8.304,01, setelah sempat bergerak di rentang 8.298 hingga 8.329 pada menit-menit awal perdagangan.
Data RTI Infokom menunjukkan sentimen positif cukup dominan di awal sesi. Sebanyak 338 saham menguat, 113 saham melemah, dan 208 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp15.117 triliun, mencerminkan kepercayaan investor yang mulai kembali menguat.
Saham Energi dan Tambang Jadi Motor Penggerak
Sejumlah saham sektor energi dan pertambangan tampil menonjol pagi ini.
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 2,21% ke level Rp278 per saham.
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) naik 2,81% ke Rp7.325 per saham.
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turut terapresiasi 1% ke Rp4.030 per saham.
Selain itu, saham lain yang ikut menghijau antara lain:
- BRPT naik 0,44% ke Rp2.290
- BUVA menguat 0,77% ke Rp1.305
- RATU melonjak 3,64% ke Rp6.400
Kenaikan saham-saham berbasis komoditas ini menunjukkan minat investor yang kembali mengalir ke sektor energi dan tambang, seiring ekspektasi permintaan global dan stabilitas harga komoditas.
Potensi Uji Level 8.400
Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area resistance di kisaran 8.350–8.400 pada perdagangan hari ini.
Optimisme pasar ditopang oleh kombinasi stimulus fiskal pemerintah dan potensi kenaikan konsumsi musiman menjelang Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri. Momentum ini dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026.
Pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun untuk periode Februari–Maret 2026. Stimulus tersebut mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, hingga bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat.
Sentimen dari Reformasi Pasar Modal
Selain faktor domestik, pasar juga merespons positif pembahasan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI. Sejumlah isu strategis tengah dibahas, mulai dari peningkatan transparansi pemegang saham di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, hingga progres kenaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%.
BEI juga berencana menerbitkan kebijakan baru berupa shareholders concentration list, yakni daftar saham dengan kepemilikan yang dinilai terlalu terkonsentrasi. Langkah ini diharapkan memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.
Dengan kombinasi sentimen domestik yang solid dan perbaikan struktur pasar, IHSG berpeluang mempertahankan tren positifnya. Investor kini mencermati apakah indeks mampu menembus level psikologis berikutnya di tengah arus optimisme awal tahun.










